Badai Berlanjut ke 2023, Startup Harus Begini agar Selamat

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Managing Plug and Play Indonesia Wesley Harjono, mengatakan, tekanan efisiensi di perusahaan rintisan atau startup masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Hal ini disebabkan karena praktik bakar uang demi mengejar pertumbuhan atau growth, tanpa memiliki strategi untuk menuju profitabilitas. Ia menilai cara ini sangat tidak sehat bagi ekosistem startup.

Bacaan Lainnya

Melalui kejadian-kejadian belakangan ini, seperti PHK massal, startup yang ada di tahap awal diharapkan lebih memperhatikan efisiensi perusahaan dan profitabilitas mulai sekarang.

Soal gaji karyawan startup yang dikenal selangit, menurutnya standar gaji tersebut perlahan akan ke normal.

“Menurut saya standar gaji akan makin balik ke normal,” ujarnya kepada puncak-media.com Indonesia, Rabu (23/11/2022).

Dalam perjalanannya, startup tahap lanjut ini pasti akan mengejar growth. Mereka juga dimanjakan oleh pendanaan dari para investor, yang membuat menaikan standar gaji, hingga membuat perusahaan membayar lebih atau overpaid.

Kejadian seperti inilah yang menurut Wesley menjadi penyebab persaingan antarstartup tahap lanjut untuk mempekerjakan seorang talenta.

Vice President of Investments MDI Ventures Aldi Adrian mengatakan bahwa manajemen startup harus memahami bahwa kondisi perekonomian tidak akan pulih dalam jangka pendek.

“Jika benar manajemennya, mereka sudah siap tidak hanya 2023, tetapi potensi 2024 juga belum profitable,” katanya.

Aldi menyatakan ini bukan berarti tidak ada peluang untuk meraih pendanaan dalam 2 tahun ke depan. Namun, pendiri startup harus menghindari buru-buru mencari investor karena kehabisan modal untuk meneruskan operasi.

Baca Juga :  Video Game Faktor Utama Aksi Penembakan SD Uvalde?

“Kalau mau fundraising lagi tidak buru-buru seperti sekarang. Kalau sekarang kan sejalan dengan runway, istilahnya duitnya yang sisa,” lanjutnya.

Namun, dia memperkirakan perusahaan yang sudah mengambil langkah besar pada tahun ini termasuk dengan melakukan pemutusan hubungan kerja, sudah siap untuk jangka panjang.

“Jika sudah PHK, saya percaya mereka sudah siap bukan hanya untuk 2023, tetapi lebih panjang,” kata Aldi.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Gugur Sebelum Berkembang, Daftar Startup RI yang Gulung Tikar

(dem)


Pos terkait