Ular Angkasa Tertangkap Kamera Menjalar di Permukaan Matahari

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Fenomena menarik terjadi di Matahari baru-baru ini. Ular angkasa tertangkap kamera merayap di permukaan Matahari. Apa ular asli?

Keberadaan ‘ular’ ini ditangkap oleh Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa. Terlihat tabung gas atmosfer yang dingin ditembakkan oleh medan magnet menyerupai ular melilit pusat tata surya itu.

Bacaan Lainnya

Fenomena tersebut dipotret dalam citra ultraviolet ekstrem, melihat proses energi intens yang terjadi di atmosfer Matahari. Gambar diambil selama tiga jam dan memperkirakan ‘ular’ itu bergerak dengan kecepatan 170 kilometer per detik.

IFL Science menjelaskan seluruh gas di atmosfer Matahari merupakan plasma. Karena suhunya mencapai lebih dari satu juta derajat Celcius, elektron pun terlepas dari atom.

Namun beberapa bagian lebih panas dari yang lain. Bagian yang lebih dingin ini yang membentuk ular. Plasma dingin seperti bergerak melintas permukaan.

“Anda mendapatkan plasma mengalir satu sisi ke sisi lain, namun medan magnetnya benar-benar acak. Jadi Anda mendapatkan perubahan arah ini karena kami melihat ke bawah pada struktur yang bengkok,” jelas pemimpin penelitian, David Long dikutip IFL Science, Selasa (22/11/2022).

Kemudian titik asal ‘ular’ dan filamen meletus atau dikenal sebagai coronal mass ejections dan saat terjadi plasma dalam jumlah besar terhempas ke antariksa. Jika menghantam Bumi, bisa menyebabkan badai geomagnetik.

Lokasi ular, filamen, dan coronal mass ejection menjadi satu dan terlalu kebetulan. Saat ini tim peneliti sedang menyelidiki cara ketiganya terkait.

Energetic Particle Detector dari Solar Orbiter sedang aktif saat lontaran terjadi. Ini mencatat peristiwa partikel energik Matahari paling intens yang pernah tercatat.

Baca Juga :  Logo Apple iPhone FF dan Cara Membuat Logo Terbaru 2022

Saat letusan terjadi, Parker Solar Probe NASA juga ikut tersapu. Hal tersebut memberikan pandangan dari peristiwa tersebut saat mengorbit lebih dekat ke Matahari, artinya dapat mengukur letusan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ahli Prediksi Sisa Umur Matahari, Berapa Lama Lagi?

(dem)


Pos terkait