Waduh, Kemenkes Sebut 71% Remaja Beli Rokok Ketengan

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa penjualan rokok batangan akan dilarang karena mayoritas pembelinya adalah remaja.

Nadia mengatakan, prevalensi merokok pada remaja usia 10 hingga 18 tahun terus meningkat. Berdasarkan data terakhir, persentase remaja usia tersebut yang merokok adalah 9 persen. Diperkirakan, jumlah perokok remaja akan meningkat sebesar 15 persen pada 2024.

Bacaan Lainnya

“71 persen remaja membeli rokok ketengan dan 60% saat remaja membeli, tidak ada larangan,” ungkap Nadia kepada wartawan, Selasa (27/12/2022).

“78 persen terdapat penjualan rokok di sekitar sekolah dan mencantumkan harga ketengan,” lanjutnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah berencana untuk menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Pemerintah juga akan mengatur pembesaran ukuran gambar dan tulisan peringatan kesehatan pada kemasan produk tembakau.

“Upaya pengendalian zat tembakau melibatkan lintas sektor, seperti pelarangan rokok batangan, ukuran peringatan kesehatan bergambar diperbesar yang saat ini 40 persen, pelarangan iklan, [hingga] sponsorship,” jelas dr. Nadia.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Muncul Gejala Cacar Monyet? Simak Saran dari Kemenkes

(hsy/hsy)


Pos terkait