Apa Itu Natto dan Cara Benar Makannya Agar Jadi Tak Menyengat

Apa Itu Natto dan Cara Benar Makannya Agar Jadi Tak Menyengat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pernahkah Anda makan natto? Kalau belum, Anda mungkin pernah melihat sebuah tayangan anime atau film Jepang yang menawarkan tokoh utamanya menyantap makanan mirip biji kedelai yang lengket. Nah, itulah yang disebut natto.

Melihat karakter anime atau film Jepang yang menyantap natto mungkin membuat Anda ngiler dan ingin mencobanya. Kalau iya, sebaiknya pahamilah dulu apa itu natto sebelum Anda mencobanya.
Apa Itu Natto?

Natto ialah makanan khas Jepang. Kalau Indonesia punya tempe dan tahu, Jepang punya natto yang sama-sama terbuat dari fermentasi biji kedelai. Proses pembuatan natto meliputi tahap perendaman, pemasakan, inokulasi dengan starter, dan inkubasi selama 48 jam.

Bacaan Lainnya

Meski terdengar asing di indera pendengaran, natto sebenarnya makanan yang sangat populer di Jepang. Makanan ini memiliki aroma khas mirip keju, tetapi lebih menyengat, berwarna cokelat, dan bertekstur lengket.

Bagi Anda yang belum pernah mencobanya mungkin akan kaget dengan rasanya ketika suapan pertama. Orang Jepang biasa menyantapnya untuk sarapan dan dinikmati bersama sup miso serta nasi. Sejarah Natto

Ada beberapa versi yang menjelaskan sejarah penemuan natto.

1. Prajurit Kota Mito

Salah satu cerita populer dalam sejarah natto ialah terkait sekelompok prajurit dari Kota Mito. Dahulu kala, ada komandan militer bernama Minamoto no Yoshiie dan pasukannya yang tinggal di bagian timur laut prefektur dekat Kota Mito pada 1083.

Mereka biasa merebus kedelai sebagai pakan kuda. Agar mudah disimpan dan dibawa, kedelai tersebut dibungkus dengan jerami padi. Namun, kedelai tersebut malah terfermentasi ketika wadahnya dibuka. Alhasil teksturnya menjadi lengket dan berserabut.

Para prajurit yang penasaran lantas mencoba dan menikmati fermentasi kedelai tersebut yang tak disangka rasanya enak. Mereka lantas memberikannya kepada sang jenderal, Minamoto no Yoshiie. Jendral Minamoto no Yoshiie pun menyukainya dan menyebut makanan ini dengan nama ‘natto’, berasal dari frasa Jepang yang adalah ‘kacang untuk umum’.

Baca Juga :  Spin Diamond FF Gratis Dari Google Asli 99999 Gratis Terbaru 2022

2. Pangeran Shotoku

Ada juga cerita lain yang mengatakan bahwa natto sudah ada sebelum abad ke-7. Dalam cerita ini, Pangeran Shotoku (574-622 M) disebut sebagai orang yang berjasa menemukan natto.

Meski begitu, proses penemuannya pun seperti mirip cerita sebelumnya yang bermula dari ketidaksengajaan membungkus kedelai rebus dengan jerami. Sebab Shotoku adalah penganut Budha yang taat, natto lantas disajikan sebagai komponen inti dalam makanan vegan untuk umat Budha.

3. Dinasti Zhou

Terakhir, ada versi yang mengatakan bahwa beberapa sejarawan menyebut sudah ada fermentasi kedelai seperti natto yang ada selama Dinasti Zhou Tiongkok di Jepang (300 SM-300 M). Intinya, makanan ini diyakini sudah ada semenjak di Jepang semenjak lama. Kandungan Gizi Natto

Natto yang adalah akibat fermentasi kacang kedelai dikenal sebagai makanan yang cukup bergizi. Lantas, apa saja kandungan gizi yang dimiliki natto?

Energi: 211 kkal

Protein: 19,4 gram (gr)

Lemak total: 11 gr

Karbohidrat: 12,7 gr

Serat: 5,4 gr

Kalsium: 217 miligram (mg)

Zat besi: 8,6 mg

Magnesium: 115 mg

Fosfor: 174 mg

Kalium: 729 mg

Zinc: 3,03 mg

Mangan: 1,53 mg

Vitamin C: 13 mg

Tiamin (Vitamin B1): 0,16 mg

Riboflavin (Vitamin B2): 0,19 mg

Piridoksin (Vitamin B6): 0,13 mg

Vitamin K: 23,1 mikrogram (mcg) Cara Makan Natto yang Benar

Orang Jepang sudah terbiasa makan natto, bahkan dijadikan sebagai sarapan. Namun, bagi yang belum terbiasa dengan teksturnya yang cukup berlendir, mungkin akan terasa aneh.

Cara makan natto tak mampu asal-asalan. Ini penting kalau Anda tak ingin aroma natto terlalu menyengat dan malah membuat selera makan hilang. Berikut cara benar makan natto yang mampu Anda coba.

Baca Juga :  Untuk mencari atau menentukan luas sebenarnya suatu daerah Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan?

1. Aduk dengan Sumpit

Ketika membuka wadah natto, Anda perlu berhati-hati sebab cukup berlendir dan lengket. Setelah dibuka, Anda mampu aduk natto dengan sumpit agar tercampur rata.

Dianjurkan mengaduk natto searah jarum jam sebanyak 50 kali. Ini dilakukan agar lender natto menjadi putih, kental, dan berbusa. Namun, jangan berlebihan. Sebab semakin lama natto diaduk akan semakin lengket dan kaku serta aromanya bakal makin kuat.

2. Campur dengan Kecap Asin dan Mustard

Biasanya, ada kecap asin dan mustard ala Jepang di kemasan natto yang Anda beli. Dua saus tersebut mampu Anda tambahkan pada natto agar aroma dan rasanya menjadi lebih enak.

Setelah menambahkan dua saus tersebut, jangan lupa mengaduknya kembali agar semua bahan tercampur rata. Jadi, ini mampu dilakukan bergantian sembari melakukan tahap pertama saat mengaduk natto dengan sumpit.

3. Sajikan Natto dengan Benar

Penyajian natto juga cukup berpengaruh agar jadi tak menyengat. Sejatinya, natto mampu dimakan eksklusif atau ditambahkan dengan kondimen lain.

Namun, kalau tak suka aromanya yang menyengat, Anda mampu menikmatinya bersama nasi atau sup miso. Selain itu, Anda juga mampu menggunakan natto sebagai isian roti panggang atau campuran omelette. Manfaat Natto untuk kesehatan

Mirip sudah disinggung sebelumnya, natto memiliki banyak kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Meski aroma dan rasanya cukup menyengat, natto punya beragam manfaat untuk kesehatan.

1. Melancarkan Pencernaan

Makanan fermentasi ini kaya akan probiotik yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat yang hidup di saluran pencernaan. Spesifik pada natto, bakteri yang dihasilkan ialah Bacillus subtilis. Bakteri ini punya manfaat yang sama dengan probiotik terhadap usus insan. Jadi, bakteri pada natto juga mampu membuat Anda terhindar dari banyak sekali persoalan pencernaan, mirip sembelit, diare, sampai penyakit Crohn.

Baca Juga :  Download Mod BUSSID Motor Keren Dan Terbaru 2020

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan nutrisi dalam natto, termasuk probiotik mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin B6, dan zat besi dalam natto juga menjadi nutrisi penting untuk melindungi tubuh dari banyak sekali penyakit yang akan terjadi radikal bebas.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Natto mengandung serat, probiotik, dan vitamin K2 yang dapat menjaga kesehatan jantung. Ada juga enzim nattokinase yang mampu menurunkan dan menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Kandungan lemak pada natto juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Ad interim, vitamin K2 dapat mencegah penumpukan kalsium di arteri yang mampu berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.

4. Memperkuat Tulang

Kandungan kalsium dan vitamin K2 pada natto berfungsi untuk menjaga kepadatan dan kesehatan tulang. Mengonsumsi lebih banyak natto disebut dapat memperlambat pengeroposan tulang dan mengurangi risiko patah tulang yang akan terjadi pertambahan usia.

5. Menjaga Kesehatan Otak

Mengonsumsi natto diyakini mampu memelihara kesehatan dan fungsi otak. Ini disebabkan kandungan probiotik pada natto yang dapat mengurangi stres, cemas, depresi, gangguan obsesif kompulsif (OCD), serta membantu Anda meningkatkan daya ingat.

6. Menurunkan Berat Badan

Natto juga mampu masuk ke dalam makanan diet untuk menurunkan berat badan Anda. Menjadi sumber probiotik, natto dapat membantu Anda membakar lebih banyak kalori. Ad interim, kandungan serat di dalam natto mampu membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya Sekolah Jepang Larang Rambut Siswi Dikuncir Kuda, Kenapa?

(hsy/hsy)

puncak-media.com