Sebelum Tewaskan 2 Warga Gedanganak, Truk Maut Sempat Mogok di Tingkir

Sebelum Tewaskan 2 Warga Gedanganak, Truk Maut Sempat Mogok di Tingkir

Diposting pada

PUNCAK-MEDIA.COM: Sebelum Tewaskan 2 Warga Gedanganak, Truk Maut Sempat Mogok di Tingkir, Seperti biasanya kami sebagai media yang ingin membuat perubahan dengan realnya informasi yang kami liput ini agar merangkum berita dengan sebenar-benarnya, agar kita sebagai masyarakat tidak salah membaca berita.

Pada kali ini Kami akan memberikan informasi terhangat dengan judul di bawah ini:

Sebelum Tewaskan 2 Warga Gedanganak, Truk Maut Sempat Mogok di Tingkir

Kondisi mobil Carry dan Daihatshu hancur setelah ditabrak dan tertimpa truk muatan kayu di perempatan Pasar Sapi, Salatiga, Selasa (23/2/2021) dini hari. Dua orang penumpang mobil tewas dalam kecelakaan ini. FOTO:ISTIMEWA/UNGARANNEWS

PUNCAK-MEDIA.COM. SALATIGA- Truk maut yang menewaskan 2 warga Jatisari, Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (23/2/2021) dini hari, sebelum mengalami rem blong di turunan Rejosari Pasar Sapi, Salatiga, sempat mogok di Tingkir, Salatiga.

Yugiarto (38) sopir truk, warga Kelurahan Gampingan Kecamatan Pagak Kabupaten Malang, Jawa Timur, menuturkan, kejadian truk mogok dialami setelah memutuskan keluar dari tol Salatiga dan menuju ke arah Semarang.

“Saya merasa truk mengalami tanda-tanda rem blong. Sudah berupaya mengocok rem, malah truk berhenti total. Setelah itu bisa berjalan kembali,” tuturnya kepada wartawan di Salatiga, kemarin.

Disebutkan, ia melanjutkan kembali perjalanan masuk Salatiga. Naasnya, saat melintas di turunan simpang empat Pasar Sapi truk kembali mengalami rem blong. Saat itu ia sempat panik melihat ada 3 mobil berhenti menunggu lampu merah.

“Sempat ingin banting setir ke kanan, tapi dari arah berlawanan ada truk trailer. Saya langsung ambil kiri dan ban truk mengenai pembatas jalan,” ungkapnya.

Bersamaan itu lampu menyala hijau, satu mobil paling depan langsung berjalan. Namun naas, dua mobil yakni Carry dan Daihatsu yang baru akan berjalan tertabrak. Tidak hanya itu, truk lantas terguling menimpa kedua mobil tersebut.

Ditutukan lagi, truk nopol N 9904 UF yang dikemudikan membawa kayu sengon dari Malang dengan tujuan Pringsurat, Temanggung. Mendekati jalur menuju ke exit tol Salatiga, ia merasa lapar dan ingin makan di kota Salatiga.

“Saya putuskan keluar exit tol Salatiga karena lapar. Saya ingin makan lalapan. Tapi rem truk blong lagi hingga mengalami kecelakaan,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Yugiarto, dia langsung membonceng seorang warga yang melintas, dan minta diantar ke Mapolres Salatiga. Tanpa mengenakan sandal yang tertinggal di truk, ia berinisiatif melapor sekaligus menyerahkan diri. Baca Juga: Truk Terguling Timpa 2 Mobil Rombongan Takziah, 2 Warga Gedanganak Ungaran Tewas

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Sopian Rahmadyanto mengatakan kecelakaan pada Selasa (23/2/2021) sekitar pukul 00.05 WIB tersebut melibatkan truk N 9904 UF, Suzuki Carry H 9418 LI, dan Daihatsu Zebra AA 8865 BC.

Dua orang meninggal dunia bernama Suparti (60) dan Dwi Agus Setiyani (19) warga Jatisari, Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur merupakan penumpang Suzuki Carry warna merah.

Suzuki Carry yang dikemudikan Susanto tersebut berpenumpang Dwi Agus Setiyani, Avrilita, Badar, Suparti, Dwi Ernawati, Rojika, dan Siti Barokah.

Sedangkan, Daihatsu Zebra dikemudikan Bima Satria Adi dengan penumpang Mrajak, Linda Ardiyani, Adeva Afsin, Siswanto, Sholihah, Jumiarti, dan Poniem Wastu Ningsih.

Diberitakan sebelumnya, kedua korban meninggal merupakan rombongan yang hendak pulang dari takziah di Klaten.

“Korban pulang dari takziah di Klaten bersama keluarga dan para tetangga. Rombongan naik 2 mobil,” ujar salah satu warga Jatisari, Gedanganak. (abi/tm)

Kesimpulan

Dari artikel di atas kami sengaja memberikan informasi dengan fakta yang sebenar-benarnya agar pembaca situs ini mencermati informasi yang kami sajikan dengan cersa. semoga artikel ini bermanfaat bagi saya dan anda semua.

Note

Artikel ini di ambil dari beerbagai Sumber, dan kami merangkum kembali dengan di tulis ulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *