Extraordinary Attorney Woo Picu Perdebatan di Korea, Kenapa?

Jakarta, puncak-media.com IndonesiaDrama Korea (Drakor) hits Netflix, Extraordinary Attorney Woo, mengundang kontroversi. Ini terjadi di negara asalnya Korea Selatan (Korsel).

Extraordinary Attorney Woo sendiri bercerita tentang seorang pengacara wanita bernama Woo Young-woo. Ia yang memiliki ciri-ciri autis yang terlihat seperti echolalia namun memiliki IQ 164 dan kerap memecahkan sejumlah persoalan hukum rumit.

Bacaan Lainnya




Extraordinary Attorney Woo (Ist)Foto: Extraordinary Attorney Woo (Ist)
Extraordinary Attorney Woo (Ist)

Beberapa keluarga menggambarkan serial itu sebagai “fantasi murni”. Mereka menyebut karakter yang muncul tidak realistis.

“Bagi banyak orang, mencapai seperti Woo akan setara dengan seorang anak yang memenangkan medali Olimpiade untuk bersepeda tanpa bisa berjalan”, kata ibu dari seorang anak autis, mengatakan kepada penyiar lokal, Lee Dong-ju, dikutip dari AFP, Kamis (1/9/2022).

Hal serupa juga dikatakan Lee Da Bin. Ia memiliki spektrum autis hampir mirip dengan tokoh Woo, mulai dari hipersensitivitas terhadap rasa hingga keunggulan akademis.

Tetapi hal tersebut terlambat diketahui, sampai ia putus sekolah dan menemui psikiater karena depresi. Dia tumbuh dengan “hanya merasa berbeda”, menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa bersosialisasi.

“Orang-orang sama sekali tidak mengenali bentuk-bentuk autisme ringan. Saya merasa bahwa saya sedang ‘terhapus’,” ujarnya.

“Saya menjalani seluruh hidup saya dengan berpikir bahwa saya hanya orang yang aneh … dan itu salah saya bahwa saya tidak bisa bergaul dengan orang lain,” tambahnya.

Sejumlah ahli memang mengatakan karakter Woo memang “fiksi yang telah diciptakan untuk memaksimalkan efek dramatis”. Tapi sebenarnya, ada lebih banyak kebenaran dalam ceritanya daripada yang disadari banyak orang Korsel.

“Sekitar sepertiga orang dalam spektrum memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata. Mereka mungkin tidak memiliki karakteristik autis yang mencolok atau bahkan menyadari bahwa mereka memiliki kondisi tersebut,” ” kata profesor Rumah Sakit Mokdong Universitas Wanita Ewha, Kim Eui-jung.

Hal sama juga dikatakan ali lain profesor psikiatri di Rumah Sakit Universitas Chung-Ang di Seoul, Kim Hee-jin. Kesadaran atau pemahaman publik tentang autisme yang ‘berfungsi tinggi ‘ masih sangat terbatas di Korsel.

“Masyarakat umum memandang autisme sebagai suatu kondisi yang melibatkan cacat intelektual yang parah”, katanya.

“Intervensi dini dapat membantu mencegah mereka yang berada di spektrum ‘menyalahkan diri mereka sendiri atas tantangan yang mereka hadapi karena autisme’, seperti kesulitan menjalin dan mempertahankan persahabatan,” tegasnya lagi.

Extraordinary Attorney Woo sendiri kini menjadi serial non Inggris yang paling banyak ditonton selama sebulan ini di Netflix. Sebelumnya, hal yang sama juga terjadi di drakor Squid Game.

Aktris utama Park Eun-bin, 29, sempat mengatakan dia awalnya ragu-ragu untuk menerima peran tersebut. Ia menyadari bahwa kekuatan cerita data mempengaruhi persepsi orang-orang autis di Korsel dan sekitarnya.

“Saya merasa memiliki tanggung jawab moral sebagai seorang aktor,” katanya.

“Saya tahu (serial) itu pasti akan memiliki pengaruh pada orang-orang dengan autisme dan keluarga mereka,” tambahnya.

“Ini adalah pertama kalinya saya sama sekali tidak tahu apa yang harus saya lakukan, ketika harus mengekspresikan sesuatu, ketika saya sedang membaca naskahnya,” ujarnya.


Artikel Selanjutnya


Puasa tapi Nonton Drakor Seharian, Bagaimana Hukumnya?

(sef/sef)


sumber : cnbcindonesia.com

Baca Juga :  Link video bokeh full terbaru

Pos terkait