5 Gejala Kolesterol yang Muncul di Kulit, Kenali Ciri-cirinya

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), senyawa yang seperempatnya diproduksi oleh sel-sel hati ini berguna untuk membangun membran sel dan menjalankan fungsi otak serta saraf.

Namun, kolesterol perlu dijaga kadarnya. Bila kadar kolesterol tinggi, timbunan lemak akan semakin mengembang di pembuluh darah sehingga bisa menyulitkan peredaran darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga memburuknya sirkulasi darah.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Healthline, kolesterol biasanya muncul dengan gejala yang sering tidak disadari. Maka dari itu, penting bagi seseorang untuk mengenali tanda-tanda kolesterol, salah satunya pada kulit.

Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan perubahan pada kulit seseorang. Banyaknya kolesterol yang bersirkulasi dalam aliran darah dapat menimbulkan timbunan lemak di kulit. Akibatnya, muncul ruam benjolan berwarna jingga atau kekuningan berisi lemak.

Dalam kondisi yang lebih serius, kolesterol tinggi bisa menyebabkan emboli kolesterol atau pecahnya kristal plak kolesterol yang membuat arteri atau pembuluh darah tersumbat.

Lantas, bagaimanakah gejala kolesterol yang muncul di kulit?

1. Xanthoma

Xanthoma adalah timbunan lemak (lipid) lokal yang biasanya memengaruhi kulit, jaringan di bawah kulit, dan persendian. Ada beberapa jenis xanthoma, yaitu.

  • Eruptive Xanthoma: Xanthoma jenis ini muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan benjolan atau ruam yang berisi timbunan lemak kolesterol

  • Tuberous xanthoma: Pada jenis ini, benjolan yang sering ditemukan pada jari-jari, lutut, siku, dan bokong

  • Verrucous xanthoma: Xanthoma jenis Verrucous ini memiliki bentuk seperti kutil, tetapi berada di lapisan dalam mulut atau bahkan alat kelamin.

  • Planar xanthoma: munculnya bercak menonjol pada kulit

2. Xanthelasma




Xanthelasma patch (Photo by: BSIP/Universal Images Group via Getty Images)Foto: Xanthelasma (Photo by: BSIP/Universal Images Group via Getty Images)
Xanthelasma patch (Photo by: BSIP/Universal Images Group via Getty Images)

Xanthelasma adalah jenis xanthoma planar yang paling umum. Xanthelasma muncul berupa bercak lembut benjolan kekuningan di sekitar mata penderita kolesterol. Biasanya, benjolan tersebut muncul di sekitar sudut mata dekat hidung.

3. Psoriasis

Kolesterol dapat menyumbat kapiler atau pembuluh darah kecil yang berfungsi untuk memasok oksigen ke kulit. Bila hal itu terjadi, warna kulit bisa berubah dan membuat kondisi kulit menjadi seperti psoriasis.

Psoriasis adalah kondisi kulit yang meradang sehingga menimbulkan bercak yang menonjol, tebal, gatal, memerah, dan bersisik. Hal ini adalah gangguan autoimun kronis yang menyebabkan respon peradangan di tubuh. Menurut Health Line, psoriasis dapat memengaruhi pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

4. Emboli Kolesterol

Emboli kolesterol terjadi ketika kristal yang terdiri dari kolesterol dan zat lain terlepas dari plak di salah satu arteri besar dalam tubuh. Lalu, kristal-kristal tersebut bergerak melalui sistem peredaran darah sebelum masuk ke arteri atau pembuluh darah yang lebih kecil.

Emboli kolesterol dapat menghalangi aliran darah dan menyebabkan kerusakan serta gejala kulit, seperti borok kaki, perubahan warna kulit, gangren atau matinya jaringan tubuh, jari kaki membiru atau ungu, dan livedo reticularis.

5. Livedo Reticularis

Livedo reticularis adalah kondisi munculnya bintik merah kebiruan pada kulit dengan pola seperti jaring. Biasanya, bintik-bintik tersebut muncul di paha, kaki, jari kaki, bokong, hingga kaki bagian bawah.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Flu Tomat Mulai Serang Anak-Anak, Lebih Parah dari Covid-19?

(hsy/hsy)


Pos terkait