Deretan Bursa Kripto Ini Mau Bangkrut, Apa Saja?

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Usai kebangkrutan FTX, sejumlah binance dan perusahaan kripto lainnya sedang mempersiapkan penawaran ambil alih untuk memberikan pinjaman mata uang digital ke Voyager Digital yang mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Disebutkan, Voyager berupaya untuk merestrukturisasi perusahaan bermasalah sebagai operasi bisnis yang layak pada Juli setelah Three Arrows Capital gagal membayar pinjaman dari perusahaan senilai US$670 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (Asumsi kurs Rp15.673/US$).

Bacaan Lainnya

Dilansir dari puncak-media.com Internasional, Voyager akan diakuisisi oleh unit Amerika FTX, FTX US, seharga US$1,4 miliar atau sekitar Rp21 triliun setelah perusahaan milik Sam Bankman-Fried tersebut menang dalam lelang kebangkrutan Amerika Serikat (AS).

Minggu ini, Binance mengkonfirmasi bahwa anak perusahaannya di AS, Binance.US berencana untuk membuat penawaran untuk menyelamatkan Voyager dari kebangkrutan. Sebelumnya, Binance.US telah menawarkan untuk membeli Voyager sebagai bagian dari lelang kebangkrutannya.

CEO Binance, Changpeng Zhao mengatakan bahwa saat ini Binance.US akan mengajukan tawaran lain untuk Voyager, mengingat FTX tidak lagi dapat menindaklanjuti komitmen tersebut. Disebutkan, Zhao telah menyiapkan dana US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun untuk mendukung perusahaan tersebut.

Sementara itu, platform perdagangan crypto dan NFT, CrossTower menjadi salah satu pihak yang akan membuat penawaran baru untuk perusahaan setelah pada awalnya bersaing untuk membeli Voyager di lelang pengadilan.

“CrossTower mengajukan tawaran yang direvisi yang dirasa akan menguntungkan pelanggan dan komunitas crypto yang lebih luas,” sebut Juru Bicara CrossTower kepada puncak-media.com Internasional.

Selain itu, CrossTower juga merencanakan dana pemulihan industrinya secara terpisah. Mereka menyebutkan, pihaknya tidak melihat dana tersebut sebagai saingan dengan Binance.

“Ini tentang menstabilkan industri, mendapatkan kembali kepercayaan, dan membangun kembali masa depan keuangan,” kata juru bicara CrossTower.

“Kami akan melakukannya dan kami akan bekerja sama dengan pemerintah dan pembuat kebijakan serta mempromosikan transparansi. Satu dana ventura tidak membangun industri teknologi dan satu dana pemulihan tidak akan membangun kembali industri ini,” lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Financial News London, Wave Financial juga berencana membuat penawaran baru untuk mengakuisisi Voyager, setelah awalnya kalah dari FTX.

Presiden Wave, Metteo Perruccio sempat enggan untuk dikonfirmasi soal itu. Namun pada bulan lalu, ia mengatakan, perusahaannya percaya bahwa tawaran pihaknya lebih baik untuk investor dan debitur.

Pada Agustus, Voyager menghentikan perdagangan dan transfer VGX. Selain itu, pihaknya meminta para penggunanya untuk menukar token mereka dengan koin baru di blockchain terpisah. Sementara itu, nasib token yang telah turun lebih dari 85% sejak awal tahun masih belum jelas.

FTX US telah menawarkan untuk membeli seluruh VGX yang dipegang oleh Voyager dan afiliasinya seharga US$10 juta atau sekitar Rp156 miliar. Namun, Voyager mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk menemukan solusi yang lebih tinggi dan lebih baik untuk token yang kompatibel dengan penawaran FTX US.

Saat ini, FTX US menjadi bagian dari proses kepailitan di pengadilan Delaware bersama perusahaan induknya dan afiliasi lainnya termasuk Alameda Research.

Pemain lain yang terlibat dalam proses restrukturisasi ini adalah Ethos.io, startup yang diakuisisi Voyager pada 2019. Voyager hanya mengakuisisi teknologi Ethos.io, dan perusahaan tersebut berencana untuk bangkit kembali sebagai merek terpisah setelah Voyager runtuh.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ambyar! Bandar Kripto Ini Kehilangan Harta Rp 228 T Semalam

(haa/haa)


Pos terkait