Fitur Baru Batal, Elon Musk Singgung Kelakuan Bodoh Twitter

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Elon Musk kembali mengambil kebijakan plin plan kepada para pengguna Twitter. Orang terkaya di dunia itu mengatakan dalam sebuah tweet pada Rabu (10/11), bahwa dia akan “membunuh” label resmi atau centang abu-abu, pada hari yang sama ketika fitur mulai diluncurkan.

“Harap dicatat bahwa Twitter akan melakukan banyak hal bodoh dalam beberapa bulan mendatang,” cuitnya, dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2022). “Kami akan mempertahankan apa yang berhasil & mengubah apa yang tidak.”

Bacaan Lainnya

Musk membatalkan label resmi tersebut hanya sehari setelah seorang eksekutif produk di Twitter mengumumkannya. Ini jelas menyebabkan kebingungan tentang perbedaan antara label dan tanda centang biru Twitter yang saat ini yang menandakan akun terverifikasi.

Jika Anda sempat membuka Twitter kemarin, memang ada tampilan baru di bawah nama akun Twitter. Terlihat ada dua tanda centang verifikasi di suatu akun, satu berwarna biru dan satu lagi abu-abu. Lalu apa bedanya?

Dua centang biru dan abu-abu menjadi salah satu kebijakan baru yang mulai diterapkan setelah akuisisi perusahaan oleh Elon Musk pada akhir Oktober lalu.

Twitter Eksekutif produk Esther Crawford mengungkapkan rincian tentang cara skema verifikasi baru tersebut. Beberapa akun yang awalnya diverifikasi akan segera memakai label “resmi” berupa centang abu-abu.

Beberapa pengguna yang akunnya bisa mendapat tanda verifikasi centang abu-abu harus memberikan informasi pribadi kepada platform seperti informasi perusahaan, nomor telepon, atau salinan SIM mereka untuk verifikasi identitas.

Baca Juga :  Pria Viral Banting Injak Sopir Di Cibubur Masih Diburu

Namun di satu sisi, tidak semua akun yang diverifikasi sebelumnya bisa mendapatkan label “resmi” atau centang abu-abu ini. Dan label tersebut tidak tersedia untuk dibeli.

“Akun yang akan menerimanya antara lain akun pemerintah, perusahaan komersial, mitra bisnis, media besar, penerbit dan beberapa tokoh masyarakat,” tulis Crawford.

Sementara setiap pengguna yang membayar US$7,99 (sekitar Rp 125 ribu) per bulan untuk layanan Twitter Blue, adalah mereka yang akan menikmati produk langganan perusahaan berupa tanda centang biru, demikian dikutip dari puncak-media.com Internasional.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Panas! Kena ‘Prank’ Akuisisi, Twitter Resmi Gugat Elon Musk

(roy/roy)


Pos terkait