Pertalite Mau Naik & Infasi Tinggi, Saatnya Borong Emas?

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Dunia saat ini sedang menghadapi masalah inflasi yang tinggi, tak terkecuali Indonesia. Memang, inflasi di Indonesia belum terlalu tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Agustus sebesar 4,69% (yoy) melandai dari bulan sebelumnya 4,94% yang merupakan level tertinggi sejak 2015. Meski melandai bukan tidak mungkin ke depannya inflasi akan kembali melesat. Sebab pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar.

Bacaan Lainnya

Berkaca dari 2013 dan 2014, saat BBM subsidi dinaikkan sekitar 30%, inflasi langsung melesat hingga lebih dari 8%.

Saat inflasi tinggi, emas merupakan aset yang selalu diingat. Secara tradisional, emas merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi.

Namun, saat ini kondisinya berbeda selain inflasi tinggi ada bank sentral di berbagai negara yang agresif menaikkan suku bunga, alhasil harga emas malah melempem.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia pada perdagangan Kamis (1/9/2022) merosot 0,86% ke kisaran US$ 1.965/troy ons, dan tidak jauh dari level termurah 15 bulan yang dicapai pada Juli lalu.


Sepanjang tahun ini, pelemahan emas dunia tercatat sekitar 7%. Merosotnya harga emas dunia membuat harga emas batangan di dalam negeri juga melempem.

Emas antam dengan berat 1 gram hari ini dibanderol Rp 949.000/batang, termurah dalam 6 bulan terakhir. Meski demikian, sepanjang tahun ini harga emas batangan Antam masih naik Rp 11.000/gram dibandingkan harga akhir 2021.

Emas dengan berat 1 gram tercatat naik 1,17% year-to-date (ytd). 

Baca Juga :  Smart Investment With Sinarmas Land

Perbedaan arah emas dunia dengan emas Antam tidak lepas dari nilai tukar rupiah yang melemah sekitar 4% (ytd). Ketika rupiah melemah, maka harga emas dunia yang dibanderol dengan dolar AS akan menjadi lebih mahal ketika dikonversi ke rupiah. Alhasil, harga emas Antam masih mampu menguat.

Meski demikian, banyak analis melihat harga emas dunia masih akan tertekan bahkan hingga satu tahun ke depan. Sebabnya, bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang masih akan agresif menaikkan suku bunga dan menahannya di level tinggi dalam waktu yang cukup lama.

Ketika emas dunia tertekan, emas Antam pun masih akan sulit menguat, kecuali jika nilai tukar rupiah jeblok akibat kenaikan harga Pertalite.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Kapan Waktu Yang Tepat Beli Emas?

sumber : cnbcindonesia.com

Pos terkait