Dear Fans India, Bollywood Mungkin Bisa Segera ‘Hancur’

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Bollywood disebut mungkin akan segera “hancur”. Ini terjadi jika industri itu tidak segera berbenah.

Banyaknya film yang jeblok di pasaran tahun ini menjadi soal. Aktor termahal India, Akhay Kumar, merujuk itu sebagai kesalahan industri itu sendiri.

Bacaan Lainnya

“Film tidak berfungsi. Ini salah kami. Ini salah saya,” kata Kumar kepada wartawan setelah film barunya “Raksha Bandhan” merosot di box office bulan lalu.

“Saya harus melakukan perubahan. Saya harus mengerti apa yang diinginkan penonton. Saya ingin membongkar cara berpikir saya tentang film seperti apa yang harus saya lakukan.”




Akshay Kumar. IstFoto: Akshay Kumar. Ist
Akshay Kumar. Ist

Mengutip Reuters, yang melansir situs pelacak data industri web Koimoi, Bollywood kini memang telah kehilangan daya pikatnya ke warga lokal. Dari 26 film yang dirilis tahun ini, sekitar 20 film atau 77% gagal di pasaran.

Ini sekitar dua kali lipat tingkat kegagalan 39% pada 2019. Masa sebelum pandemi mengguncang masyarakat dan memaksa ratusan juta orang India untuk berhenti menonton bioskop.

Munculnya layanan streaming seperti Netflix dan Amazon Prime selama pandemi diyakini juga berkontribusi. Ini mengisi selera kalangan muda, yang menganggap banyak film Bollywood ketinggalan jaman.

Menurut perusahaan data pasar Statista, diketahui 1,4 miliar orang India sekarang menggunakan layanan tersebut, naik dari sekitar 12% pada 2019. Angka tersebut diperkirakan akan mencapai 31% pada tahun 2027.

Christina Sundareson, seorang ibu 40 tahun dengan dua gadis remaja di Mumbai, juga mengatakan kini jarang pergi menonton film Bollywood. Padahal dulu lumayan sering.

“Anak perempuan saya dulu menonton setiap film bersama kami, tetapi sekarang mereka juga tidak tertarik. Mereka sangat menyukai acara dan serial Korea yang ditayangkan di platform streaming ini,” tambahnya.

Sebelumnya pendapatan box-office India telah meningkat setiap tahun selama satu dekade, mencapai sekitar US$2 miliar pada 2019, sebelum merosot selama pandemi. Namun saat pemulihan Covid-19 terjadi tanda untuk bangkit kembali sedikit terlihat.

Pelacak industri menunjukkan, penjualan tiket turun setiap bulan sejak Maret tahun ini, secara berurutan, pelacak industri menunjukkan. Menurut penelitian dari perusahaan perbankan investasi Elara Capital, pendapatan dari film Bollywood secara khusus diperkirakan turun 45% pada kuartal Juli-September dibandingkan tingkat sebelum Covid-19.

“Bollywood tidak bisa lagi menerima penonton begitu saja dan harus beradaptasi jika berharap untuk bertahan dan berkembang,” tulis Reuters¬†mengutip penggemar film, serta setengah lusin pemain industri termasuk produser, distributor film, dan operator bioskop.


Artikel Selanjutnya


Netflix Mau Bikin ‘Squid Game’ Jadi Nyata, Segini Hadiahnya

(sef/sef)


sumber : cnbcindonesia.com

Baca Juga :  Jangan Anggap Enteng Covid Centaurus, Lebih Parah dari Delta?

Pos terkait