Kabupaten Semarang Siap Hadapi Kemarau, 77 Dusun Rawan Kekeringan

Kabupaten Semarang Siap Hadapi Kemarau, 77 Dusun Rawan Kekeringan

Diposting pada

PUNCAK-MEDIA.COM: Kabupaten Semarang Siap Hadapi Kemarau, 77 Dusun Rawan Kekeringan, Seperti biasanya kami sebagai media yang ingin membuat perubahan dengan realnya informasi yang kami liput ini agar merangkum berita dengan sebenar-benarnya, agar kita sebagai masyarakat tidak salah membaca berita.

Pada kali ini Kami akan memberikan informasi terhangat dengan judul di bawah ini:

Kabupaten Semarang Siap Hadapi Kemarau, 77 Dusun Rawan Kekeringan

Upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2021 tingkat Kabupaten Semarang di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Senin (26/4/2021) pagi. FOTO:UNGARANNEWS

PUNCAK-MEDIA.COM. UNGARAN BARAT- Bupati Semarang H Ngesti Nugraha memimpin upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2021 tingkat Kabupaten Semarang di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Senin (26/4/2021) pagi.

Upacara diikuti Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Heru Subroto bersama staf dan pegawai BPBD serta puluhan relawan. Dalam kesempatan ini disiapkan alat-alat penanganan bencana termasuk alat berat sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Bupati Ngesti Nugraha menyampaikan penghargaan kepada seluruh OPD dan relawan yang telah berperan aktif membantu penanganan bencana alam di Kabupaten Semarang.

Terkait persiapan Pemkab Semarang mengantisipasi bencana kekeringan dan kebakaran, Bupati menegaskan pihaknya telah menyiapkan anggaran bantuan dan memetakan desa-desa wilayah yang berpotensi terjadi bencana. Penanganan bencana akan dilakukan secara terpadu dengan pihak-pihak terkait.

“Memasuki musim kemarau waspada bencana kekeringan dan kebakaran. Kita sudah siapkan kebutuhan-kebutuhannya, sehingga jika ada permintaan bantuan kita siap mengirim,” ujarnya kepada wartawan seusai upacara.

Disinggung penanganan penyebaran Virus Covid-19, Bupati Ngesti Nugraha memastikan tetap berkomitmen tinggi menyiapkan langkah strategis. Diantaranya menggerakkan satgas Jogo Tonggo hingga ke tingkat RT/RW.

Selain itu pembelajaran tatap muka di sekolah juga dilarang serta pengetatan pengawasan para pemudik yang nekad pulang kampung.

“Kita kosentrasi penuh melakukan pengawasan orang-orang yang mudik. Meski ada larangan masih saja ada yang mudik. Aturan prokes dan karantina kita berlakukan agar tidak terjadi klaster Covid-19 di desa,” jelasnya.

Upaya mencegah pandemi Covid-19 pihaknya juga telah membagikan masker dan hand sanitizer kepada para pedagang pasar untuk menekan potensi penyebaran virus.

Kalakhar BPBD Heru Subroto mengatakan dari 19 kecamatan sebanyak 14 masuk kategori rawan kekeringan. Untuk itu, BPBD telah menyiapkan bantuan air bersih jika warga disana mengalami kesulitan air bersih.

“Kita siapkan bantuan air bersih sebanyak 163 tanki berisi masing-masing lima ribu liter. Jumlah itu bisa ditambah sesuai kebutuhan,” terangnya seusai upacara.

Dijelaskan lebih lanjut, sebanyak 77 dusun di 33 desa yang tersebar di 14 kecamatan termasuk sangat rawan kekeringan. Diantaranya terjadi di dusun / Desa Rogomulyo Kaliwungu, Dusun Pungkruk dan Getas Kombang Pringapus dan Dusun Kropoh Desa Gogodalem Bringin.

“Bantuan air bersih juga didukung dari Pemprov Jateng serta partisipasi perusahaan swasta,” pungkasnya. (abi/tm)

Kesimpulan

Dari artikel di atas kami sengaja memberikan informasi dengan fakta yang sebenar-benarnya agar pembaca situs ini mencermati informasi yang kami sajikan dengan cersa. semoga artikel ini bermanfaat bagi saya dan anda semua.

Note

Artikel ini di ambil dari beerbagai Sumber, dan kami merangkum kembali dengan di tulis ulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *