Gaji Rp 2,3 M per Bulan, Milenial Ini Bagi 4 Kunci Suksesnya

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Menjadi kaya sebelum tua dengan jam kerja yang singkat sepertinya telah menjadi angan-angan semata bagi banyak orang. Pasalnya, banyak pihak yang tak yakin bahwa bekerja singkat akan bisa membawa akibat yang signifikan.

Namun nyatanya hal ini telah terjadi di hidup Graham Cochrane. Ia telah berhasil menghasilkan US$ 160 ribu atau Rp 2,3 miliar per bulan. Padahal, usianya pun ketika ini belum genap 40 tahun.

Bacaan Lainnya

Semua cerita Cochrane berawal pada 2009 lalu ketika ia kehilangan pekerjaan sebagai teknisi audio. Hal ini menurutnya telah memacu pribadinya untuk kreatif agar dapat terus memenuhi kebutuhan.

Tiga belas tahun kemudian, atau tepatnya di 2022, Cochrane telah menjadi pemilik dari dua urusan ekonomi online. Urusan ekonomi pertama ialah The Recording Revolution, sebuah blog musik dan pendidikan yang menjual kursus produksi musik.

Ad interim itu, urusan ekonomi keduanya ialah kursus dan pelatihan keuangan agar dapat menghasilkan pendapatan berlebih. Urusan ekonomi ini telah digelutinya semenjak tahun 2018 lalu.

“Sekitar 2.800 orang menggunakan produk saya, dan tujuan saya adalah membantu lebih banyak wirausahawan mengembangkan bisnis online mereka sambil bekerja lebih sedikit,” ujarnya kepada puncak-media.com Make It, dikutip Senin (8/8/2022).

Meski begitu, ada beberapa hal yang dilakukan Cochrane untuk mencapai kesuksesan finansial di usia belia. Ini berkaitan dengan gaya hidupnya sehari-hari.

Berikut daftar kegiatan Cochrane sehari-harinya:

1. Memulai hari dengan relax dan kalem

Cochrane biasanya bangun jam 5 pagi untuk memenuhi kebutuhan spiritual pribadinya. Setelah bangun, biasanya ia menyeduh kopi sambil membaca Alkitab selama satu jam.

Baca Juga :  Ide Liburan Weekend: ke Pop Art Jakarta Lihat Instalasi Seni

Setelah membaca, berdoa, dan menulis jurnal, Cochrane akan membuat sarapan bersama istri dan membangunkan anak-anak. Mereka akan menghabiskan 20 sampai 30 menit untuk makan bersama di dapur sebelum Cochrane mengantar anak-anak ke sekolah pada pukul 07.30.

“Kemudian saya kembali ke kantor rumah saya, atau melakukan sesi olahraga cepat jika saya berminat,” terangnya.

2. Bekerja hanya lima jam seminggu

Cochrane bekerja hanya pada hari Senin dan Rabu. Pada Senin, ia merencanakan dan membuat video YouTube dan episode podcast. Calon pelanggan biasanya menemukan produknya lewat melalui konten online gratis ini.

“Jika mereka menyukainya, mereka dapat mendaftar ke buletin saya dan mendapatkan email tentang sumber daya gratis dan kursus online premium,” terangnya.

Ia juga menerima pendapatan pasif dari kursus. Ia juga menyebut telah merancang sistem urusan ekonomi untuk mengirim email secara otomatis sehingga sebagian besar pekerjaannya hanya untuk mempertahankan peredaran konten baru yang gratis.

“Merekam video dan podcast membutuhkan waktu sekitar dua jam. Saya juga memiliki seseorang yang mengedit dan mengunggah konten. Waktu saya yang tersisa pada hari Senin didedikasikan untuk menjawab email atau memberikan saran kepada anggota Komunitas Pelatihan Enam Angka saya,” paparnya.

“Pada hari Rabu, saya menghabiskan waktu untuk interaksi komunitas, kemudian mengadakan panggilan langsung 90 menit dengan siswa pelatihan bisnis tingkat lanjut saya.”

Selain bekerja di dua hari itu, itu terkadang juga memfilmkan pelatihan langsung untuk anggota komunitas berbayar yang telah bergabung dengannya. Ia mengatakan pekerjaan ini menambah waktu bekerjanya selama 2 jam dalam satu bulan.

3. Keluarga sebagai prioritas nomor satu

Cochrane mengaku hal yang paling penting baginya ialah keluarga. Ia menetapkan Hari Jumat dianggap sebagai “hari kencan” dengan istri dimana ia dan istrinya berolahraga, pergi makan siang, mengejar kehidupan, berbicara perihal anak-anak, dan bertemu dengan penasihat pernikahan.

Baca Juga :  Momen Jokowi Ajak Cucu Nonton Prosesi Kirab Budaya

Akhir-akhir ini, Cochrane juga mengaku fokus pada bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik saat memiliki perbedaan pendapat.

“Tidak ada pernikahan yang sempurna, dan pekerjaan yang saya lakukan dalam hubungan kami telah membuat saya menjadi suami dan ayah yang lebih baik,” jelasnya.

“Aku dan istri aku tidak pernah berkompromi untuk menjemput anak-anak dari sekolah bersama-sama. Kami ingin berada di rumah ketika mereka berada.

Cochrane menambahkan bahwa hal yang tidak mampu dinegosiasikan ialah makan malam keluarga. Ia menggambarkan keluarganya duduk untuk makan malam tanpa teknologi setiap harinya.

“Hampir setiap malam, istri aku memasak dan aku mencuci piring. Tapi kami juga makan di luar beberapa kali seminggu.

4. Gemar memberi

Cochrane dan keluarga masih tetap menghadiri gereja setiap hari Minggu. Ia juga acapkali melakukan pekerjaan sukarela dengan organisasi lokal yang membantu penduduk yang tidak memiliki rumah di kota.

Menurutnya, uang yang dihasilkannya itu sebenarnya adalah berkat Yang kuasa sehingga ia dapat menawarkan sebagian besar keuntungan untuk amal dan gereja lokal.

“Saat ini, saya dan istri saya menyumbangkan 30% dari pendapatan kami, tetapi kami berharap pada akhirnya akan memberikan 50%,” harapnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


10 Norma Ini Mampu Menghambat Kau Jadi Orang Kaya, Jauhi!

(sef/sef)


sumber : cnbcindonesia.com

Pos terkait