Karya seni berikut yang dapat digolongkan sebagai hasil karya seni terapan daerah setempat adalah….

Tahukah Anda apa perbedaan seni rupa murni dan seni rupa terapan ? jawabannya ialah proses penciptaan seni rupa murni lebih condong pada mulut jiwa semata, misal lukisan, sedangkan dengan seni rupa terapan proses pembautannya mempunyai tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berafiliasi :Pameran Seni Rupa

Bacaan Lainnya

Pengertian Seni Rupa Terapan

apa itu seni rupa terapan Seni rupa terapan (applied art) ialah karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang mana mengandung nilai fungsi tertentu di samping nilai seni yang dimilikinya. Fungsi karya seni rupa mampu dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis.

Seni rupa terapan juga disebut dengan nama applied art adalah seni rupa yang dibuuat untuk memenuhi sebuah kebutuhan. Jadi, karya ini lebih cenderung mengutamakan faktor pemakaian dari segi keindahan dan artistiknya.

Membuat karya seni rupa terapan kelihatannya lebih sulit kalau dibanding dengan karya seni rupa murni. Karena membuat karya seni rupa murni terasa lebih bebas dan tidak usah memperhitungkan fungsi dibandingkan dengan karya seni rupa terapan. Namun, acapkali juga sebaliknya, membuat karya seni rupa lebih sulit dari pada karya seni rupa terapan. Misal nih, mungkin orang lebih sulit melukis dari pada membuat bangunan rumah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berafiliasi :√ Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Peredaran Serta 20 Contohnya

Sejarah Seni Rupa Terapan

Indonesia seni rupa terapan dikenal dan berkembang semenjak jaman prasejarah. Dari mulai nenek buyut kita dulu memakai kapak yang terbuat dari batu dan tulang dipakai untuk berburu mereka. Seni rupa terapan perkembangannya bombastis di Indonesia, apalagi sesudah nenek buyut kita dulu telah bisa melebur suatu logam menjadi benda mirip senjata dan perhiasan. Terlebih itu, logam yang dileburkan tersebut juga dipakai menjadi rumah tangga yakni bejana, nekara, moko dan peralatan dapur lainnya.

Makna Karya seni rupa terapan disebut juga karya seni rupa aplikatif, yaitu karya seni rupa yang telah diterapkan atau diaplikasikan pada bentuk-bentuk fungsional. Meliputi apa saja bentuk-bentuk fungsional itu? Segala bentuk yang dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup insan disebut bentuk fungsional. Wujudnya dapat berupa perhiasan, pakaian, perabot rumah tangga, perlengkapan makan, perlengkapan pertunjukan, atau perlengkapan ibadah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berafiliasi : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Model, Gambar, Karakteristik, Jenis

Macam Macam Seni Rupa Terapan

Beberapa jenis seni rupa terapan, yaitu:

  1. Seni Arsitektur yaitu benda yang berupa bangunan, gedung, kawasan ibadah dan lainnya.
  2. Seni Dekorasi yaitu senirupa terapan yang ditujukan untuk menghias suatu kawasan, sebuah Puncak-media.coman atau panggung ketika program.
  3. Seni Grafis Terapan yaitu seni yang memiliki fungsi sebagai media komunikasi berupa gambar.
  4. Seni Ilustrasi yaitu berupa foto atau gambar untuk menjelaskan sesuatu agar lebih paham terhadap suatu bacaan. Biasanya terdapat di buku-buku fiksi maupun nonfiksi.

Unsur dan Karakteristik Seni Rupa Terapan

Membuat karya seni rupa terapan kelihatan lebih sulit jika dibandingkan dengan karya seni rupa murni. Hal itu mungkin sebab membuat karya seni rupa murni terasa lebih bebas dan tidak memperhitungkan fungsi dibandingkan dengan karya seni rupa terapan. Akan tetapi acapkali pula sebaliknya, membuat karya seni rupa murni lebih sulit dari pada karya seni rupa terapan. Contohnya mungkin orang lebih sulit melukis dari pada membuat rumah.

Baca Juga :  Cara Ampuh Membuka Situs Yang Diblokir 

Seni Rupa Terapan Berdasarkan Bentuk

Karya seni rupa terapan yang dibagi berdasarkan bentuknya, di Indonesia memiliki banyak ragam. Kalau dibagi berdasarkan bentuknya, karya seni rupa terapan dapat didibedakan menjadi empat kategori, rumah tata cara, senjata tradisional, transportasi tradisional dan seni kriya.

Seni Rupa Terapan Berdasarkan Corak

Bentuk Corak karya senirupa terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya. Corak karya senirupa terapan Nusantara biasanya mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak karya senirupa terapan tersebut umumnya bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik.

Bentuk Corak Senirupa Terapan  di setiap daerah sangat beragam. Corak karya senirupa terapan di daerah Jawa misalnya umumnya bercorak tumbuhan, hewan, dan ada pula yang bercorak bidang geometrik atau bidang organik. Di Toraja, Papua, dan Sumatra Utara acapkali dijumpai bentuk dan corak yang berpola geometrik. Bentuk corak insan dan hewan banyak digunakan pada ragam hias masyarakat Dayak di Kalimantan, Batak, dan Papua.

Bentuk atau corak dibedakan atas bentuk figuratif (sesuai dengan aslinya) dan bentuk nonfiguratif (tidak nyata). Bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan menjadi bentuk tak berbentuk, bentuk geometris, bentuk stilasi, bentuk deformasi, dan bentuk visual realistis.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berafiliasi : Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian, Jenis , Gambar Dan 10 Contohnya [Lengkap]

a. Bentuk Tak berbentuk

Bentuk tak berbentuk yaitu bentuk yang bukan hasil tiruan atau pengolahan dari bentuk alam (nature) atau bentuk yang tidak sesuai dengan aslinya (tidak nyata). mirip motif tumpal, baji, kawung, meander, pilin, swastika, dan lain-lain. Bentuk tak berbentuk terbagi atas tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Bentuk tak berbentuk murni, contohnya kursi, meja, sepatu, dan rumah.
  • Bentuk tak berbentuk simbolis, contohnya, huruf, tanda baca, rambu-rambu lalu lintas, dan lambang-lambang.
  • Bentuk tak berbentuk filosofis, contohnya huruf Cina.

b.Bentuk Geometris

Bentuk geometris yaitu bentuk yang memiliki keteraturan, baik ukuran maupun bentuknya. Model bentuk geometris ialah segitiga sama sisi, segiempat, segilima, segi enam, dan bundar.

c. Bentuk Stilasi

Bentuk stilasi yaitu bentuk dengan banyak sekali penggayaan/digayakan. Misalnya, motif hias geometris, flora, fauna, dan insan.

d. Bentuk Deformasi

Bentuk deformasi yaitu bentuk yang telah mengalami penyederhanaan.
Beberapa contoh Bentuk Corak Deformasi karya senirupa terapan yang mampu anda ambil sebagai bahan referensi, silahkan klik gambar corak senirupa terapan dibawah untuk melihat yang lebih besar.

e. Bentuk Corak Visual Realistis

Bentuk visial realistis biasa juga disebut bentuk naturalistis, yaitu bentuk yang sesuai dengan aslinya.

Fungsi Seni Rupa Terapan

Sebagai unsur budaya, seni hadir atau diciptakan untuk memenuhi kebutuhan insan baik lahir maupun batin. Sebuah unsur budaya akan tetap terpelihara keberadaannya kalau unsur budaya tersebut masih berfungsi dalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mencicipi betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dalam menikmati keindahan bentuk.

Berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan insan, seni dipilah menjadi beberapa kelompok.

Insan terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis ialah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.

Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berafiliasi dengan fisik, mirip; busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.

Baca Juga :  Update Link Córneo (@corneo888) / টুইটার – P-Media

Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Model: lukisan, patung, film dan sebagainya.

Fungsi sosial adalah dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relative bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa bidang.

Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Model: film, komedi, kawasan rekreasi dan sebagainya.

Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu mirip pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Model: iklan, poster, spanduk, dan lain-lain.

Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya, contoh; gambar ilustrasi pada buku pelajaran, poster ilmiah, foto dan sebagainya.

Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contohnya; kaligrafi, arsitektur kawasan ibadah, busana keagamaan dan sebagainya.

Karya seni rupa terapan memiliki fungsi masing-masing juga. Jika dikelompokkan menurut fungsi, karya seni rupa terapann memiliki dua fungsi

Karya seni terpan memiliki fungsi mirip benda yang kita pakai untuk menunjang kehidupan kita sehari-hari. Misalkan mirip kursi, meja, lemari, perabotan rumah tangga dan benda yang kita pakai lainnya.

Karyya seni rupa terapan acapkali dipakai untuk hiasan, sebab memiliki nilai estetis. Misalkan mirip kerajinan, hiasan dinding, batik dan karya yang dipakai sebagai hiasan lainnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berafiliasi :“Seni Patung” Pengertian Dan ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik )

Pembagian terstruktur mengenai Seni Rupa Terapan

Supaya lebih mudah memahami dan mengerti perihal seni rupa terapan, maka seni rupa terapan dibagi dalam beberapa kategori mirip kategori menurut fungsinya, wujudnya serta jenis- jenis bentuknya.

  • Pembagian Senirupa Terapan Berdasarkan Fungsi

Karya seni rupa terapan memiliki dua fungsi sebagai berikut.

  1. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, mirip meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
  2. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias Puncak-media.coman, mirip topeng, patung, dan vas bunga.
  • Pembagian Senirupa Terapan Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar dan hanya mampu dilihat dari satu arah. Misalnya, wayang kulit, tenun, dan batik.
  2. Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra) Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (Puncak-media.com). Misalnya, rumah tata cara, senjata tradisional mirip rencong dan pedang, serta patung.
  • Pembagian Senirupa Terapan berdasarkan Bentuknya

Karya seni rupa terapan yang terdapat di Indonesia sangat beragam dengan aneka jenis, bentuk, fungsi, dan teknik pembuatannya. Bentuk karya seni rupa terapan tersebut disini kami membaginya dalam empat kategori:

  1. Rumah tata cara
  2. Senjata Tradisional
  3. Transportasi Tradisional
  4. Seni Kriya

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berafiliasi :Sejarah Peradaban Babilonia Serta Dinasti, Seni Rupa Dan Asal Usulnya

Model Seni Rupa Terapan

Di bawah ini beberapa contoh karya seni rupa terapan daerah Indonesia:

Candi borobudur adalah salah satu karya seni rupa terapan Jawa Tengah yang   luar biasa, masih banyak karya seni arsitektur yang lain yang ada di Indonesia mirip rumah tata cara dan pada kawasan ibadah.

Baca Juga :  Guru Madrasah Viral Open Link Video

Karya seni rupa Arsitektur di Indonesia begitu beragam dan banyak jenisnya, mulai dari masa lampau hingga modern, mungkin kita dapat membedakan arsitektur masa lampau, modern, maupun tradisional.

Poster atau plakat ialah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Sebab itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat. Poster mampu menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi. Selain itu mampu pula berupa salinan karya seni terkenal.

Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang adalah suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, mirip gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi ketika ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998:2).

Busana tata cara Jawa biasa disebut sebagai busana kejawen yang mempunyai perlambang atau perumpamaan terutama bagi orang Jawa yang biasa mengenakannya. Busana kejawen penuh dengan piwulang sinandhi, kaya akan ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa.

Ajaran dalam busana kejawen ini adalah ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni, yang berkaitan dengan aktivitasnya sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan sesama insan, dengan diri sendiri, maupun dengan Yang kuasa Yang Maha Kuasa.

Ad interim busana tata cara Bali menggunakan kamen, kebaya, udeng, sarung, dll. Busana tata cara Bali digunakan saat ada upacara tata cara, ada proses persembahyangan, Purnama, Tilem, dan di beberapa program resmi di Bali.

Karakteristik khas pakaian tata cara Nusantara ialah menggunakan batik. Batik ialah salah satu cara pembuatan bahan pakaian dengan pewarnaan yang menggunakan malam. Batik juga adalah salah satu warisan UNESCO.

Daerah-Daerah Pengrajin Seni Rupa Terapan di Indonesia

Pada hakikatnya seni rupa terbagi menjadi dua, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Karya seni rupa murni ialah karya seni rupa yang diciptakan untuk memenuhi kepuasan batin senimannya dan tidak memiliki tujuan praktis. Karya seni rupa terapan  ialah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari insan. Namun dengan keanekaragaman suku dan budayanya banyak melahirkan bermacam-macam carak karya yang berupa seni murni ataupun seni pakai. Adapun daerah-daerah di wilayah Nusantara yang menghasilkan karya seni rupa terapan, antara lain :

  1. Batik terdapat di daerah perajin Solo, Yogya, Pekalongan, Madura.
  2. Keramik terdapatdi daerah perajin Kasongan, Yogyakarta.
  3. Anyaman terdapat di daerah perajin hampir di seluruh Nusantara.
  4. Tenun ikat terdapat di daerah perajin Sumba, Sumbawa, Flores, Jepara
  5. Ukir kayu terdapat di daerah perajin Jepara, Bali, Asmat (Papua)
  6. Perak terdapat di daerah perajin Kota Gede, Yogyakarta.
  7. Kuningan terdapat di daerah perajin Juwana, Jawa Tengah.
  8. Ukir batu terdapat di daerah perajin Muntilan, Magelang, dan Bali.
  9. Kulit terdapat di daerah perajin Cibaduyut, Tunggulangin, Surabaya.

Semoga Ulasan Perihal Materi Seni Terapan Dapat Menambah Ilmu Pengetahuan Bagi Teman Guru Pendidikan, Terima Kasih 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kau Cari