Air dengan suhu 30 derajat celcius akan diukur menggunakan termometer X

Ada banyak banyak macam teknik vokal, namun 5 macam teknik vokal dalam bernyanyi ini menjadi patokan secara umum. Apakah ketika ini kau ingin belajar teknik vokal dalam bernyanyi? MuSigPro telah …

Kunci jawaban materi kelas 6 SD tema wirausaha, apa saja perbedaan formulir pendaftaran dan formulir ujian. (Foto oleh Kindel Media dari Pexels) Bobo.id – Kali ini kita sudah hingga di …

Bacaan Lainnya

Lihat Foto KOMPAS/AMANDA PUTRI Biji dan bunga pala dijemur warga Desa Gamtala, Kecamatan Jailolo, Maluku Utara, Sabtu (18/5/2013). Rempah-rempah mirip pala dan cengkeh adalah produk utama yang …

Promosi ialah salah satu cara yang kerap digunakan oleh para pelaku perjuangan untuk mendorong angka penjualan bisnisnya. Acapkali kali seorang pelaku perjuangan menarik minat calon pembeli potensial untuk …

Hair Removal Treatment di ZAP tidak menawarkan akibat instant. Perubahan akan terlihat dalam 2 hingga 3 minggu setelah perawatan. Maka tumbuhnya rambut segera (satu hari) setelah perawatan ialah …

Kreatifitas adalah memimikirkan sesuatu, kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. …

apa dong bantu jawab kak???? ​ Sebutkan tingkatan pembagian terstruktur mengenai pengunjung berdasarkan kemampuan Cara merubah bentuk dan rasa makanan khas kawasan dari yang kurang menarik menjadi lebih …

Ilustrasi Alam (Photo by Simon Berger on Unsplash)Bola.com, Jakarta Sumber daya alam ialah sesuatu yang ditemukan di alam, mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan dan kepentingan hidup insan sehingga …

Ilustrasi. (Foto: Youtube.com) KBR, Jakarta – Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama merayakan 91 tahun kelahiran pada 31 Januari 2017 lalu. Dalam beberapa tahun ini, jumlah warga …

3 dari 3 halaman © Foto : Shutterstock Ancaman bagi para pengumpat yang tidak mampu menghindari sifat-sifat buruk yang terkandung dalam surat al humazah. Sifat-sifat mirip mengumpat, mencela dan …

Jakarta – Menjalin silaturahmi sebetulnya ialah hal yang biasa dilakukan umat Islam pada lingkungan terdekatnya. Berbakti pada orang tua serta menjalin relasi baik dengan saudara dan kerabat …

Kita acapkali kali mendengar istilah de facto dan de jure. Beberapa di antara kita mungkin paham bahwa itu ialah kata dari Bahasa Latin. Istilah ini umum digunakan di dunia hukum, sejarah, filsafat …

De jure (dalam bahasa Latin Klasik: de iure) ialah ungkapan yang berarti berdasarkan (atau menurut) hukum, yang dibedakan dengan de facto, yang berarti pada kenyataannya (fakta). Istilah de jure …

Pengertian Kalimat Tak berbentuk, Karakteristik, Kata, Sifat, Manfaat, Fungsi dan Model ialah rangkuman dari isi goresan pena dalam format yang sangat singkat atau dengan kata lain penyajian atau gambaran ringkas yang …

Sebutkan 3 bentuk kerja sama Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara di masa globalisasi ini …. Thea Arnaiz Selasa, 21 September 2021 | 12:45 WIB Kunci jawaban materi kelas …

Seorang guru sedang mendampingi belajar siswa-siswanya. KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan multikultural adalah suatu bentuk reformasi pendidikan yang bertujuan untuk menawarkan kesempatan …

Bunyi.com – Kebutuhan terhadap AC (Air Conditioner) sehari-hari adalah hal yang wajar di Indonesia mengingat iklim Indonesia yang tropis dan bersuhu tinggi. Maka dari itu tips penggunaan AC yang …

Lihat Foto KOMPAS.com/RENI SUSANTI Siswa SMK Bakti Karya Parigi, Pangandaran, Jawa Barat, berasal dari banyak sekali suku di Indonesia. Selama tiga tahun, mereka hidup dalam keberagaman. KOMPAS.com – …

KOMPAS.com – Setiap insan memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab. Hak dapat diperoleh setelah melakukan kewajiban sesuai tugasnya. Dalam pelaksanaan hak dan kewajiban, sikap tanggung …

oleh: Dr. Patrialis Akbar, SH. MH. Pendahuluan Salah satu tuntutan yang paling mendasar dalam gerakan reformasi 1998 ialah pembenahan sistem hukum yang kemudian menghasilkan adanya 4 (empat) kali …

Dalam percakapan sehari-hari, teman-teman absolut tidak asing lagi
dengan istilah “panas” dan “dingin”. Setiap benda mempunyai tingkat (derajat)
panas tertentu, tingkat panas itu dapat bertambah atau berkurang. Taraf panas
benda akan naik kalau benda itu dipanaskan dan akan turun kalau didinginkan.
Taraf atau derajat panas disebut dengan suhu, benda panas dikatakan
bersuhu tinggi, sedangkan benda dingin dikatakan bersuhu rendah.

Alat untuk mengukur tingkat panas suatu benda yaitu Thermometer,
tingkat panas benda dinyatakan dalam satuan derajat (o).
Thermometer berupa tabung kaca berskala yang di dalamnya diisi zat cair. Zat
cair yang banyak digunakan sebagai pengisi thermometer ialah raksa. Dalam hal
ini, raksa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan zat cair lain. Kelebihan
yang dimaksud ialah sebagai berikut:

1.   
Raksa tidak
membasahi dinding. Akibatnya, pembacaan skala menjadi lebih teliti, terutama
kalau suhu berubah-ubah dengan cepat.

2.   
Jangkauan
ukurannya lebar. Hal ini disebabkan interval titik beku dan titik didih raksa
lebar, raksa membeku pada suhu -390C dan mendidih pada suhu 3570C.

3.   
Raksa berwarna
gelap dan mengkilap mirip perak. Hal ini memudahkan dalam pembacaan skala.

4.   
Raksa adalah
penghantar yang baik. Dengan kata lain, raksa sensitif terhadap perubahan suhu
sehinggaperubahan suhu yang kecil pun dapat diketahui

5.   
Pemuaian pada
raksa teratur.

Selain raksa,
zat cair yang juga acapkali digunakan untuk mengisi thermometer ialah alkohol.
Termometer alkohol dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah, hal
ini disebabkan titik beku alkohol mencapai -1150C. Namun, termometer
alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu tinggi. Hal ini disebabkan
pada suhu 780C alkohol mendidih. Kelemahan yang lain ialah alkohol
tidak berwarna dan membasahi dinding kaca sehingga mempersulit pembacaan skala.

Baca Juga :  3 Fakta Sepatu Roda yang Kini Jadi Olahraga Viral

Untuk mengukur suhu, temometer diberi skala. Ada empat skala
termometer yang banyak diginakan, keempat skala tersebut ialah skala Celcius,
Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin. 

Perbandingan panjang skala Celsius (C), Reamur (R), dan Fahreinheit (F) ialah 

C: R:F = 100:80:180

Setiap zat terdiri atas molekul-molekul,
molekul-molekul itu selalu dalam keadaan bergerak. Energi gerak setiap molekul
akan bertambah kalau suhunya naik, akibatnya Puncak-media.com gerak molekul makin luas.
Makin luasnya Puncak-media.com gerak molekul itulah yang menyebabkan benda memuai. Jadi,
pada umumnya benda akan memuai kalau dipanaskan. Sebaliknya kalau suhunya turun,
energi gerak molekul juga turun. Akibatnya Puncak-media.com gerak molekul makin sempit,
menyempitnya Puncak-media.com gerak molekul itu menyebabkan benda menyusut. Jadi, pada
umumnya benda akan menyusut kalau suhunya turun.

a.    Pemuaian Zat Padat

Pemuaian yang terjadi pada zat padat ada
tiga kemungkinan, yaitu muai panjang, muai luas, dan muai volume. Muai panjang
terjadi pada benda yang bentuknya batang (memanjang), sebenarnya pada benda
yang berbentuk batang juga terjadi muai luas dan muai volume. Namun, kedua
macam muai tersebut terlalu kecil dibandingkan dengan muai panjang.

            Pada benda yang berbentuk lempeng (datar), yang terjadi ialah pemuain
luas. Dalam hal ini, berlaku rumus :

Berdasarkan tabel diatas, udara memiliki muai
panjang besar. Hal ini mengakibatkan udara sangat mudah mengembang sebab
kenaikan suhu dan menyusut sebab penurunan suhu. Contohnya ialah balon yang
ditiup, kemudian dipanaskan pada terik matahari. Setelah beberapa ketika, balon
akan meledak sebab tekanan udara yang ada di dalamnya memuai.

1)      Sambungan rel kereta
harus diberi celah. Celah ini disediakan untuk memuai sehingga rel tidak
membengkok (melengkung). Selain itu, sambungan rel dapat juga dibuat secara
bertautan.

2)      Pada salah satu ujung
jembatan besi harus dipasang roda-roda. Dengan roda-roda itu, pemuaian besi
pada jembatan tidak terhalang oleh dinding penopang. Dengan demikian, jembatan
tidak akan melengkung.

3)      Pemasangan kawat
telepon dibuat kendur. Dimaksudkan agar kawat tersebut tidak putus saat
menyusut pada ketika udara dingin.

4)      Gelas yang dituangi
air mendidih dengan tiba-tiba akan retak, bahkan kadang-kadang pecah. Hal ini
disebabkan bagian dalam gelas memuai lebih cepat dari pada bagian luarnya.
Disparitas kecepatan pemuaian itu terjadi sebab gelas bukan konduktor yang
baik.

b.    Pemuaian Zat Cair

Perhatikan pada ketika
teman-teman memasak air. Kalau sebuah cerek yang berisi penuh dengan air dipanaskan,
mula-mula air tidak tumpah. Akan tetapi, setelah mendidih, air itu tumpah.
Tumpahnya air dari cerek pertanda bahwa air pada ketika itu lebih besar dari
volume cerek. Hal ini berarti pemuaian air lebih besar daripada volume cerek.

Koefisien muai pada tekanan tetap pertama kali diteliti oleh Gay Lussaac.
Selain itu, dia juga berhasil merumuskan bahwa untuk gas ideal, relasi antara
volume gas pada tekanan tetap dan suhu bersifat linear.

Pada volume tetap, tekanan gas bergantung pada suhunya. Dalam hal ini,
gas dikatakan mengalami tekanan. Besar koefisien muai tekanan gas sama dengan
koefisien muai volume gas. Dengan demikian, gas pada volume tetap dirumuskan :

Coba cermati peristiwa sehari-hari yang acapkali
teman-teman lihat dan alami. Misalnya ketika memegang salah satu ujung batang
besi yang dipanaskan, tangan teman-teman akan ikut mencicipi panas. Berdasarkan
peristiwa tersebut, apakah definisi kalor menurut teman-teman?

Pada awalnya orang memahami kalor sebagai zat alir
yang tidak dapat dilihat yang dinamakan
plogiston.
Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kalor dapat berpindah-pindah. Pemahaman
tersebut telah berubah saat Rumford (1753-1814) mengamati suatu proyek
pengeboran laras meriam. Berdasarkan akibat pengamatannya, suatu mata bor besi
dalam keadaan tumpul tetap menghasilkan kalor. Pada keadaan tersebut, air
pendingin yang digunakan ketika pengeboran tetap mendidih dan menguap.
Berdasarkan fakta itu, Rumford berpendapat bahwa kalor adalah suatu bentuk
energi, bukan suatu zat alir. Selanjutnya apandangan Rumford dikembangkan oleh
Joule.

Prinsip percobaan Joule ialah mengaduk air
menggunakan energi beban yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu. Beban itu
digantungkan pada sebuah tali yang dililitkan pada sumbu roda sudu. Roda sudu
berada dalam bejana yang berisi air yang disebut kalorimeter. Setelah dilakukan
berulang-ulang, ternyata suhunya naik. Apabila kalor adalah zat alir,
naiknya suhu air dalam kalorimeter sangat mengherankan sebab dalam hal ini
tidak ada peredaran kalor ke air.

Pada percobaan itu, naiknya suhu air disebabkan oleh
perputaran roda suhu. Perputaran itu terjadi sebab rosa sudu memiliki energi
kinetik (gerak). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam percobaan itu
terjadi perubahan energi kinetik menjadi panas. Panas inilah yang disebut
kalor. Jadi, kalor adalah bentuk energi, yaitu energi
panas. Secara alamiah, kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda
bersuhu rendah sampai terjadi keseimbangan termal di antara keduanya.

Selain berhasil pertanda bahwa kalor adalah
bentuk energi, Joule juga berhasil menyatakan kesetaraan antara kalori dan
satuan energi, yaitu juole (J).

1 kal = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kal

1 kkal = 4,2 X 103 joule

Kalor adalah bentuk energi. Oleh sebab itu,
kalor dapat diubah menjadi bentuk lain. Kalau teman-teman mengguncang-guncang
air dalam botol, beberapa ketika air itu menjadi hangat. Dengan kata lain, suhu
air dalam botol naik. Hal itu disebabkan energi kinetik air menjelma
kalor. Kalor juga dapat dibentuk dari energi kimia, contohnya sumber energi
kimia ialah makanan. Dalam tubuh teman-teman, energi kimia yang terkandung
dalam makanan diubah menjadi energi kinetik dan kalor (panas tubuh).

Baca Juga :  Is Jeffrey Lieberman Suspended From Twitter? Racist Tweets Wikipedia – What Did He Say?

Perubahan jumlah kalor pada suhu benda ditandai
dengan kenaikan atau penurunan suhu atau bahkan perubahan wujud benda itu. Kalau
benda mendapatkan kalor, suhunya akan naik. Sebaliknya, suhunya akan turun kalau
melepaskan kalor. Poly kalor yang diterima atau dilepaskan suatu benda
sebanding dengan besar kenaikan atau penurunan suhunya. Secara matematis,
relasi antara banyak kalor dan kenaikan suhu dituliskan sebagai berikut:

Kalor
jenis zat (c) ialah banyaknya kalor yang diharapkan oleh 1 kg zat untuk
menaikkan suhunya sebesar satu satuan suhu.

Catatan :

Kalau tidak diketahui dalam soal, kalor jenis air
diambil 4,200 J/Kg0C atau 1 kal/g 0C atau 1 kkal/kg 0C
bergantung pada satuan yang digunakan.

Setiap
benda mempunyai kemampuan menyerap atau melepas kalor. Berdasarkan hal itu,
dikenal istilah kapasitas kalor benda.
Kapasitas
kalor (C)
diartikan sebagai kemampuan benda untuk menyerap
atau melepaskan kalor tiap perubahan suhu sebesar satu satuan suhu. Secara
matematis, kapasitas kalor dituliskan :

                       kalau digabungkan
persamaan 12 dan persamaan 13terlihat bahwa C = m c.

Selain untuk menaikan suhu, kalor yang diserap zat
digunakan untuk mengubah wujud. Pada ketika berubah wujud, suhu zat tetap. Ada
perubahan wujud yang memerlukan kalor, tetapi ada juga perubahan wujud yang
melepaskan kalor. Perubahan wujud zat yang memerlukan kalor ialah menguap dan
mencair, sedangkan yang melepaskan kalor ialah mengembun dan membeku.

Perubahan wujud suatu zat bergantung pada tekanan
dan suhu, relasi antara suhu dan tekanan pada perubahan wujud dapat
dijelaskan sebagai berikut. Diagram dibawah ini menggambarkan relasi fase
padat, cair, dan gas berkaitan dengan tekanan dan suhu. Terdapat titik penting pada
diagram tersebut, yaitu triple dan titik kritik (kritis).


Titik triple
ialah suatu titik yang ditandai dengan keadaan padat, cair, dan gas terjadi
bersama-sama.
Titik kritik adalah
pertemuan suhu kritik dan tekanan kritik, suhu kritik ialah suhu maksimum agar
suatu gas dapat diubah bentuknya menjadi cair.
Tekanan
kritik
ialah tekanan maksimum agar suatu zat cair dapat
diubah menjadi gas.

Gas dan uap berbada, dimana uap dapat diubah
bentuknya menjadi cair, tetapi gas tidak dapat diubahn bentuknya menjadi cair.
Dengan kata lain, untuk mengembun gas suhunya harus di bawah suhu kritis.
Sebaliknya, untuk menguapkan cairan, tekanannya harus di bawah tekanan kritis.

a. 
Menguap
dan Mengembun

Menguap dan mengembun adalah dua proses perubahan
wujud yang saling berkebalikan.
Menguap
ialah proses perubahan wujud dari cair ke gas (uap), sedangkan
mengembun ialah proses perubahan wujud dari gas ke cair.
Setiap jenis zat memerlukan sejumlah kalor tertentu untuk menguap. Kalor yang
diharapkan untuk menguap disebut kalor uap, besar kalor uap bergantung pada
jenis zat.
Kalor uap
didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diharapkan untuk mengubah 1 kg zat
cair menjadi gas tanpa ada perubahan suhu.

Kebalikan dari menuap, pada zaat mengembun zat
melepaskan kalor. Besar kalor yang dilepaskan zat bebeda-bed, bergantung pada
jenis zat. Kalor yang dilepaskan 1 kg gas untuk mengubah seluruh wujudnya
menjadi cair tanpa ada perubahan suhu disebut
kalor
embun
.

Kalau dipanaskan, suatu zat cair itu akan mendidih
pada titik didihnya. Pada ketika itu, kalor yang diberikan tidak digunakan untuk
menaikan suhu, tetapi digunakan untuk menguap hingga seluruhnya menjadi gas
(uap). Setelah menjadi gas, kalor yang diterima digunakan untuk menaikan suhu
gas. Kalau pemanasan dihentikan, suhu gas akan turun dan akan mengembun pada
titik embunnya hingga seluruhnya berubah wujud menjadi cair. Dalam hal ini,
titik embun gas adalah titik didih zat cair. Jadi, titik didih suatu zat
sama dengan titik embunnya. oleh sebab itu,
kalor
uap zat sama dengan kalor embunnya
.

Kalor uap dan kalor embun acapkali disebut kalor laten (L), laten adalah tersembunyi. Dikatakan
demikian sebab pada ketika berlangsung perubahan wujud zat dengan menyerap atau
melepas kalor, tidak diikuti dengan perubahan suhu. Poly kalor yang
diharapkan untuk mengubah wujud suatu zat sebanding dengan massanya (m)

b.  
Melebur
dan Membeku

Melebur dan membeku adalah dua proses yang berkebalikan. Melebur
 ialah proses perubahan wujud dari
padat ke cair, sedangkan membeku ialah proses perubahan wujud dari cair
ke padat. Setiap zat akan melebur pada titik leburnya dan membeku pada titik
bekunya. Relasi keduanya dapat digambarkan secara garfik oleh gambar dibawah

Kalau dipanaskan, sebongkah es (padat) akan melebur (mencair) pada
titik leburnya (00C), hingga seluruhnya menjelma air. Selama
proses itu berlangsung, suhu es tetap. Kalau pemanasan terus dilakukan, kalor
yang diberikan digunakan untuk menaikkan suhu air. Sebaliknya, kalau pemanasan
dihentikan suhu air akan turun dan akan membeku pada titik bekunya samapi
seluruhnya berubah wujud menjadi es. Titik beku air tidak lain adalah titik
lebur es. Jadi, kalor yang diharapkan untuk membekukan 1 kg air sama dengan
kalor yang digunakan untuk meleburkan (mencairkan) 1 kg es. Dengan demikian,
secara umum dapat dikatakan kalor lebur sama dengan kalor bekunya, kalor
lebur dan kalor beku juga disebut kalor laten.

Jadi kalor yang diharapkan oleh zat bermassa m untuk menguap atau
mengembun dan melebur atau membeku dirumuskan sebagai berikut:

Benda-benda
yang berpijar senantiasa memancarkan ke Puncak-media.coman di sekitarnya. Di dekat sebuah
tungku, para pekerja di perusahaan pengolahan logam memakai pakaian pelindung.
Hal ini bertujuan untuk melindungi tubuhnya dari radiasi kalor logam yang
mencair. Kalor dapat berpindah melalui zat padat, zat cair, dan gas. Terdapat 3
jenis perpindahan kalor yaitu:

Baca Juga :  วัง น้ํา เขียว twitter & วัง น้ํา เขียว onlyfans

Kalau
teman-teman memanaskan ujung logam, beberapa ketika kemudian ujung yang lain
menjadi panas. Hal ini menawarkan bahwa pada logam terjadi perpindahan kalor.
Kalor itu merambat dari ujung logam bersuhu tinggi ke ujung logam bersuhu
rendah. Dengan kata lain, perpindahan kalor hanya dapat terjadi kalau ada
perbedaan suhu, tidak terjadi perpindahan kalor. Perpindahan kalor melalui
logam (zat padat) tidak diikuti oleh perpindahan partikel-partikel logam itu.
Perpindahan kalor mirip itu disebut konduksi. Lalu bagaimana konduksi
kalor itu terjadi?

Kalau
dipanaskan, energi kinetik partikel-partikel zat meningkat. Perlu diingat,
semua partikel zat dalam keadaan bergetar. Sebab energi kinetiknya meningkat,
partikel-partikel itu memengaruhi getaran partikel-partikel disampinya.
Akibatnya, gataran-getaran partikel itu juga makin cepat. Selanjutnya,
partikel-partikel disampinya itu juga memengaruhi getaran
partikel-partikel  disamping berikutnya.
Dalam hal ini, partikel-partikel zat berpindah. Energi kinetik partikel zatlah
yang berpindah. Besar energi kinetik sebanding dengan suhunya.

Banyaknya
kalor yang mengalir melalui bahan dengan cara konduksi bergantung pada beberapa
hal:

a.    Selisih
suhu
 antara dua ujung bahan yang ditinjau,

b.    Luas
penampang (A) bahan,

c.     Tebal
bahan (L).

d.    Selang
waktu mengalir (t),

e.    Jenis
bahan

Secara metematis, kebergantungan itu dirumuskan sebagai berikut: 

Konveksi ialah perpindahan
kalor yang terjadi sebab adanya peredaran partikel-partikel zat perantara. Dalam hal
ini, kalor mengalir bersama peredaran partikel-partikel itu. Perpindahan kalor
secara konveksi terjadi pada zat alir (fluida), yaitu air dan udara. Peredaran air
atau udara terjadi dengan dua cara, yaitu mengalir secara alami dan dialirkan
secara paksa. Oleh sebab itu, perpindahan kalor dengan cara konveksi dapat
dibedakan menjadi dua. Yaitu konveksi alami  dan konveksi paksa.

contoh
konveksi alami yaitu peredaran air secara vertikal dan terjadinya angin darat dan
angin laut, sedangkan  contoh konveksi
buatan yaitu naiknya air sebab dipompa dengan pompa air dan masuknya udara
dalam ban dengan cara dipompa.

Laju
perambatan kalor secara konveksi sebanding dengan luas kawasan yang dilalui dan
perbedaan suhu antara dua titik fluida. Secara matematis, relasi itu
dirumuskan:



























Nilai koefisien termal
ditentukan oleh bentuk dan kedudukan geometri bidang peredaran serta fluida yang
mengalir.

3.  Radiasi

Antara
bumi dan matahari dibatasi Puncak-media.com hampa. Kalor dapat berpindah melalui Puncak-media.com
hampa, hal ini terbukti sinar matahari dapat hingga bumi. Perpindahan kalor
melalui Puncak-media.com hampa dilakukan dengan cara radiasi (pancaran). Dalam hal ini,
kalor dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Jadi gelombang
elektromagnetik dapat merambat malalui Puncak-media.com hampa.

Setiap
benda panas memancarkan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik, gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan mempunyai panjang gelombang dan frekuensi
tertentu, bergantung pada suhunya. Kalau mengenai benda, gelombang
elektromagnetik mengalami tiga kemungkinan perlakuan, yaitu diserap,
dipantulkan, atau diserap sebagian dan sebagian yang lain dipantulkan. Namun,
pada umumnya kalau mengenai benda, gelombang elektromagnetik akan diserap
sebagian dan sebagian lain dipantulkan. Gelombang elektromagnetik akan diserap
semua kalau mengenai benda hitam dan akan dipantulkan semua kalau mengenai benda
mengkilap.

Benda
hitam

ialah benda yang dapat menyerap dan memancarkan gelombang elektromagnetik
dengan tepat. Menurut Stefan dan Boltzman, energi yang dipancarkan oleh
benda hitam sebanding dengan pangkat empat suhu mutlaknya (T4). Secara
matematis, dirumuskan :

















































Benda selalu membentuk
keseimbangan termal dengan lingkungannya. Kalau suhunya lebih tinggi dari pada
lingkungan, benda itu memancarkan kalor. Sebaliknya, kalau suhunya lebih rendah
daripada lingkungannya, benda akan menyerap kalor. Besar energi yang
dipancarkan atau diserap benda dirumuskan:



















D.  Asas
Black

Kalor
adalah bentuk energi, yaitu energi panas. Oleh sebab itu, pada kalor
berlaku hukum kekekalan energi kalor. Kalau dua buah benda yang suhunya
berlainan disentuhkan atau dicampur, benda yang bersuhu tinggi akan melepaskan
kalor dan benda yang bersuhu rendah akan menyerap kalor. Benyaknya kalor yang
dilepaskan sama dengan kalor yang diserap, pernyataan ini pertama kalo
dikemukakan oleh Black. Oleh sebab itu, pernyataan ini acapkali disebut asas
Black
, yang secara matematis dapat dituliskan :

Qlepas = Qserap…………………………………………………………….. 22

Berdasarkan
asas black, teman-teman dapat menentukan kalor jenis suatu zat, alat yang dapat
digunakan untuk menentukan kalor jenis zat disebut kalorimeter. Prinsip kerja
kalorimeter ialah sebagai berikut. Kalorimeter terdiri atas bejana logam yang
jenisnya telah diketahui, dinding penyekat dari isolator yang berfungsi untuk
mencegah terjadinya perambatan kalor ke lingkungan sekitar, termometer, dan
pengaduk. Bejana logam berisi air yang suhu awalnya dapat diketahui dari
termometer. Kalau sebuah bahan yang belum diketahui kalor jenisnya dirambatkan,
kemudian dimasukkan ke dalam kalorimeter dengan cepat, kalor jenis bahan itu
dapat dihitung.

Untuk
mempercepat terciptanya keseimbangan termal, bersamaan engan dimasukkannya
bahan ke dalam kalorimeter, air dalam bejana diaduk. Ekuilibrium termal
terjadi kalau suhu yang ditunjukkan oleh termometer sudah konstan. Pada ketika
terjadi keseimbangan termal itulah kalor jenis bahan dapat dihitung berdasarkan
asas Black.

Kalorimeter
juga tidak hanya digunakan untuk mengukur kalor jenis bahan logam, melainkan
dapat juga digunakan untuk keperluan lain yang berkaitan dengan kalor (jumlah
kalor). Beberapa kegunaan kalorimeter yang lain ialah untuk pertanda asas
Black, mengukur kesetaraan kalor listrik, mengukur kalor lebur, mengukur kalor
uap, dan mengukur kalor jenis ukuran.

terimakasih telah berkunjung semoga bermanfaat💓


Page 2