Kita boleh menyembelih hewan kurban dengan segala senjata tajam kecuali

tirto.id – Hewan ternak adalah binatang yang halal dikonsumsi umat Islam. Berkaitan dengan hal itu, Islam mengatur mengenai ketentuan menyembelih hewan tersebut sesuai syariat. Lantas, apa doa, adab, dan adat penyembelihannya agar daging hewan berkah dan pengonsumsinya menuai pahala di sisi Allah SWT?

Secara umum, ajaran Islam menyatakan bahwa setiap hewan yang dikonsumsi (kecuali ikan dan belalang) harus disembelih dengan baik dan benar. Binatang ternak yang tidak disembelih sesuai syariat atau tidak disebut nama Allah ketika disembelih terlarang dikonsumsi.

Hal itu tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Al-An’am ayat 121:

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan … ” (QS. Al-An’am: [6]: 121).

Menyembelih hewan yang benar ialah dengan memutuskan saluran napas dan saluran makanan beserta urat nadi pada leher hewan dengan senjata tajam, selain gigi atau tulang.

Penyembelihan hewan dapat dilakukan dengan dua cara: tradisional atau mekanik (modern). Penyembelihan tradisional ialah menggunakan cara sederhana, misalnya pisau atau parang tajam.

Ad interim itu, penyembelihan secara mekanik ialah menggunakan mesin pemotong hewan. Biasanya, penyembelihan mekanik atau modern dilakukan di pabrik atau perjuangan peternakan besar untuk mempersingkat waktu.

Bagaimanapun adat penyembelihannya, ketentuannya harus sesuai syariat Islam agar daging binatang ternak itu halal dikonsumsi.

Dalam Islam, ketentuan menyembelih hewan terbagi menjadi empat, yakni ketentuan orang yang menyembelih, ketentuan hewan yang akan disembelih, ketentuan alat yang digunakan untuk menyembelih, dan adat ketika penyembelihan tersebut.

Baca juga:

  • Cara Menyembelih Ayam agar Halal untuk Dikonsumsi Menurut Islam
  • Umur Minimal Kambing Kurban, Syarat, Tata Cara Menyembelih dan Doa

A. Ketentuan Orang yang Menyembelih Hewan

Berikut ini sejumlah ketentuan bagi penyembelih hewan yang harus terpenuhi:

1. Penyembelih beragama Islam atau ahli kitab

Baca Juga :  Bokeh Museum Asli Full Album No Sensor Video 18++ Terbaru Gratis 2022 – P-Media

Penyembelih hewan harus beragama Islam atau ahli kitab. Dalam hal ini, ahli kitab yang dimaksud ialah orang-orang beragama Nasrani (Kristen dan Protestan) serta Yahudi.

Selain dari ahli kitab, penganut agama lainnya tidak halal dimakan sembelihan mereka. Hal itu tergambar dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 5:

“Makanan [sembelihan] Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka,” (QS. Al-Maidah [5]:5)

2. Penyembelih ialah orang yang berakal

Orang yang menyembelih hewan tersebut dalam kondisi berakal, tidak gila, mabuk, atau dalam keadaan lingling.

3. Penyembelih ialah orang yang sudah balig atau tamyiz

Orang yang menyembelih hewan ialah sosok yang sudah mampu membedakan hal baik dan buruk atau tamyiz. Alangkah lebih baik lagi, ia sudah balig.

4. Penyembelih harus menyembelih dengan sengaja

Sosok penyembelih melakukan sembelihan dengan sengaja, bukan dalam keadaan mabuk atau kondisi terpaksa.

5. Penyembelih harus menyebut nama Allah SWT saat menyembelih

Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-An’am ayat 121 di atas, penyembelih harus menyebut nama Allah SWT saat menyembelih.

Untuk kesempurnaan penyembelihan, ia dianjurkan membaca doa menyembelih hewan sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bacaan latinnya: “Bismillahi wallahu akbar”

Adalah: “Dengan nama Allah dan Allah itu Maha Besar,” (HR. Muslim)

B. Ketentuan Hewan yang Disembelih

Ketentuan hewan yang disembelih haruslah dalam keadaan hidup, serta hewan itu tergolong hewan yang halal dikonsumsi.

1. Hewan dalam keadaan masih hidup

Hewan yang disembelih harus dalam kondisi hidup dan belum menjadi bangkai.

Kalau seseorang menemukan hewan yang terluka, tercekik, terpukul, terjatuh, ditanduk oleh hewan lain atau yang diserang hewan buas, tetapi hewan tersebut belum mati, dianjurkan untuk segera menyembelihnya sehingga hewan tersebut hukumnya halal dimakan.

“Diharamkan bagimu [memakan] bangkai, darah, daging babi, dan [daging] hewan yang disembelih bukan atas [nama] Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam hewan buas, kecuali yang sempat kamu sembelih,” (QS. Al-Māidah [5]:3).

Baca Juga :  Apakah yang dimaksud dengan seni rupa 3 dimensi?

2. Hewan tersebut termasuk jenis hewan yang halal

Hewan yang akan disembelih harus hewan yang masuk kategori hewan halal, baik dari segi zatnya (bukan anjing, babi, dan sebagainya) atau cara memperolehnya (bukan akibat curian atau taruhan judi).

Dalam hal ini, apabila hewan itu ialah hewan haram, meskipun sudah mengikuti adat penyembelihan yang benar tetap haram dikonsumsi.

C. Ketentuan Alat yang Digunakan Menyembelih

Ketentuan selanjutnya yang perlu diperhatikan ialah alat-alat yang akan digunakan menyembelih. Setidaknya, alat yang dipakai menyembelih hewan ternak mesti dalam kondisi tajam dan tidak terbuat dari tulang, kuku, atau gigi.

1. Alat tajam dan dapat melukai

Alat yang tajam dimaksudkan agar hewan tidak terlalu tersiksa dan memudahkannya untuk mati. Islam mengajarkan agar kita memperlakukan hewan dengan baik, termasuk saat menyembelihnya.

Alat yang tajam biasanya terbuat dari besi, baja, bambu, atau alat apa pun yang mampu ditajamkan, kecuali tulang, kuku, atau gigi.

2. Nir terbuat dari tulang, kuku, atau gigi

Alat yang digunakan menyembelih tidak terbuat dari tulang, kuku, atau gigi. Hal itu tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Raft’ bin Khadis bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Segala sesuatu yang mengalirkan darah dan disebut nama Allah SWT ketika menyembelihnya, dibolehkan untuk dikonsumsi, dengan ketentuan alat yang digunakan bukan gigi dan kuku,” (H.R. Bukhari).

D. Ketentuan Proses Menyembelih

Yang patut diperhatikan dalam proses penyembelihan ialah hal-hal yang disunahkan dan dimakruhkan selama menyembelih hewan ternak.

Selain itu, agar proses penyembelihan menjadi sah, ketentuan yang harus dipenuhi ialah sebagai berikut.

  • Penyembelihan dilakukan pada bagian leher hewan.
  • Saat menyembelih, pastikan sudah memotong dan memutuskan tenggorokan (saluran pernafasan), saluran makanan, dan dua urat leher yang ada di tenggorokan.
Baca Juga :  Pramugari Pilot Lion Air Viral, Ini Dia Link Video Penggerebekannya!

Selanjutnya, ada juga beberapa sunah dalam penyembelihan hewan, yaitu:

  • Mengasah alat menyembelih setajam mungkin.
  • Hewan yang disembelih diihadapkan ke kiblat, digulingkan ke sebelah kiri rusuknya, supaya mudah bagi orang yang menyembelihnya.
  • Menyembelih pada bagian pangkal leher hewan. Hal itu dimaksudkan agar mempercepat proses kematian binatang yang disembelih.
  • Mempercepat proses penyembelihan agar hewan tidak tersiksa.

Ad interim itu, hal-hal yang dimakruhkan dalam proses penyembelihan ialah sebagai berikut:

  • Menyembelih dengan alat tumpul.
  • Memukul hewan sebelum disembelih.
  • Mulai menyembelih dari bagian belakang leher.
  • Memutuskan leher hewan atau mengulitinya sebelum benar-benar mati.

Tata Cara dan Adab Menyembelih Hewan Ternak

Berikut ini adab-adab dan adat menyembelih hewan sesuai syariat Islam:

  1. Menyiapkan lubang penampung darah.
  2. Hewan yang akan disembelih sebaiknya dihadapkan kiblat. Posisikan lambung kiri hewan berada di bawah.
  3. Pegang kaki hewan kuat-kuat atau diikat. Kepala hewan, khususnya bagian leher diarahkan kawasan penampung darah yang sudah disiapkan.
  4. Berniat menyembelih dan membaca basmalah dan takbir (doa menyembelih hewan di atas).
  5. Mulai menyembelih hewan hingga tenggorokan, saluran makanan, dan urat lehernya terputus.

Adab dan adat pembelihan hewan di atas berdasarkan hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik:

“Nabi SAW berkurban dengan dua ekor domba yang warna putihnya lebih dominan dibanding warna hitamnya, dan bertanduk, beliau menyembelih domba tersebut dengan tangan beliau sendiri sambil menyebut nama Allah dan bertakbir dan meletakkan kaki beliau di atas rusuk domba tersebut,” (H.R. Bukhari).

Baca juga:

  • Iduladha 2019: Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban
  • Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2020 Ketika Pandemi

Baca juga
artikel terkait
KETENTUAN PENYEMBELIHAN HEWAN
atau
goresan pena menarik lainnya
Abdul Hadi

(tirto.id – hdi/hdi)


Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom

Subscribe for updates
Unsubscribe from updates

Pos terkait