9 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berada di Ujung Jurang

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Sebelum pasangan memutuskan untuk berpisah, mereka biasanya menghadapi situasi yang membuat salah satu atau keduanya tidak bahagia. 

Sebagian besar orang biasanya sudah tahu bahwa hubungannya dengan pasangan tidak sedang baik-baik saja. Meski demikian, sebagian memilih untuk bertahan karena sejumlah alasan, seperti masih berharap pasangannya berubah, tidak siap untuk menjalani hidup tanpa pasangan, belum siap untuk menghadapi kesedihan pasca mengakhiri hubungan, hingga mempertanyakan apakah hubungan masih layak untuk dipertahankan.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Psychology Today, psikolog klinis dan konselor pernikahan, Randi Gunther menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda hubungan yang gagal dan tidak layak untuk dipertahankan. Dengan demikian, seseorang dapat memutuskan apakah mereka dapat memperbaiki hubungan atau justru mengakhirinya.

Berikut 9 tanda-tanda hubungan yang gagal dan tidak layak untuk dipertahankan.

1. Terlalu Sibuk dengan Diri Sendiri




Kepala Otoritas Jasa keuangan (OJK) Perwakilan Malang Sugiarto Kasmuri (kedua kanan) dan Kepala Bagian Hubungan Media dan Masyarakat OJK Dody Ardiansyah (kanan) meninjau pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pujon Kidul di Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). OJK mendorong optimalisasi peran BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang hingga Triwulan II 2019 jumlah nasabahnya mencapai 3.611 orang dengan jumlah pembiayaan mikro yang disalurkan mencapai Rp49,07 miliar. Keberhasilan Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dalam mengelola dana desa mendapat acungan jempol dari berbagai kalangan. Dana desa yang digunakan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), telah berhasil menyulap desa ini menjadi lokasi wisata yang menyedot ribuan pengunjung setiap harinya. Desa Wisata Pujon Kidul memiliki ragam wahana menarik dengan nuansa asri perdesaan, seperti cafe sawah, panen hasil pertanian, memerah susu sapi, kolam renang untuk anak-anak, off road, hingga wisata berkuda. Desa Wisata ini juga memiliki banyak spot selfie yang sangat menarik. Wisatawan yang berkunjung pun tak sedikit jumlahnya, rata-rata 3.000 pengunjung saat hari kerja dan 5.000 pengunjung saat hari libur. Luas Desa Pujon Kidul 330 Hektare. Tanaman masyarakat kita jadikan wisata petik apel, wisata petik sayur, sehingga hasil pertanian warga juga menjadi mahal harganya.   (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Ilustrasi pasangan (puncak-media.com Indonesia/Muhammad Sabki)

Pasangan yang menjauh satu sama lain, tidak terbuka tentang perasaannya, dan cenderung sering tenggelam dalam pikirannya sendiri adalah salah satu tanda hubungan yang gagal menurut Gunther.

Dalam tahap ini, biasanya pasangan yang terlalu sibuk dengan dirinya sendiri akan menjawab “Aku enggak terlalu ingat,” “Cuma memikirkan hal-hal lain, kok,” “Enggak ada yang istimewa, cuma merenung tentang kehidupan,” bila ditanya tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya.

2. Sulit Dihubungi

Komunikasi adalah kunci utama dalam sebuah hubungan. Sebagian besar orang menganggap, tidak ada alasan untuk tidak menghubungi pasangan bagaimanapun kondisinya.

Lalu, banyak juga yang menganggap bahwa kabar dari pasangan sangatlah penting meskipun sekadar kabar sederhana. Bahkan, ada anggapan yang mengatakan bahwa intens tidaknya suatu komunikasi tergantung dari bagaimana seseorang memosisikan pasangan dalam prioritasnya.

Menurut Gunther, salah satu tanda lain hubungan yang gagal adalah pasangan yang mendadak sulit dihubungi, padahal biasanya komunikasi selalu terjalin dan tidak ada kesulitan untuk menghubungi satu sama lain.

Bila ditanyakan tentang hal tersebut, biasanya alasan yang paling umum dikatakan adalah “Aku sibuk bekerja,” “Kenapa kamu membutuhkan aku untuk selalu ada dan menghubungimu setiap saat?” “Maaf, aku enggak sadar kalau aku melakukan itu,” “Aku sedang memikirkan banyak hal.”

3. Sering Ingkar Janji

Janji adalah salah satu hal krusial dan sakral bagi sebagian besar orang, terlebih bila menyangkut janji dengan pasangan. Pasangan yang sering ingkar janji, bahkan pada janji kecil, seperti jalan-jalan, makan bersama, berlibur, hingga melakukan kegiatan bersama seringkali menjadi pemicu terjadinya pertengkaran.

Salah satu tanda hubungan yang gagal adalah buruknya respon seseorang ketika menghadapi amarah pasangan tentang janji yang diingkar. Biasanya, respon buruk tersebut adalah “Aku kira kamu bakal sadar kalau aku punya banyak kewajiban lain yang harus dijalani,” “Aku enggak bisa ingat semua yang kamu mau aku ingat,” “Maaf, aku menyesal. Aku sebenarnya mau melakukan itu, tapi aku tiba-tiba enggak punya waktu,” “Kita enggak ada bikin janji itu, kok.”

4. Tidak Validasi Perasaan Pasangan

Salah satu cara untuk memberikan rasa nyaman bagi pasangan adalah dengan memahami dan memvalidasi perasaannya. Dengan demikian, seseorang pun akan merasa lebih dihargai oleh pasangannya.

Gunther mengatakan, suatu hubungan dapat dikatakan gagal bila percakapan dengan pasangan didominasi oleh kritik, pertengkaran, dan tidak adanya validasi atas perasaan pasangannya.

5. Tidak Ada Rencana Masa Depan

Pembahasan mengenai rencana masa depan dengan pasangan adalah salah satu tanda hubungan yang sehat. Sebab, membicarakan masa depan merupakan wujud dari komitmen dan keseriusan seseorang dengan pasangan.

Bila tidak ada pembahasan rencana masa depan dalam hubungan bahkan untuk jangka pendek, bisa jadi seseorang tidak melihat masa depan dengan pasangannya. Jika terjadi hal demikian, maka itu bisa menjadi sinyal gagalnya suatu hubungan.

6. Tak lagi berbagi cerita dengan pasangan 

Pasangan biasanya selalu berbagi cerita tentang hidup mereka, mulai dari pekerjaan di kantor, hubungan dengan teman, hingga hobi.

Jika tiba-tiba pasangan Anda sering berdalih, “aku capek, kita ngobrolnya nanti saja,” bisa jadi itu pertanda bahwa hubungan Anda dan pasangan tidak baik-baik saja.

7. Memperlakukan Orang Lain Lebih Baik

Ketika seseorang mulai merasa tidak bahagia dalam hubungan, mereka perlahan akan mengurangi sikap baiknya terhadap pasangan dan cenderung memberikannya kepada orang lain.

Biasanya, sikap tersebut terlihat jika pasangan lebih sering memuji orang lain, lebih sering menghabiskan waktu bersama orang lain dibanding pasangannya, hingga mengurangi kepeduliannya terhadap pasangan.

8. Tidak Melibatkan Pasangan

Suatu hubungan mulai dapat dikatakan berada di ujung jurang bila seseorang mulai menjauh dan secara terang-terangan ogah melibatkan pasangannya ketika membicarakan hal-hal penting. Sebab, hal itu mengindikasikan bahwa seseorang sudah tidak berminat lagi untuk melakukan banyak hal dengan pasangannya atau bahkan sudah tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan hubungannya.

9. Kasih Sayang Berkurang

Pada tahap ini, pasangan mulai perlahan menarik diri, seperti lebih jarang menelepon, mengirim pesan, bertemu, memeluk, hingga cenderung ogah untuk menyelesaikan masalah. Pada awalnya, mungkin tidak terlihat seperti masalah besar karena sama-sama memiliki kesibukan. Namun, semakin lama kondisi ini berlangsung maka semakin sulit juga bagi pasangan untuk memperbaiki hubungan. 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Hari Kesehatan Mental Dunia, Ini Tanda Anda Ketemu Psikopat

(hsy/hsy)


Pos terkait