Lagi Viral, Penjelasan BMKG Soal Air Terjun di Langit Bekasi

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Baru-baru ini, sebuah video menampilkan hujan deras yang disebut ‘air terjun dari langit’ di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bikin geger publik.

Dalam video yang viral di media sosial terlihat hujan turun hanya di satu titik, meski di sekelilingnya juga turun hujan. Selain itu karena kemungkinan hujan yang deras, pepohonan di sekitar lokasi juga bergoyang.

Bacaan Lainnya

Penampakan derasnya air yang muncul di satu titik itu disebut BMKG sebagai fenomena alam microburst. Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin menjelaskan microburst merupakan fenomena downburst dalam skala lebih kecil.

Microburst itu fenomena lebih kecil dari downburst, fenomenanya identik,” kata Miming, dikutip dari Detikcom, Minggu (13/11/2022).

Senior Forecaster BMKG, Reifda Novikarany mengatakan downburst dalam istilah meteorologi merupakan sistem angin kencang secara vertikal ke bawah. Ini terjadi dalam waktu yang singkat dan muncul dari sistem awan kumulonimbus dan menyebar saat sampai di permukaan tanah.

Dia menambahkan bahwa downburst punya daya rusak yang tinggi. Karena kejadiannya begitu cepat dalam durasi yang singkat dan biasanya disertai dengan hujan. “Sehingga ketika terjadi di wilayah pemukiman dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur,” ujar Reifda.

Namun, downburst berbeda dengan fenomena angin puting beliung. Meski keduanya terjadi karena awan kumulonimbus serta sama-sama punya efek merusak.

“Kalau puting beliung bentuknya memutar seperti spiral atau belalai yang turun dari awan ke permukaan, sedangkan downburst bentuknya lebih menyebar dan embusan anginnya kencang secara vertikal dari dasar awan,” tuturnya.

Baca Juga :  Cara Mempercepat IDM dengan Mudah 100x Lebih Cepat Dengan Regedit

Dia menjelaskan fenomena tersebut cukup sulit dideteksi dan diprediksi seperti puting beliung. Sebab hanya terjadi dalam skala singkat dan dalam beberapa menit saja. Downburst juga sulit diprediksi lokasi dan waktu kejadiannya karena bersifat lokal.

“Akan tetapi, kewaspadaan untuk kejadian cuaca ekstrem, termasuk downburst atau puting beliung dan cuaca ekstrem sejenisnya, perlu ditingkatkan, terutama ketika mendapati adanya pertumbuhan awan yang sudah berwarna gelap dan menjulang tinggi, karena jenis awan tersebut dapat dipastikan jenis kumulonimbus yang biasanya dapat menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir bahan bisa menimbulkan angin kencang/puting beliung/downburst,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)


Pos terkait