Salah satu contoh tindakan yang didorong oleh motif memperoleh keuntungan adalah

GuruAkuntansi.co.id Kali ini akan membahas perihal macam-macam motif ekonomi beserta contohnya.

Motif ekonomi seseorang saat melakukan tindakan ekonomi tidak hanya didorong oleh satu cita-cita tetapi didorong oleh banyak cita-cita.

Bacaan Lainnya

Banyak sekali motif ekonomi yang mendorong orang untuk melakukan banyak sekali kegiatan akan dijelaskan di bawah ini.

Macam-macam Motif Ekonomi

1. Motif dalam Memenuhi Kebutuhan

Motif untuk memenuhi kebutuhan adalah tindakan insan yang didorong oleh cita-cita untuk memenuhi kebutuhan.

Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, setiap orang memiliki kebutuhan, baik dalam bentuk barang maupun jasa yang harus dipenuhi.

Biasanya kebutuhan ini sifatnya tidak terbatas, sedangkan alat kepuasan terbatas. Sebab itu, setiap orang harus berhati-hati dan matang agar menerima akibat yang sesuai dengan cita-cita.

Kesamaan insan adalah selalu mencapai kesejahteraan untuk hidup mereka. Kemakmuran didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana insan dapat memenuhi sebagian besar hidupnya.

Contoh:

Seseorang bekerja keras untuk menerima uang sehingga nantinya uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari.

2. Motif untuk Mendapat Untung/Keuntungan

Motif untuk menghasilkan keuntungan adalah segalanya yang mendorong orang untuk mengambil tindakan ekonomi untuk menghasilkan keuntungan.

Seseorang memenuhi kebutuhan hidup dilator di balik motif atau cita-cita akan untung/untung.

Motif ini adalah dorongan yang muncul dengan tujuan memperoleh manfaat tambahan, baik dalam bentuk uang maupun barang.

Dengan menerima manfaat, diperlukan kekayaan seseorang dapat meningkat dan ia dapat mempertahankan hidupnya lebih baik.

Contoh:

Seorang pedagang buah menjual buah berkualitas baik dengan harga yang relatif murah dan menyajikannya dengan sangat ramah. Poly orang membeli sehingga mereka mendapat banyak untung.

Baca Juga :  Perekonomian 4 Sektor (Terbuka)

3. Motif untuk Menerima Kekuatan/Kekuasaan Ekonomi

Motif untuk menerima kekuatan ekonomi adalah cita-cita orang-orang yang telah makmur.

Tetapi masih melakukan tindakan ekonomi sebab dorongan untuk menerima kekuatan dalam banyak sekali kegiatan urusan ekonomi dalam perekonomian.

Contoh:

Di kelurahan ada pemilihan kepala desa baru. Pak Wibowo adalah salah satu kandidat lurah.

Dia memanfaatkan perbaikan jalan yang rusak di desanya, mengadakan perawatan medis gratis kepada orang-orang di desanya

dengan cita-cita bahwa dalam pemilihan kepala desa nanti, dia akan menerima dukungan dari masyarakat sekitarnya.

4. Motif untuk Menerima Penghargaan

Motif untuk menerima penghargaan adalah tindakan insan yang didorong untuk menerima penghargaan.

Penghargaan dari orang lain akan menawarkan kepuasan mereka sendiri bagi pelaku kegiatan ekonomi.

Penghargaan yang dimaksud tidak hanya menerima kebanggaan atau piagam, tetapi juga menginginkan status sosial yang lebih tinggi dari masyarakat sekitar.

Contoh:

Ada seorang manajer atau pengusaha yang terus melakukan kegiatan ekonomi dengan kerja keras meskipun keuntungan dan kemakmuran telah tercapai.

Ini dilakukan agar ia tampil sebagai manajer yang andal dan dihormati. Prestasi ini acapkali menghasilkan penghargaan dari pemerintah dan pelaku urusan ekonomi.

Sebagai contoh, manajer diklasifikasikan ke dalam versi Top Manager dari sebuah majalah ekonomi dan perusahaan yang ia kelola mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

5. Motif Sosial

Motif sosial adalah semua hal yang mendorong orang untuk mengambil tindakan ekonomi sebab mereka ingin membantu orang lain.

Baca Juga :  Download Kinemaster Pro Mod Apk Full Unlocked Versi Terbaru 2021

Insan adalah makhluk ekonomi dan juga makhluk sosial. Selain memperhatikan kepentingan diri sendiri, insan juga harus peduli dengan tetangga mereka.

Motif sosial adalah dorongan bahwa dengan tindakan ekonomi yang mereka lakukan dapat menawarkan manfaat atau manfaat bagi orang lain.

Baca Juga :  Teori Pertumbuhan Ekonomi

Contoh:

Seseorang yang telah berhasil dengan upayanya kemudian membangun fondasi untuk panti jompo dan anak yatim.

Baca Juga :

Demikian pembahasan perihal macam-macam motif ekonomi beserta contohnya. Semoga bermanfaat, dan Terima kasih.

Motif ekonomi adalah motivasi yang membuat seseorang untuk melakukan banyak sekali tindakan ekonomi. Pengertian yang sederhana dari motif ekonomi ini adalah pengertiam umum yang acapkali sekali diajarkan di sekolah. Tindakan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang absolut selalu beralasan. Alasan itulah yang acapkali disebut motif.Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara mendalam perihal pengertian motif ekonomi.

Dalam pandangan sosiologi ekonomi, seluruh tindakan ekonomi pada dasarnya adalah tindakan sosial. Tindakan ekonomi tidak serta merta terjadi secara otonomi, tapi berada dalam Puncak-media.com lingkup sosial yang lebih spesifik.

Contohnya, kenapa kita makan? Kenapa kita cara uang? Dalam hal ini kita mampu memahami bahwa tindakan yang kita lakukan sehari-hari memiliki kandungan motif ekonomi. Namun, perlu diingat bahwa seluruh tindakan yang kita lakukan selalu berada dalam Puncak-media.com lingkup sosial tertentu.

Jadi, kita tidak mungkin bersekolah tanpa adanya kesepakatan sosial bahwa sekolah adalah salah satu institusi pendidikan. Lalu, timbullah aturan bahwa setiap anak harus sekolah. Pasca adanya kesepakatan sosial, barulah kita memahami bahwa alasan sekolah adalah agar kita mampu lebih pintar, dapat ijazah, mencari sahabat, tidak dimarahi orang tua, dll.

Untuk lebih mempersingkat penjelasan, mari kita bahas bersama pengertian ekonomi sebenarnya di bawah ini.

Apa itu Motif Ekonomi?

Motif ekonomi adalah seluruh hal yang mendasari dilakukannya tindakan ekonomi. Dalam pengertian umum, motif ekonomi adalah motivasi yang membuat sesorang melakukan tindakan ekonomi. Anda mampu mengartikan motif ini sebagai motivasi, alasan, dorongan, dll. Isitilah ekonomi disini lebih menekankan bahwa tindakan yang dilakukan adalah tindakan ekonomi.

Motif tersebut mampu bersifat ekstrinsik ataupun intrinsik. Arti dari ekstrinsik dalam hal ini adalah motivasi pendorong yang berasal dari luar diri sesorang. Sedangkan intrinsik adalah yang berasal dari dalam diri individu tersebut. Contohnya, sorang siswa bercita-cita menjadi dokter sebab disuruh oleh orang tuanya. Dokter memiliki gaji yang besar dan bisa menolong orang sakit.Motif sebab dasar suruhan itu bersifat ekstrinsik.

Akan berbeda ceritanya kalau seorang siswa ingin menjadi seorang sosiolog sebab panggilan jiwa, yaitu ingin mengurangi adanya kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat. Motif ini lebih bersifat intrinsik sebab berasal dari dalam jiwanya sendiri.

Sebenarnya, memahami pengertian dari motif ekonomi ini tidaklah terlalu sulit mirip apa yang dibayangkan. Tapi, pemahaman yang menyeluruh perihal motif ekonomi ini ternyata tidak hanya pengertian saja, namun juga jenis, macam, dan tujuannya.

Tujuan Motif Ekonomi

Berdasarkan penjelasan di atas, maka tujuan utama dari motif ekonomi adalah demi memenuhi kebutuhan insan di sepanjang hidupnya. Tapi, secara umum kebutuhan insan itu terbagi menjadi tiga:

  1. Kebutuhan Utama, adalah kebutuhan pokok insan yang diantaranya adalah makanan, minuman, pakaian, dan kawasan tinggal.
  2. Kebutuhan Sekunder, adalah kebutuhan tambahan yang berkhasiat untuk mendukung kebutuhan primer insan, mirip buku, majalah, kendaraan, televisi, smartphone, dll.
  3. Kebutuhan Tersier, adalah kebutuhan insan yang lebih bersifat prestisius atau dinilai bisa mengangkat derajat seseorang, mirip rumah mewah, peralatan olahraga, alat musik, dll.
Baca Juga :  Tanpa disadari 5 hal ini bisa membuat mobil boros bensin

Macam-Macam Motif Ekonomi dan Tujuannya

1. Motif Untuk Memenuhi Kebutuhan Hayati

Motif ekonomi memiliki tujuan yang cukup terang, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup insan. Dalam hal ini, seseorang akan beraktivitas dan bertindak demi memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai seorang insan. Kalau dia tidak bertindak, maka kebutuhannya tidak mampu terpenuhi dan mampu gagal untuk bertahan hidup.

Sebagai contoh, Anda makan setiap hari sebab Anda memang butuh. Kalau tidak makan, maka Anda akan sakit dan kelaparan. Sesekali mungkin Anda berpuasa, namun tetap saja pada saatnya buka puasa Anda tetap makan. Melakukan tindakan makan untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah salah satu bentuk motif ekonomi.

Baca juga: Redenominasi: Pengertian, Manfaat, dan Risikonya

2. Motif untuk Menerima Keuntungan

Tujuan utama dari motif ini adalah demi menerima profit yang banyak. Profit atau keuntungannya mampu dalam bentuk apapun, mirip uang atau hal lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita acapkali kali melakukan kegiatan tertentu untuk menerima keuntungan. Namun, ketika ini kebanyakan keuntungan yang dikejar adalah keuntungan demi mencapai nilai materi tertentu.

Contohnya adalah ketika Anda membeli smartphone terbaru yang mahal untuk orang awam. Di tahun berikutnya, smartphone keluaran terbaru yang lebih canggih pun rilis di pasar. Smartphone yang lama akhirnya Anda jual daripada di buang. Menjual smartphone yang lama atau memberikannya pada orang terdekat adalah salah satu motif ekonomi demi menerima keuntungan.

3. Motif untuk Menerima Penghargaan

Motif ini dilakukan agar para pelakunya mampu dihargai oleh orang lain. Bentuk penghargaan dari orang lain ini adalah salah satu motivasi agar seseorang tersebut dianggap eksis. Penghargaan ini mampu diberikan dalam bentuk medali ataupun sekedar ucapan terima kasih.

Contohnya, seorang anak tukang bakso yang miskin belajar dengan giat sampai lulus dan berhasil menerima beasiswa ke luar negeri. Namun, diluar negeri dia malah membuat dan berjualan bakso agar mampu menerima keuntungan sepuluh kali lebih besar dari orang tuanya.

Setelah selesai studi, anak itu membuat restoran bakso, dan masyarakatpun mulai menghormatinya sebab ketika ini dia sudah kaya. Belajar dengan tekun dan menjual bakso adalah salah satu wujud dari motif ekonomi.

4. Motif untuk Memperoleh Kekuasaan

Tujuan utama dari motif ini adalah demi menerima kekuasaan. Perlu diketahui bahwa kekuasaan tidak melulu soal politik di suatu negara saja, namun mampu juga pada level pertemanan ataupun keluarga. Seorang filusuf bernama Nietzsche menjelaskan bahwa setuap orang memiliki hak untuk berkuasa, minimal kuasa atas dirinya eksklusif.

Contohnya adalah seorang siswa yang mentraktir temannya agar dicalonkan menjadi ketua kelas. Kegiatan mentraktir temannya ini dijadikan alasan agar dirinya mampu menerima dan menguasai pendapat teman-temannya sebab ia ingin menjadi ketua kelas. Hal yang sama mampu berlaku sebaliknya. Pada intinya, kegiatan mentraktir temannya ini mampu dilakukan untuk mampu menerima dan menguasai bunyi teman-temannya.

Baca juga: Financial Distress: Pengertian dan cara Mencegahnya

5. Motif sosial

Sebenarnya, motif ekonomi sebab motif sosial adalah cukup problematik sebab tidak semua tindakan sosial mampu diartikan sebagai tindakan ekonomi. Namun, seluruh tindakan ekonomi mampu berupa tindakan sosial. Puncak-media.com lingkup istilah sosial disini memiliki makna yang lebih luas daripada ekonomi itu sendiri. Dari sini kita semua paham bahwa motif sosial sebagai motif ekonomi mampu digunakan untuk menolong sesama insan.

Baca Juga :  Nonton Woori The Virgin Episode 9 Sub Indo Lk21

Sebagai contoh, ada seorang mahasiswa yang merintis suatu urusan ekonomi dan mempekerjakan teman-temannya sebagai karyawan. Motif yang dia lakukan adalah demi membantu teman-temannya daripada mereka menganggur. Membuka peluang perjuangan dan mempekerjakan banyak temannya adalah salah satu bentuk motif ekonomi.

Perlu ditekankan bersama bahwa motif sosial berdasarkan beberapa ahli ekonomi dikategorikan dalam bentuk motif non-ekonomi. Adanya penggalan kata antasa sosial dan ekonomi disini memang memiliki persoalan tersendiri. Walau bagaimanapun juga, tindakan ekonomi hanyalah salah satu bentuk dari tindakan sosial. Oleh karenanya, sudah seharusnya tindakan ekonomi ini bisa melibatkan seluruh pertimbangan sosial.

6. Motif Produksi Barang

Dalam Puncak-media.com lingkup perusahaan, suatu perusahaan akan berusaha untuk memproduksi suatu barang atau jasa dengan harga yang murah namun kualitas yang baik. Hal ini dilakukan demi menerima porsi tertentu di target pasarnya secara lebih berkelanjutan.

Contohnya, seorang pengusaha yang membuat produknya dicari banyak orang dengan menggunakan bahan baku yang murah tapi dengan kualitias yang baik.

7. Motif Menjaga Kontinuitas Perusahaan

Masih dalam Puncak-media.com lingkup perusahaan, walaupun ketika ini ada banyak orang yang membangun perusahaan, namun tidak semuanya bisa mempertahankan esistensi perusahaannya. Hal ini menjadi alasan semua perusahaan untuk mampu berusaha keras dalam menerima keuntungan secara kontinyu, sehingga seluruh kegiatan operasional perusahaannya mampu terus bergerak.

Contoh sederhannya adalah seorang pengusaha yang menjalin kerjasama dengan banyak pihak yang memberikan harga produk yang lebih murah, sehingga kegiatan bisnisnya tetap berjalan walaupun tidak memiliki untung yang terlalu besar.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan: Fungsi, Tujuan, dan Kebijakannya

Konklusi

Motif ekonomi adalah motivasi yang membuat seseorang untuk melakukan banyak sekali tindakan ekonomi.

Pengertian yang sederhana dari motif ekonomi ini adalah pengertiam umum yang acapkali sekali diajarkan di sekolah. Dalam pandangan sosiologi ekonomi, seluruh tindakan ekonomi pada dasarnya adalah tindakan sosial.

Contohnya, kenapa kita makan? Kenapa kita cara uang? Dalam hal ini kita mampu memahami bahwa tindakan yang kita lakukan sehari-hari memiliki kandungan motif ekonomi. Isitilah ekonomi disini lebih menekankan bahwa tindakan yang dilakukan adalah tindakan ekonomi.

Tujuan utama dari motif ekonomi adalah demi memenuhi kebutuhan insan di sepanjang hidupnya.  Motif ekonomi berdasarkan tindakan individu dan perusahaan terbagi menjadi 7, dan kita sudah membahas perihal hal ini diatas.

Namun, motif ekonomi perusahaan secara garis besar adalah demi menerima keuntungan dan keberadaan perusahaan itu sendiri. Kedua motif ini akan menciptakan tujuan sesuai yang sudah direncanakan kalau kinerja perusahaan itu baik, khususnya dalam hal mengelola keuangannya.

Dalam hal mengelola keuangan, maka pihak perusahaan harus melakukan pembukuan dan banyak sekali hal mengenai akuntansi dengan sempurna dan akurat. Untuk memudahkannya, Anda mampu menggunakan aplikasi akuntansi dari Accurate Online. Dengan Accurate Online, Anda mampu mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan urusan ekonomi Anda secara mudah.

Tertarik? Anda mampu mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

Video yang berafiliasi