Kenali Diabetes Melitus, ‘Silent Killer’ yang Intai Warga RI

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang gejalanya sering kali diabaikan. Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa diabetes melitus adalah salah satu ‘silent killer’ atau pembunuh senyap.

Sebenarnya, apa itu Diabetes Melitus?

Bacaan Lainnya

Diabetes melitus adalah sekelompok penyakit metabolik pada tubuh yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Hal tersebut terjadi akibat adanya gangguan pada hormon insulin, yaitu hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk membantu tubuh mengontrol kadar gula dalam darah sekaligus mengelola glukosa sebagai sumber energi.

“Kelainannya bisa berupa produksi hormon insulin yang sudah berkurang atau ditambah dengan fungsinya yang juga sudah terganggu,” jelas salah satu Dokter Spesialis Penyakit Dalam Divisi Endokrin Metabolik dan Diabetes Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Martha Rosana, Sp.PD melalui YouTube resmi RSCM.

Dokter Martha mengatakan, diabetes melitus terdiri atas beberapa tipe. Namun, tipe yang umumnya ditemukan pada pasien adalah diabetes melitus Tipe 2 atau DM Tipe 2. Disebutkan, DM Tipe 2 disebabkan oleh adanya gangguan kerja insulin dan produksi insulin yang berkurang.

Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi terjadinya DM Tipe 2, yaitu gaya hidup yang kurang aktif dan kurang bergerak, asupan makanan yang berlebih hingga terjadi berat badan berlebih atau obesitas, dan adanya riwayat DM pada anggota keluarga.

“Ada faktor lain (penyebab DM Tipe 2), yaitu riwayat DM di keluarga walaupun itu tidak terlalu besar,” sebut Martha.

Ia menyebutkan, ada tiga gejala klasik DM Tipe 2 yang umumnya dialami penderita, yaitu poliuria atau meningkatnya frekuensi buang air kecil, polidipsia atau kondisi ketika seseorang sering merasa haus sehingga banyak minum, dan polifagia atau sering merasa lapar akibat sel tubuh mengalami kekurangan gula darah dan zat energi.

Baca Juga :  Harga Samsung Galaxy A03 Keluaran Terbaru 2022

“Pengobatan diabetes melitus sebenarnya tidak mudah. Jika seseorang sudah terdiagnosis diabetes melitus, harus mengerti bahwa itu adalah suatu hal yang tidak mudah bagi pasien,” tegas Martha.

Martha menegaskan, cara mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes melitus adalah memiliki gaya hidup yang sehat, menjaga pola makan, dan melakukan beragam aktivitas fisik yang rutin dan teratur.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 422 juta orang di dunia menderita diabetes. Setiap tahunnya, setidaknya terdapat kurang lebih 1,5 juta kematian yang diakibatkan oleh diabetes secara langsung. Sedangkan di wilayah Asia Tenggara, WHO mencatat ada lebih dari 96 juta orang menderita diabetes dan 96 juta lainnya mengalami pra-diabetes.

Sementara itu, berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF), ada 19,5 juta masyarakat Indonesia berusia 20-79 tahun yang mengidap diabetes pada 2021.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ini Bukti Makan Nasi Putih Tiap Hari Tak Selalu Buruk

(miq/miq)


Pos terkait