Penyebab utama terjadinya proses inhalasi ekshalasi dalam pernapasan adalah

Ilustrasi mekanisme pernapasan pada insan. Foto: pixabay

Coba jelaskan mekanisme ilham dan ekspirasi pada sistem pernapasan insan! Mirip yang kita tahu, insan bernapas untuk menghasilkan energi. Proses pernapasan sederhananya dilakukan dengan menghirup oksigen dan mengembuskan karbon dioksida.

Bacaan Lainnya

Saat kita menarik napas, oksigen akan masuk melalui rongga hidung lalu dibawa ke paru-paru melalui tenggorokan. Di paru-paru terjadi pertukaran oksigen dengan karbon dioksida.

Oksigen yang dihirup kemudian dibawa ke jantung dan seluruh tubuh oleh darah. Lalu karbon dioksida dikeluarkan lewat tenggorokan dan berakhir di rongga hidung.

Menurut buku Seri IPA Hayati SMP Kelas VII karangan Deswaty Furqonita, S.Si., M.Biomed, tujuan utama bernapas adalah untuk menghasilkan energi.

Saat bernapas, terjadi pertukaran gas di paru-paru dan jaringan-jaringan yang disebut respirasi jaringan. Dalam jaringan, sel melakukan respirasi seluler yang menghasilkan ATP sebagai sumber energi aktivitas fisiologis.

Struktur Alat-Alat Pernapasan

Secara garis besar, struktur alat pernapasan insan terdiri dari hidung, saluran pernapasan, dan paru-paru. Setiap struktur alat pernapasan tersebut memiliki fungsinya masing-masing untuk insan.

Supaya lebih terang, berikut struktur alat-alat pernapasan insan mirip yang dikutip dari Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Hidung adalah organ pertama yang dilalui oleh udara. Dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut dan selaput lendir, yang berfungsi sebagai penyaring, penghangat, dan pengatur kelembaban

Saluran pernapasan yang ada di tubuh insan terdiri dari beberapa organ, yakni faring, laring, trakea, bronkhus, bronkheolus, dan alveolus. Berikut pengertian dari masing-masing saluran pernapasan tersebut.

Baca Juga :  Sesuatu yang dapat mengakibatkan suatu benda menjadi bergerak atau suatu benda menjadi berubah gerakannya disebut

Faring (tekak) adalah persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak) berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan.

Laring adalah pangkal tenggorokan, terdiri atas kepingan tulang rawan membentuk jakun dan terdapat celah menuju batang tenggorok (trakea) disebut glotis, di dalamnya terdapat pita bunyi dan beberapa otot yang mengatur ketegangan pita bunyi sehingga timbul suara.

c. Trakea (batang tenggorokan)

Berupa pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan epitelium besilia. Terletak di leher bagian depan kerongkongan.

Bronkhus adalah percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkhus sama dengan trakea, hanya dindingnya lebih halus.

Kedudukan bronkhus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkhus kanan, sehingga bronkhus kanan lebih mudah terserang penyakit.

Bronkheolus adalah percabangan dari bronkhus, saluran ini lebih halus dan dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan kanan berjumlah 3, percabangan ini akan membentuk cabang yang lebih halus mirip pembuluh.

Alveolus berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan kapiler darah.

Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m² (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.

Paru-paru yang ada di dalam tubuh insan berjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kiri memiliki 2 lobus (gelambir). Dalam paru-paru ini terdapat alveolus yang berjumlah ± 300 juta buah.

Bagian luar paru-paru dibungkus oleh selaput pleura untuk melindungi paru-paru dari goresan saat bernapas, berlapis 2 dan berisi cairan.

Baca Juga :  Soal Agama Kelas 9 SMP/MTs (IX), 2022 Lengkap Semester 1 & 2

Urutan Sistem Pernapasan Insan

Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh insan yang berfungsi sebagai kawasan lintasan dan kawasan pertukaran gas yang diharapkan untuk proses pernapasan.

Rongga hidung – Faring – Laring – Trakea – Bronkus – Bronkioulus – Alveolus – Paru-paru.

Bernapas adalah kegiatan mengambil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru. Mirip yang sudah dijelaskan sebelumnya, insan bernapas menggunkan saluran pernapasan yang terdiri dari Rongga hidung – Faring – Laring – Trakea – Bronkus – Bronkioulus – Alveolus – Paru-paru.

Terdapat dua jenis mekanisme pernapasan, yakni ilham dan ekspirasi. Prosedur pernapasan tersebut mampu terjadi di perut dan dada.

Proses Ilham dan Ekspirasi pada Pernapasan Dada

Menyadur buku Siap Menghadapi Ujian Nasional SMP/MTs 2009 karangan Agung Nugroho, dkk, pernapasan dada adalah pernapasan yang menggunakan gerakan otot antar tulang rusuk. Berikut proses ilham dan ekspirasi dalam pernapasan dada.

Proses ilham terjadi saat otot antartulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang. Kemudian, tekanan udara menjadi lebih kecil dari udara luar sehingga udara masuk.

Proses ekspirasi yang terjadi adalah otot antartulang rusuk luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi dari udara luar, akibatnya udara keluar.

Proses Ilham dan Ekspirasi pada Pernapasan Perut

Pernapasan perut adalah pernapasan yang terjadi yang akan terjadi kontraksi otot diafragma atau sekat rongga dada. Setelah mengetahui bagaimana proses ilham dan ekspirasi pada pernapasan dada, perhatikan proses ilham dan ekspirasi pada pernapasan perut berikut ini.

Baca Juga :  Nonton Film 18 Again Episode 1 Full Movie Sub Indo

Ilham terjadi saat udara dihirup melalui rongga hidung dan masuk ke dalam paru-paru. Saat melakukan ilham, diafragma dan otot dada berkontraksi. Kemudian volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang, dan udara masuk ke paru-paru.

Ekspirasi berlangsung dengan melepaskan karbon dioksida dari dalam tubuh ke luar. Saat melakukan ekshalasi, diafragma dan otot dada berelaksasi. Volume rongga dada kembali normal sebab udara telah keluar dari paru-paru.

Pada pernapasan perut, udara yang keluar masuk paru-paru sekitar 500 ml yang disebut sebagai udara pernapasan atau udara tidak. Dengan ilham dan ekspirasi yang kuat, insan mengalirkan 4.000 ml udara dalam paru-paru pada setiap kali melakukan pernapasan yang dikenal dengan kapasitas vital paru-paru.

Pos terkait