Kasus Wanaartha Buntut Kasus Jiwasraya yang Libatkan Bentjok

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Spesifik telah menetapkan Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) Yanes Yaneman Matulatuwa dan enam tersangka lainnya sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen yang diberikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal tersebut tertera dalam Surat Ketetapan Tersangka Nomor S.Tap/90/VIII/RES.1.24/2022/Dittipideksus, tanggal 1 Agustus 2022 atas nama Drs. Yanes Yaneman Matulatuwa, M.M.

Bacaan Lainnya

Selain Yanes, tersangka lainnya yaitu, Daniel Halim sebagai Direktur, Manfred Armin Pietruschka sebagai pemilik, Evelina Larasati Fadi sebagai Presiden Komisaris, Rezanantha Pietruschka yang adalah anak pemilik, dan tersangka lainnya yaitu Yosef Meni dan Terry Khesuma.

“Diduga dilakukan oleh Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) atas nama tersangka Yanes Yaneman Matulatuwa, dkk,” tulis keterangan tersebut dikutip, Rabu (3/8/2022).

Dalam surat tersebut, Penyidik Subdit V Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana dengan sengaja menawarkan laporan, berita, data, dan dokumen kepada Otoritas Jasa Kuangan (OJK) yang tidak benar, palsu, menyesatkan, dan tidak menawarkan berita dan atau tindak pidana menawarkan berita yang tidak benar atau menyesatkan kepada pemegang polis dan atau penggelapan premi asuransi.

Sampai ketika ini, peran dari masing-masing tujuh orang tersebut belum dapat dijelaskan secara rinci kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang nasabah. Namun, kalau ditelisik lebih lanjut ke kasus sebelumnya, Wanaartha dikaitkan dengan kasus Asuransi Jiwasraya.

Kuasa Hukum Benny Tjokrosaputro alias Bentjok yang adalah salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Bob Hasan, sebelumnya buka bunyi terkait dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Generik (JPU) terhadap kliennya yang dinilai janggal.

Baca Juga :  Cara Aktivasi Office 2010 Secara Permanen Terbaru 2022 - Info Aktual

Bob mengatakan dari sitaan kasus Jiwasraya yang berkaitan dengan Bentjok, paling besar dari PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau WanaArtha Life.

“Sementara memang sitaan [dari kasus Jiwasraya berkaitan dengan Bentjok] itu senilai tersebut Rp 6,078 triliun. Yang paling besar adalah sitaan WanaArtha” kata Kuasa Hukum Bentjok, Bob Hasan melalui pesan singkat kepada puncak-media.com Indonesia.

Hanya saja Bob belum menjelaskan lebih detail terkait dengan hal tersebut. Dalam tuntutan yang dibacakan JPU, kalau Bentjok tidak mampu mengembalikan kerugian negara tersebut, harta bendanya ikut disita oleh Jaksa.

Berdasarkan data persidangan, sudah banyak harta bendanya yang disita. Beberapa di antaranya ialah 156 bidang tanah, 84 bidang tanah berada di Lebak dan 72 bidang tanah di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Selain itu, ada juga apartemen dan kendaraan mewah yang ikut disita. Termasuk saham dan reksa dana yang juga menyeret WanaArtha Life.

Para nasabah WanaArtha juga pernah memperjuangkan pembukaan sub-rekening efek yang diblokir oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam rangka pemeriksaan kasus Jiwasraya. Para pemegang polis Wanaartha menuntut agar Kejaksaan Agung (Kejagung) segera membuka sub rekening efek (SRE) yang sebelumnya diblokir, sebab terseret penyelidikan kasus Jiwasraya.

Kejaksaan Agung (Kejagung) juga pernah menjelaskan persoalan soal pemblokiran sekitar 800 sub rekening efek (SRE) saham dan penyitaan aset terkait dengan proses penyelidikan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya) yang melibatkan rekening efek miik PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, atau WanaArtha Life.

Pemblokiran tersebut berujung pada aksi protes para nasabah Wanaartha yang turun ke jalan, bahkan hingga mengirim surat pembukaan blokir rekening efek kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jaksa Agung Belia Pidana Spesifik Kejagung Ali Mukartono mengatakan pihaknya menegaskan bahwa Kejaksaan tidak pernah menyita uangnya para nasabah Wanaartha.

Baca Juga :  Catat Nih Gaes, 5 Aplikasi Nonton Streaming Drakor Terbaru

“Kami tegaskan bapak sebagaimana dalam Panja [Rapat Panitia Kerja] terdahulu bahwa Kejaksaan tidak pernah menyita uangnya nasabah Wanaartha. Yang disita oleh Kejaksaan adalah saham atau reksa dananya Benny Tjokro yang ada di Wanartha,” katanya dalam Kedap Kerja dengan Komisi III DPR RI secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Ali menegaskan pihak Wanaartha tidak mampu pertanda soal status rekening apakah berkaitan dengan Jiwasraya atau tidak.

[Gambas:Video CNBC]

(RCI/dhf)



sumber : cnbcindonesia.com