Keunikan Kali Ondo Tuntang Jadi Daya Tarik, Mengalir Hanya Musim Kemarau

Keunikan Kali Ondo Tuntang Jadi Daya Tarik, Mengalir Hanya Musim Kemarau

Diposting pada

PUNCAK-MEDIA.COM: Keunikan Kali Ondo Tuntang Jadi Daya Tarik, Mengalir Hanya Musim Kemarau, Seperti biasanya kami sebagai media yang ingin membuat perubahan dengan realnya informasi yang kami liput ini agar merangkum berita dengan sebenar-benarnya, agar kita sebagai masyarakat tidak salah membaca berita.

Pada kali ini Kami akan memberikan informasi terhangat dengan judul di bawah ini:

Keunikan Kali Ondo Tuntang Jadi Daya Tarik, Mengalir Hanya Musim Kemarau

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menebar ratusan bibit ikan nila di dekat sumber mata air Kali Odo. FOTO:UNGARANEWS

PUNCAK-MEDIA.COM. TUNTANG- Pemerintah Desa Gedangan Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, berupaya menjadikan keunikan dan keindahan alam lingkungan desa menjadi lokasi wisata.

Kali Odo yang berada di Dusun Karang Nongko menjadi salah satu daya Tarik karena kejernihan airnya justru terjadi saat memasuki musim kemarau. Sedangkan pada saat musim penghujan malah tidak mengalir atau mati.

“Keunikan ini yang menarik pengunjung lokal untuk sekadar keceh atau berenang di aliran sungai berair jernih dan berarus tenang itu,” ujar Kepala Desa Gedangan, Darodji di sela-sela mendampingi Bupati Semarang mengikuti sadranan Sumber Mas Kali Odo, kemarin.

Dijelaskan, setiap memasuki musim kemarau, air mulai keluar dari mata air di hulu sungai. Saat itu pula, warga dusun menggelar selamatan menghidangkan puluhan nasi tumpeng. Acara yang dikenal dengan tradisi sadranan itu diisi doa para tokoh agama. Baca Juga: Arak-arakan Gunungan Hasil Bumi Meriahkan Merti Desa Wisata Kemetul

“Tujuan sadranan untuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang mengalirkan air alami dari sumber mas Kali Odo,” jelasnya.

Diakui, sebelum pandemi Covid-19, banyak wisatwan dari wilayah sekitar desa dan luar Kabupaten Semarang banyak berdatangan. Setiap hari yang berkunjung bisa mencapai 100 lebih orang.

“Tak hanya itu, air dari Sumber Mas Kali Odo itu juga digunakan untuk mengairi tak kurang dari 50 hektar sawah warga,” tambahnya.

Menurut Darodji, areal persawahan itu terbentang di tiga desa, Gedangan, Rowosari dan Sraten. Baca Juga: Pertahankan Tradisi dan Kelestarian Lingkungan, Desa Lerep Raih Penghargaan Desa Wisata Berkelanjutan

Bupati H Ngesti Nugraha yang hadir dalam acara sadranan Desa Gedangan menebar seratusan bibit ikan nila di dekat sumber mata air Kali Odo. Dia mendukung kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Dusun Karang Nongko mengembangkan potensi Kali Odo menjadi tujuan wisata. Sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat.

“Kita berharap warga tetap berupaya untuk menggerakkan ekonomi daerah meski di masa pandemi,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pariwisata Dewi Pramuningsih.

Kepala Seksi Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata, Taufik Haryanto menambahkan pengembangan tujuan wisata Kali Odo dilakukan inntensif sejak tiga tahun lalu.

“Pada tahun 2020 lalu telah mendapatkan bantuan dana pengembangan dari Pemprov Jateng senilai Rp 100 juta. Disparta Kabupaten Semarang terus melakukan pembinaan kepada para pengelola wisata air itu,” ungkapnya. (abi/tm)

Kesimpulan

Dari artikel di atas kami sengaja memberikan informasi dengan fakta yang sebenar-benarnya agar pembaca situs ini mencermati informasi yang kami sajikan dengan cersa. semoga artikel ini bermanfaat bagi saya dan anda semua.

Note

Artikel ini di ambil dari beerbagai Sumber, dan kami merangkum kembali dengan di tulis ulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *