8 Fakta Employee Engagement Yang Harus Diketahui Manajer dan Tim SDM

business people working on project at Modern Startup Office. Business People Meeting Discussion Working Concept, business people are meeting to analyze data for marketing plan

Sejak awal 2000-an, semakin banyak perusahaan berinvestasi dalam keterlibatan karyawan. Menurut hasil penelitian dari Gallup, bisnis dengan keterlibatan yang lebih tinggi melaporkan peningkatan pada profitabilitas, produktivitas lebih tinggi, dan retensi karyawan yang lebih baik.

Di sisi lain, karyawan yang tidak terlibat tidak merasa terhubung atau tertantang di tempat kerja. Karyawan tersebut cenderung melakukan pekerjaannya dengan tidak maksimal dan kemungkinan besar akan “berhenti secara diam-diam” mengikuti fenomena baru yang sedang tren. Dengan begitu, Anda dapat melihat mengapa bisnis mengapa bisnis yang sedang Anda jalankan sebaiknya untuk meningkatkan employee engagement.

Namun, keterlibatan karyawan dibentuk dari berbagai pengalaman yang dimiliki individu dengan perusahaan Anda. Mulai dari proses perekrutan karyawan baru hingga budaya perusahaan, seluruhnya dapat mempengaruhi tingkat employee engagement baik itu secara positif maupun negatif.

Bacaan Lainnya

Sementara itu banyaknya faktor yang mempengaruhi engagement bisa tampak menakutkan. Ada beberapa elemen yang memainkan peran lebih besar daripada yang lain.

Fakta Employee Engagement Yang Harus Diketahui Manajer dan Tim SDM

Dalam hal ini, LinovHR telah merangkum dari beberapa sumber tentang pemahaman mendalam mengenai apa yang jadi pendorong utama employee engagement. Sehingga, perusahaan bisa mengetahui dimana harus memfokuskan upaya mereka untuk memberikan dampak terbesar pada lingkungan kerja mereka.

Simak artikel ini hingga tuntas, yuk!

8 Pendorong Employee Engagement di Tempat Kerja

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya employee engagement dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Secara fakta, setidaknya ada 10 pendorong utama yang mampu meningkatkan keterlibatan karyawan di tempat kerja, diantaranya adalah:

1.    Menetapkan Tujuan yang Jelas, dan Terukur

Menetapkan tujuan yang efektif dapat memiliki dampak yang bertahan lama pada engagement. Ketika karyawan Anda memahami kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja mereka, tentu mereka akan tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa berhasil dalam perannya.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ibunda Kalina Oktarani Meninggal Dunia

Kejelasan dan pemahaman tersebut dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri karyawan, mendorong kepuasan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan employee engagement. Faktanya, ditemukan bahwa pemahaman karyawan tentang bagaimana kesuksesan mereka akan diukur dengan tujuan yang jelas dan berkorelasi langsung dengan keterlibatan yang engagement yang lebih tinggi.

2.    Laporan Langsung Secara Reguler Untuk Membahas Tujuan

Untuk memastikan tujuan tetap jadi perhatian utama sepanjang kuartal, maka manajer harus sering bertemu dengan bawahan langsung guna membahas kemajuan dari tujuan yang ditetapkan, relevansi, dan hambatan apa yang harus ditangani. Karyawan yang mendiskusikan tujuan dengan atasannya mulai dari mingguan hingga bulanan adalah yang paling mungkin untuk sangat terlibat.

3.    Keselarasan dengan Atasan Membuat Karyawan Lebih Percaya Diri

Adanya diskusi mendorong keselarasan antara atasan dengan bawahan langsung. Selain keselarasan yang berkorelasi dengan engagement, maka karyawan akan merasa mereka berada di halaman yang sama dengan atasan mereka. Hal ini membuat karyawan lebih percaya diri dengan kemampuan mereka untuk mencapai tujuan.

Atasan juga harus yakin secara eksplisit mendiskusikan kemajuan dari tujuan, hambatan, dan strategi selama pertemuan tatap muka secara reguler. Ini membantu meningkatkan keselarasan dan bahkan mendorong produktivitas yang lebih tinggi dengan menghilangkan hambatan yang menyulitkan kemajuan karyawan.

4.    Karyawan yang Terlibat Punya Pemahaman Lebih Dalam Tentang Tujuan Perusahaan

Selain mengetahui tujuan individu, karyawan juga harus terbiasa dengan tujuan organisasi yang lebih besar untuk merasa terhubung dengan misi perusahaan. Faktanya, memahami tujuan perusahaan sangat penting untuk engagement. Mengkomunikasikan tujuan perusahaan secara eksplisit membantu karyawan lebih memahami visi organisasi Anda dan peran mereka dalam membantu mencapainya.

Jadi, ketika karyawan Anda memahami kemana arah perusahaan, mereka dapat lebih percaya diri dalam keberhasilan organisasi dan peran yang mereka mainkan.

Baca Juga :  Link Full Video Ragazza Di Dubai Morta

5.    Membahas Kinerja Karyawan Setiap Tiga Bulan

Meskipun ulasan kinerja seringkali mendapat penilaian buruk, tapi jika dilakukan dengan, maka ulasan tersebut dapat berdampak positif pada employee engagement. Sebagian besar karyawan ingin tahu bagaimana kinerja mereka, dimana mereka dapat berkembang, dan bagaimana mereka dapat mengembangkan karir di dalam organisasi.

Pembahasan tersebut memberi mereka jawaban dan pemahaman yang jelas tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk jadi lebih baik.

6.    Pembahasan Pengembangan Karir yang Mampu Tingkatkan Pengalaman Karyawan

Pembahasan pengembangan profesional seringkali berjalan seiring dengan tinjauan kinerja. Semakin sering membicarakan pertumbuhan karir akan semakin baik, sehingga karyawan cenderung memiliki keterlibatan yang lebih tinggi daripada yang tidak.

Untuk profesional HR harus memperhatikan ini karena banyak manajer menghindar dari pembahasan ini apabila mereka tidak mengetahui peluang pengembangan dan pertumbuhan sumber daya yang ditawarkan perusahaan. Jadi, pastikan Anda mendidik manajer tentang seluruh sumber daya yang tersedia dan peluang pertumbuhan internal untuk memastikan mereka bisa melakukan pembahasan karir yang bermakna dengan karyawannya.

7.    Kompensasi yang Adil dan Transparan

Mengikat kompensasi dengan kinerja mampu jadi pendorong employee engagement. Karyawan yang memahami kompensasi mereka terkait dengan kinerja sehingga mereka lebih mungkin untuk terlibat dan percaya bahwa mereka dibayar secara adil. Akan tetapi, karyawan tidak dapat mengetahui bagaimana kompensasi dihitung pada perusahaan kecuali Anda memberitahu mereka. Sebab, transparansi penting, maka pastikan untuk memprioritaskan komunikasi dan transparansi selama kompensasi.

8.    Pengakuan Atas Pekerjaan yang Baik

Setiap karyawan berhak untuk mendapat pengakuan dan dihargai ketika mereka melakukan pekerjaan dengan baik. Penghargaan tersebut bisa saja berupa promosi, kenaikan gaji, bonus, atau pengakuan publik sehingga dapat jadi pendorong utama moral karyawan. Faktanya menerima pengakuan untuk pekerjaan yang baik berkorelasi positif dengan keterlibatan yang lebih tinggi.

Baca Juga :  La mayor explosión petrolera de la nueva temporada El tiempo de la felicidad

Untuk itulah penilaian kinerja karyawan baik positif dan negatif harus juga transparan, sehingga karyawan bisa mengetahui lebih apa yang jadi kelebihan mereka dan apa yang harus ditingkatkan. Melakukan evaluasi karyawan bisa Anda lakukan lebih terbuka dan mudah dengan bantuan teknologi software HRIS (Human Resource Information System) seperti LinovHR.

Bagaimana karyawan tahu apa yang sudah mereka capai dengan baik jika HR tidak transparan terhadap evaluasi kinerjanya. Setiap karyawan punya kemampuan berbeda sehingga jika terdapat kekurangan dan menurut HR karyawan tersebut belum menunjukkan progres yang berarti, diskusikan dengan yang bersangkutan untuk dicari solusinya, bukan dengan memutuskan hubungan secara sepihak tanpa ada pemberitahuan.

Bersama LinovHR Anda bisa membantu meningkatkan employee engagement karena di dalamnya tersedia berbagai fitur dalam bentuk modular yang lengkap, salah satunya seperti competency management system. Dari kompetensi Anda bisa mengetahui keterampilan apa yang bisa dioptimalkan untuk mendukung kemajuan karir dan perusahaan.

Ingat, perusahaan yang baik membantu karyawannya untuk mendorong lebih terlibat dalam peran mereka dan bukannya malah membuangnya!

Pos terkait