Bandar Kripto Bangkrut Borong Rumah Mewah Rp 1,9 T di Bahama

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Pendiri FTX Sam Bankman-Fried dan orang tuanya serta para eksekutif senior di bursa kripto yang bangkrut itu, dilaporkan membeli setidaknya 19 properti di Bahama senilai hampir US$ 121 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun. Properti itu dibeli selama dua tahun terakhir.

Secara terpisah, pengacara FTX mengatakan bahwa salah satu unit perusahaan menghabiskan US$ 300 juta di Bahama untuk membeli rumah dan properti liburan untuk staf seniornya. FTX pun disebut berjalan sebagai kekuasaan pribadi Bankman-Fried.

Bacaan Lainnya

Mengutip Reuters, Rabu (23/11/2022), mereka mayoritas membeli rumah mewah di tepi pantai, termasuk tujuh kondominium di komunitas resor mahal bernama Albany, dengan harga hampir US$ 72 juta.




Sam Bankman-Field. (Dok: AP Photo/Matt York)Foto: Sam Bankman-Field. (Dok: AP Photo/Matt York)

Akta menunjukkan properti ini, yang dibeli oleh salah satu unit FTX, akan digunakan sebagai tempat tinggal personel kunci perusahaan. Namun Reuters tidak bisa menentukan siapa yang tinggal di apartemen tersebut.

Sementara dokumen untuk properti lain dengan akses pantai di Old Fort Bay, menunjukkan orang tua Bankman-Fried, profesor hukum Universitas Stanford Joseph Bankman dan Barbara Fried, sebagai penandatangan.

Properti itu, menurut salah satu dokumen bertanggal 15 Juni 2022 digunakan sebagai rumah liburan. Ketika ditanya Reuters mengapa pasangan itu memutuskan membeli rumah peristirahatan di Bahama dan cara pembayarannya, apakah secara tunai, KPR atau oleh pihak ketiga seperti FTX, juru bicaranya hanya mengatakan mereka telah mencoba mengembalikan properti itu ke FTX.

“Sejak sebelum proses kepailitan, Tuan Bankman dan Nyonya Fried telah berusaha mengembalikan akta tersebut ke perusahaan dan sedang menunggu instruksi lebih lanjut,” kata juru bicara tersebut. Ia menolak menjelaskan lebih lanjut.




Pemandangan pintu masuk Old Fort Bay, sebuah komunitas berpagar yang dulunya merupakan rumah bagi benteng kolonial Inggris yang dibangun pada tahun 1700-an untuk melindungi dari bajak laut, di New Providence, Bahama, 18 November 2022. (REUTERS/Koh Gui Qing)Foto: Pemandangan pintu masuk Old Fort Bay, sebuah komunitas berpagar yang dulunya merupakan rumah bagi benteng kolonial Inggris yang dibangun pada tahun 1700-an untuk melindungi dari bajak laut, di New Providence, Bahama, 18 November 2022. (REUTERS/Koh Gui Qing)

Meskipun diketahui bahwa FTX dan karyawannya membeli real estat di Bahama, tempat ia mendirikan kantor pusatnya pada September tahun lalu, catatan properti yang dilihat oleh Reuters menunjukkan untuk pertama kalinya skala pembelian mereka dan tujuan penggunaan sebagian dari real estat.

FTX, yang mengajukan kebangkrutan awal bulan ini setelah penarikan pelanggan yang terburu-buru, tidak menanggapi permintaan komentar. Bankman-Fried tidak menanggapi permintaan komentar.

Bankman-Fried mengatakan kepada Reuters bahwa dia tinggal di sebuah rumah bersama sembilan rekan lainnya. Untuk karyawan, FTX menyediakan makanan gratis dan layanan “mirip Uber in-house” di sekitar pulau.

Runtuhnya FTX, salah satu pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, telah menyebabkan sekitar 1 juta kreditor menghadapi kerugian dengan total miliaran dolar.

Reuters telah melaporkan Bankman-Fried diam-diam menggunakan US$ 10 miliar dana nasabah FTX untuk menopang bisnis trading kriptonya, dan setidaknya US$1 miliar dari simpanan tersebut telah lenyap.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Investor Kripto Lagi Ngeri-ngeri Sedap Nih, Ada Apa Gerangan?

(dem)


Baca Juga :  Kasus Prostitusi Artis Berinisial CA Ditangkap Polisi Dan Akun Instagramnya Diserang Netizen

Pos terkait