Cara Daftar Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Karyawan

Cara Daftar Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Karyawan – Apa yang dimaksud dengan Penerima Bukan Upah (BPU)? Bagi yang ikut BPJS Ketenagakerjaan, tentunya informasi ini harus dipahami.

Di BPJS Ketenagakerjaan, ada kategori bukan penerima upah (BPU). Pada prinsipnya perlu diperhatikan bahwa yang harus mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya karyawan.

Cara Daftar Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Karyawan

Tidak hanya jenis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebaliknya, itu terdiri dari empat klasifikasi yang berbeda. termasuk penerima upah, bukan penerima upah (BPU), jasa konstruksi dan pekerja migran.

Bacaan Lainnya

Cara Urus Kecelakaan Kerja Karyawan Dengan Bpjs Ketenagakerjaan

Mengacu pada jenis peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana tersebut di atas, karyawan perusahaan termasuk dalam kelompok peserta Penerima Upah (PU) BPJS.

Pada saat yang sama, pemindahan karyawan perusahaan, pengusaha adalah sejenis peserta BPJS, bukan penerima upah. Disini tidak ada gaji, sering disebut BPU.

Lebih detail, ada jenis subkelompok BPU. Secara garis besar yang termasuk dalam BPU adalah pekerja yang tidak dipekerjakan oleh orang lain dan tidak dibayar dalam bentuk upah.

Mulai dari jenis umum BPU, dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis khusus. Diantaranya adalah bos. Misalnya pengusaha atau pemilik usaha.

Cara Klaim Bpjs Tenaga Kerja Kini Lebih Cepat Lewat Antrian Online

Kemudian ada karyawan yang tidak bekerja atau berwiraswasta. Misalnya pengacara, arsitek, dokter, artis, tapi juga pekerja lepas. Ada juga pekerja yang tidak dibayar atau bekerja di sektor informal.

Misalnya, pedagang, nelayan, petani, pengemudi angkutan umum, dan pengemudi sepeda motor. Berikut informasi lengkap tentang BPU yang penting untuk diketahui.

Dalam praktek di lapangan, meskipun sudah berstatus peserta BPJS Ketenagakerjaan, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengenal BPU.

Penerima Pendapatan Bukan Upah (BPU) dipahami sebagai kelompok pekerja yang secara mandiri melakukan kegiatan di bidang ekonomi untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan usaha yang dilakukannya.

Cara Daftar Bpjs Ketenagakerjaan Bagi Pengusaha, Pekerja Lepas Dan Paruh Waktu

Definisi BPU secara tegas diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 1 Tahun 2016. Peraturan ini juga memuat seluk beluk lengkap baik BPU maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Merujuk pada Pasal 3 Permenaker No. 1 Tahun 2016, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang termasuk dalam kategori tidak dibayar (BPU) wajib mengikuti dua program BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk metode pendaftaran, peserta BPU perlu mendaftar secara kolektif melalui platform atau beberapa grup.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi peserta pada saat pendaftaran. Persyaratan yang harus dipenuhi saat mendaftar menjadi peserta BPJS BPU cukup sederhana.

Aturan Baru, Anak Peserta Bpjs Ketenagakerjaan Bisa Dapat Beasiswa Penuh Hingga Sarjana

Untuk proses pendaftarannya dapat dilakukan secara offline maupun secara langsung melalui kantor BPJS. Anda juga bisa melalui cara online di halaman web BPJSketenagakerjaan.

Laporan kepesertaan Jika ada perubahan informasi, laporan dapat dilakukan secara mandiri melalui cabang BPJS terdekat. Pilihan kedua juga bisa melalui platform/grup tertentu yang mendukung peserta.

Apabila terjadi kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja yang menimpa peserta BPU, cara-cara di atas juga dapat digunakan.

Berbeda dengan iuran BPJS untuk penerima upah, iuran BPJS untuk bukan penerima upah tidak dihitung sebagai persentase dari upah pekerja.

Siap Siap! Bsu Blt Subsidi Gaji Via Bpjs Ketenagakerjaan 2022 Rp1 Juta Masuk Rekening 7 Karyawan Ini

Menurut peraturan yang berlaku yaitu PP No. 44 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Proyek JKK dan JKM, besaran iuran untuk BPU JKK adalah 1% dari nominal Karena satu berdasarkan penghasilan.

Limit minimal Rp 10.000 sedangkan maksimal Rp 207.000. Premi asuransi JKM BPJS BPU sebesar Rp6.800 per bulan.

Transisi dari JKK dan JKM, proyek JHT dikendalikan oleh PP no. 46 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Proyek JHT.

Besaran iuran JHT adalah 2% dari jumlah penghasilan tertentu. Kisaran namanya antara Rp 20.000 hingga Rp 414.000.

Syarat Dan Cara Daftar Bpjs Ketenagakerjaan Terbaru

Pembayaran dapat dilakukan secara individu atau melalui wadah atau kelompok tertentu. Juga, ada pilihan untuk membayar di muka untuk jangka waktu 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun.

Tunjangan yang diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan kategori Penerima Pembayaran Tidak Dibayar (BPU) hampir sama dengan kategori penerima gaji.

Jika pekerja tidak meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli warisnya akan menerima santunan kematian proyek sebesar Rp 16,2 juta.

Jumlah tersebut ditambah dengan beasiswa untuk anak-anak Rp 12 juta. Dengan persetujuan, masa keanggotaan akan mencapai lima tahun.

Panduan Program Bpjs Ketenagakerjaan Dan Kesehatan Lengkap

Nah, itulah gambaran tentang Non Payroll Person (BPU) yang penting untuk diketahui. Melalui informasi yang disajikan, kami berharap dapat bermanfaat bagi Anda.

Sobat finansial, bagi yang ingin mengetahui polis asuransi unit terproteksi terbaik, bisa menyimak audiobook di bawah ini secara gratis.

Tentunya informasi di atas sangat penting bagi seluruh peserta rekrutmen BPJS. Membagikan artikel ini dapat menambah pemahaman kepada orang-orang terdekat anda ya, terima kasih.

Shara Nurrahmi, S.Pd, Gr. Jadilah penulis konten. Lulus dari Universitas Negeri Malang dan pengajar dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Cara Cek Blt Bpjs Ketenagakerjaan Kapan Cair, 1 Juta Karyawan Siap Ditransfer Bsu Subsidi Gaji Rp 500 Ribu

Hak Cipta 2013 – 2022 Semua hak dilindungi undang-undang | Peta Situs | Kebijakan Privasi | Penyunting | Pedoman Cyber ​​| Secara hukum di Indonesia, jaminan perlindungan diri masih sangat sulit dibandingkan dengan negara lain. Toh, ada pihak swasta yang menyediakan banyak jasa asuransi untuk melindungi diri. Namun, seperti yang kita ketahui, asuransi swasta sangat mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Di tengah sulitnya mencari jaminan sosial yang bisa dibelanjakan untuk melindungi diri, pada akhirnya ada solusi bagi masyarakat Indonesia. Jalan keluar atau solusinya sendiri disebut BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan memiliki dua bentuk yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Khusus bagi karyawan yang ingin terlindungi dan terjamin masa depannya dengan harga yang terjangkau, pilihannya adalah BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK). Dengan mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, Anda akan mendapatkan tiga jenis layanan yaitu JHT (Jaminan Hari Tua), JKK (Asuransi Kecelakaan) dan JKM (Asuransi Kematian) yang tentunya sangat bermanfaat.

Berbicara tentang BPJS TK Ketenagakerjaan, Anda harus tahu bahwa organisasi ini dulu disebut Jamsostek, yang menyediakan program asuransi sosial yang memberikan perlindungan bagi karyawan di perusahaan-perusahaan di Indonesia, seperti asuransi kesehatan. Namun kini setelah Jamsostek berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan, karyawan dari luar perusahaan atau wiraswasta juga diperbolehkan mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, jika Anda adalah orang yang memiliki pekerjaan di luar hubungan kerja, seperti pedagang, petani, nelayan, blogger, artis, atlet, supir taksi, pekerja lepas dan wiraswasta lainnya, Anda dapat mendaftarkan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan. . Sejak Mei 2015, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah memperkenalkan Program Bukan Penerima Upah (BPU). Dengan skema baru ini, individu yang tergolong tidak bergaji atau tidak menerima gaji tetap (wiraswasta) dapat dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan dan manfaatnya sama dengan yang ada di sektor formal.

Pembukaan program BPU sendiri memiliki dasar yang dijelaskan oleh BPJS Ketenagakerjaan yaitu karena minat masyarakat terhadap kategori wirausaha sangat minim. Apalagi menurut BPJS, wiraswastawan berhak masuk peserta BPJS TK karena bisa dianggap sebagai pencari nafkah. Sebenarnya menurut BPJS TK, para pekerja informal ini seharusnya mendapatkan pelayanan dari BPJS TK, namun sayangnya minat atau minat mereka masih kurang.

Kupas Tuntas Iuran & Denda Bpjs Ketenagakerjaan Terbaru

Bagi peserta ada yang menarik dari program BPU itu sendiri. Dan fakta menarik ini seharusnya membuat orang-orang swadaya ini bersemangat untuk mendaftar. Yang menarik dari program BPU ini adalah memberikan fasilitas khusus yang tidak dimiliki oleh peserta BPJS TK dari kategori pegawai tetap atau setara dengan Jamkesmas dan Jamkesda. Beberapa manfaat yang akan diperoleh wiraswasta dari program BPU antara lain:

1. Mendapat fasilitas perawatan dan pengobatan Jika mengalami kecelakaan kerja, karyawan berhak mendapatkan perawatan di rumah sakit umum kelas satu yang biayanya bisa mencapai Rp. 20 juta. Menurut BPJS TK, angka Rp 20 juta tahun ini juga bisa menjadi angka yang tak terhingga. Ini sudah dibahas dan ada petunjuk pengoperasian dan petunjuk pengoperasian untuk ini.

2. Dapatkan pertanggungan penuh Jika Anda tidak mampu bekerja, BPJS akan menanggung TK secara penuh berdasarkan penghasilan yang dinyatakan. Misalnya, jika seorang karyawan mengalami kecelakaan kerja dan tidak dapat bekerja selama tiga bulan, maka tiga bulan tersebut akan ditanggung oleh penghasilan yang dinyatakan. 3. Santunan kematian Fasilitas menarik lainnya yang bisa didapatkan sendiri adalah jaminan kematian. Jika yang bersangkutan meninggal secara wajar, ahli warisnya akan menerima Rp 21 juta. Namun, jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ia akan menerima 48 kali penghasilan standar. 4. Premi asuransi yang murah dan terjangkau Terakhir, ketentuan menarik yang bisa didapatkan individu dari program BPU adalah premi yang murah dan terjangkau. Memang keberadaan BPJS sangat murah untuk ukuran penjaminan sebagai konsep asuransi, namun untuk program BPU ini hanya 1 persen pendapatan yang dibebankan untuk asuransi kecelakaan kerja dan 0,30 persen untuk asuransi kematian itu sendiri.

Sambil membayar iuran untuk peserta proyek BPU BPJS TK Anda, Anda harus membayarnya secara mandiri. Kecuali jika Anda adalah karyawan suatu perusahaan yang iurannya dipotong dari gaji karyawan yang bersangkutan, ditambah dengan iuran perusahaan tempat Anda bekerja. Sekarang, karena Anda tidak bekerja untuk perusahaan dan bekerja secara mandiri, Anda tidak ingin membayar sendiri biaya ini. Berikut besaran biaya dan tunjangan program TK-LHK (Ketenagakerjaan di Luar Hubungan Kerja):

Punya 2 Kartu Bpjs Ketenagakerjaan, Bisakah Digabungkan? Halaman All

1. Program JHT JHT atau Jaminan Hari Tua adalah program yang memastikan bahwa karyawan di hari tua dijamin saldo tabungannya di BPJS TK. Uniknya, tabungan dalam program JHT di BPJS Uitzenden memiliki bunga yang lebih tinggi dibandingkan simpanan di bank. Untuk proyek ini sendiri, Anda perlu melakukan deposit

Cara mendaftarkan karyawan bpjs ketenagakerjaan, cara hitung bpjs ketenagakerjaan karyawan, cara membuat bpjs ketenagakerjaan untuk karyawan, cara daftar blt bpjs ketenagakerjaan, cara daftar bansos bpjs ketenagakerjaan, potongan bpjs ketenagakerjaan untuk karyawan, cara daftar bsu bpjs ketenagakerjaan, cara daftar bpjs ketenagakerjaan karyawan baru, cara daftar bpjs ketenagakerjaan karyawan, cara daftar bantuan bpjs ketenagakerjaan, cara menghitung bpjs ketenagakerjaan karyawan, perhitungan bpjs ketenagakerjaan karyawan

Pos terkait