Penyebab PHK Massal di Zenius, Shopee Cs Terjadi Berulang

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Sepanjang tahun ini banyak startup akhirnya mengambil jalan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada banyak karyawannya. Beberapa perusahaan, seperti Zenius dan Shopee, bahkan melakukan PHK massal lebih dari sekali.

Zenius dua kali mengumumkan kebijakan PHK yaitu pada Mei dan Agustus. Adapun, PHK di Shopee telah terjadi dalam beberapa gelombang di penjuru dunia meskipun PHK untuk pegawai di Indonesia baru sekali diumumkan.

Bacaan Lainnya

Vice President of Investments MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto menjelaskan aset yang dimiliki oleh startup bukan berupa peralatan atau bangunan seperti perusahaan konvensional. Namun akan menghabiskan pengeluaran untuk sumber daya manusia.

Di sisi lain, startup mendapat pembiayaan dari investor eksternal. Karena keadaan ekonomi serba tak menentu, pendanaan pun tak semudah dulu yakni perusahaan diminta untuk bisa profit lebih dulu sebelum mendapatkan dana.

“Koreksi ini membuat perusahaan awalnya market grow-grow, untuk grow tadi spend banyak di orang tadi. Sekarang investor mau profitable dulu baru mau kasih duitnya. Ini jadi challenging untuk beberapa startup beberapa perusahaan tech,” jelasnya kepada puncak-media.com Indonesia, Senin (21/11/2022).

Untuk mencapai keuntungan ada beberapa cara. Misalnya mengatur budget yang ada hingga melakukan layoff.

Dia menjelaskan ada beberapa tahapan PHK. Mulai dari pegawai kontrak, tahap kedua pada mereka yang dianggap tidak menunjukkan kinerjanya, berikutnya menghilangkan tim yang tidak relevan hingga mengatur ulang bisnisnya.

“Kebanyakan sekarang yang lagi ramai di level 1-2,” ungkap Aldi.

Baca Juga :  Download Stumble Guys Mod Apk Multiplayer Royale

Menurutnya, tahun depan kemungkinan efisiensi lagi masih terjadi. Tapi mungkin tak akan separah yang terjadi seperti tahun 2022 ini.

Perusahaan harusnya sudah mempersiapkan diri lebih baik di tahun depan. Jika PHK masih terjadi, kemungkinan perusahaan gagal mengganti strategi bisnisnya ke kebutuhan di masa depan.

“Jangan harap bisa fundraising tahun depan atau tahun depan lagi. Kalau mau fundraising pas lagi butuh atau lagi pengin saja atau emang take time,” kata Aldi.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Komisaris Bursa Bicara Masa Kelam Startup, Kasih Saran ke CEO


Pos terkait