Polisi di AS Punya Senjata Baru: Robot Pembunuh

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Dewan Pengawas San Francisco memilih untuk membiarkan polisi kota menggunakan robot yang bisa membunuh. Tindakan tersebut memungkinkan polisi untuk mengerahkan robot yang dilengkapi dengan bahan peledak apabila situasi ekstrem terjadi.

Dr Catherine Connolly dari kelompok Stop Killer Robots, mengatakan langkah itu adalah “lereng licin” yang bisa menjauhkan manusia dari pembunuhan.

Bacaan Lainnya

Kepolisian San Francisco, SFPD, mengatakan kepada BBC bahwa mereka saat ini tidak mengoperasikan robot yang dilengkapi dengan kekuatan mematikan. Meski demikian, mereka mengatakan mungkin saja di masa depan ada skenario masa di mana mereka membutuhkan robot dengan kekuatan yang bisa membunuh, demikian dikutip dari BBC, Kamis (1/12/2022).

Seorang juru bicara polisi mengatakan robot berpotensi dilengkapi dengan bahan peledak untuk menembus struktur berbenteng yang berisi subjek kekerasan, bersenjata, atau berbahaya.

Mereka juga mengatakan robot dapat digunakan untuk melumpuhkan atau membingungkan tersangka kekerasan, bersenjata, atau berbahaya yang menimbulkan risiko kehilangan nyawa.

Para pendukung tindakan tersebut mengatakan robot pembunuh hanya akan digunakan dalam situasi ekstrem. Namun, para penentang mengatakan otoritas dapat mengarah pada militerisasi kepolisian.

Penggunaan robot pembunuh sendiri telah disahkan dengan amandemen pada Selasa (29/12). Undang-undang terbaru menetapkan bahwa petugas hanya dapat menggunakan robot yang memiliki kekuatan mematikan setelah menggunakan taktik de-eskalasi alternatif.

Dewan juga menetapkan bahwa hanya sejumlah kecil perwira tinggi yang dapat mengizinkan penggunaannya.

Jenis robot mematikan ini sudah digunakan di bagian lain Amerika Serikat. Pada tahun 2016, polisi di Dallas, Texas, menggunakan robot yang dipersenjatai dengan bahan peledak C-4 untuk membunuh seorang penembak yang telah menghabisi nyawa dua petugas dan melukai beberapa lainnya.

“Tidak ada kebijakan yang dapat mengantisipasi setiap situasi yang mungkin terjadi atau keadaan luar biasa yang mungkin dihadapi petugas. SFPD harus siap, dan memiliki kemampuan untuk merespons secara proporsional,” kata seorang juru bicara.

Pemerintah federal telah lama membagikan peralatan kelas militer, seragam kamuflase, bayonet, dan kendaraan lapis baja untuk membantu penegakan hukum setempat. Tetapi undang-undang negara bagian California yang disahkan tahun ini sekarang mewajibkan pasukan polisi kota untuk menginventarisasi peralatan kelas militer dan meminta persetujuan untuk penggunaannya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ada ‘Hantu Ngeri’ yang Intai Apple, Apa itu?

(hsy/hsy)


Pos terkait