Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Mini, Hanya Seukuran Kucing

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Fosil dinosaurus mini yang berduri baru-baru ini ditemukan di Amerika Selatan. Inovasi ini diperkirakan mewakili seluruh garis keturunan dinosaurus ‘berbadan besi’ yang sebelumnya tidak terdeteksi. 

Spesies yang baru ditemukan, Jakapil kaniukura, hidup sekitar 97 juta dan 94 juta tahun yang lalu, mirip dikutip dari Live Science. Inovasi ini mengonfirmasi bahwa seluruh garis keturunan dinosaurus lapis baja tinggal di Belahan Bumi Selatan, menurut ahli paleontologi yang melaporkan dalam sebuah studi baru.

Bacaan Lainnya

Jakapil kaniukura beratnya kira-kira sama dengan kucing rumahan. Tubuhnya dipenuhi duri pelindung yang membentang dari leher sampai ekornya.

Nama “Jakapil” berasal dari kata yang berarti “pembawa perisai” dalam bahasa Asli Puelchean. Sementara, “Kanikura” berasal dari kata yang berarti “puncak” dan “batu” dalam bahasa Orisinil Mapudungun.

Jenis dinosaurus mini ini diperkirakan dapat tumbuh sampai sekitar 1,5 meter panjangnya. Jakapil kaniukura ialah pemakan tumbuhan, dengan gigi berbentuk daun seperti dengan Stegosaurus.

Pakar paleontologi di Yayasan Sejarah Alam Félix de Azara di Argentina menemukan sebagian kerangka Jakapil kaniukura sub-dewasa di provinsi Río Negro di Patagonia utara. Dinosaurus itu kemungkinan berjalan tegak dan memiliki paruh pendek yang bisa menggigit dengan kuat. Pakar memprediksi ‘dinosaurus vegan’ ini juga mampu memakan vegetasi kayu yang keras, menurut laporan yang dipublikasikan di jurnal Nature Reports.

Jakapil kaniukura berasal dari kelompok yang sama dengan Stegosaurus, Ankylosaurus, dan dinosaurus ‘berbaju besi’ lainnya dalam kelompok yang disebut Thyreophora. Kebanyakan thyreophorans diketahui berasal dari belahan bumi utara, dan fosil dari anggota paling awal dari kelompok ini kebanyakan ditemukan di batuan periode Jurassic dari Amerika Utara dan Eropa sekitar 201 juta tahun yang lalu sampai 163 juta tahun yang lalu.

Baca Juga :  Cara Pasang Lnb Parabola Terbaru 2022

Anda dapat melihat mirip apa J. kaniukura saat masih hidup, berkat simulasi komputer ini dari Gabriel Díaz Yantén, seorang paleoartist Chili dan mahasiswa paleontologi di Río Negro National University.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)


sumber : cnbcindonesia.com

Pos terkait