Jepang Eksekusi Monyet Perampok yang Suka Nyerang Warga

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Kawanan kera perampok baru-baru ini telah ditangkap dan dieksesusi oleh tim pemburu khusus di Pemerintah Kota Yamaguchi, Jepang. Monyet perampok itu dieksekusi dikarenakan telah menyerang dan melukai 50 orang di kota tersebut.

Selama hampir satu bulan, gerombolan monyet Jepang (Macaca fuscata) telah meneror kota dengan menggigit dan mencakar penduduk. Monyet-monyet itu tidak hanya menyerang orang-orang di jalanan, mereka juga belajar cara membuka pintu geser dan naik ke jendela, menurut BBC.

Bacaan Lainnya

Selama berminggu-minggu, Pemerintah Kota Yamaguchi memburu kawanan kera perampok yang menarik perhatian nasional. Dalam satu insiden, seekor kera masuk ke Puncak-media.com kelas taman kanak-kanak dan melompat ke atas seorang gadis berusia 4 tahun. Dalam insiden lain, seekor kera juga telah memanjat melalui jendela dan diduga mencoba ingin mengambil bayi.




Monyet berkeliaran di sekitar sebuah rumah di Yamaguchi, Jepang, Sabtu, 23 Juli 2022. (Twitter via AP)Foto: Monyet berkeliaran di sekitar sebuah rumah di Yamaguchi, Jepang, Sabtu, 23 Juli 2022. (Twitter via AP)

“Saya mendengar tangisan datang dari lantai dasar, jadi saya bergegas turun. Lalu saya melihat seekor monyet membungkuk di atas anak saya,” kata ayah bayi itu kepada Mainichi Shimbun Daily, mirip dilansir Guardian.

Beberapa warga mulai mempersenjatai diri dengan payung dan gunting untuk melindungi diri dari kawanan kera.

Para pemburu yang ditugaskan khusus dapat menembak salah satu kera itu dengan senjata penenang. Monyet perampok tersebut diperkirakan berusia 4 tahun dan tingginya sekitar setengah meter.

Konflik antara monyet dan insan telah meningkat di Yamaguchi selama beberapa dekade, terutama di kawasan pedesaan di mana monyet-monyet berpesta saat petani panen, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan April 2021 di jurnal Mammal Study.

Populasi monyet Jepang juga dilaporkan terus meningkat, menurut esai dalam Studi Mamalia. Spesies primata Jepang yang satu ini diklasifikasikan sebagai salah satu yang paling tidak diperhatikan oleh Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Perlindungan Alam (IUCN).

Namun, monyet-monyet ini pernah dalam ancaman kepunahan. Pada akhir abad ke-19, kira-kira setengah dari hutan Jepang, kawasan tinggal kera, hilang sebab deforestasi.

Selain hilangnya tempat asal, perburuan yang meluas mengancam populasi primata ini. Sehingga pada Perang Global II, monyet terancam di seluruh Jepang dan punah secara lokal di banyak kawasan. 

Setelah Perang Global II, Jepang melarang perburuan monyet. Tapi gerakan untuk melestarikan kera ini terbukti sedikit yang berhasil.

Perubahan demografi Jepang juga diyakini berkontribusi pada meningkatnya konflik antara monyet dan insan. Tetapi hilangnya satu anggota kera tidak menghentikan geng kera lainnya. Hampir seminggu kemudian, monyet terus mendatangkan malapetaka di Yamaguchi, menurut laporan Live Science. 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Gugusan Pekerjaan Aneh di Jepang, Mampu Digaji Sangat Tinggi

(hsy/hsy)


sumber : cnbcindonesia.com

Baca Juga :  Logo Gambar Maternal Viral Tiktok, Begini Penjelasannya