Lagi Viral, Gambaran Ngerinya Wujud Manusia di Tahun 3000

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Sebuah cerita viral diunggah oleh Daily Mail tentang bagaimana rupa manusia di tahun 3000. Dalam unggahan tersebut, terlihat gambar manusia dengan punggung bungkuk, tangan cakar, kelopak mata kedua, tengkorak lebih tebal, dan otak lebih kecil.

Cerita tersebut berasal dari dari posting yang diterbitkan oleh TollFreeForwarding.com, sebuah situs yang menjual, seperti namanya, nomor telepon virtual.

Bacaan Lainnya

“Penelitian” ini tampaknya tidak terlalu ilmiah. Alih-alih, ini lebih mirip dengan posting blog SEO.

Untuk mendapatkan backlink, para pelaku di TollFreeForwarding memanfaatkan cerita soal “manusia masa depan” oleh seniman model 3D. Hasil dari upaya ini adalah “Mindy,” seorang bungkuk yang tampak menyeramkan dengan skinny jeans hitam.

“Untuk sepenuhnya menyadari dampak teknologi sehari-hari terhadap kami, kami mengambil sumber penelitian ilmiah dan pendapat ahli tentang masalah ini,” tulis TollFreeForwarding, dikutip dari Futurism, Senin (7/11/2022).

“Sebelum bekerja dengan desainer 3D untuk menciptakan manusia masa depan yang tubuhnya telah berubah secara fisik karena penggunaan yang konsisten smartphone, laptop, dan teknologi lainnya.”

Namun, sumbernya meragukan. Otoritasnya pada perkembangan tulang belakang, misalnya, adalah “ahli kesehatan dan kebugaran” di sebuah situs yang menjual krim pijat.

Untuk itu banyak yang menilai, bahwa TollFreeForwarding tak bisa dijadikan sumber.

Namun gambaran ngeri wujud manusia itu juga dikutip oleh StudyFinds, sebuah blog yang umumnya dapat diandalkan tentang penelitian akademis.

Gambaran mengerikan di TollFreeForwarding sepertinya bertujuan memberi efek kejut sekaligus sindiran tentang ketergantungan manusia kepada teknologi.

Baca Juga :  La guerra Rusia-Ucrania: el periodismo como guardián de la verdad

Saking tak bisa lepasnya dari layar gadget, aktivitas menggunakan smartphone diskenariokan bisa menuntun evolusi biologi manusia. 

“Konten kami dimaksudkan untuk diskusi dan kami selalu mendorong pembaca kami untuk mendiskusikan mengapa atau mengapa mereka tidak setuju dengan temuan tersebut,” kata StudyFinds.

“Jika Anda sangat tidak setuju dengan sebuah laporan – silakan singkirkan pendapat Anda dengan senang hati di kolom komentar.”

[Gambas:Video CNBC]

(dem)


Pos terkait