Arkeolog Tak Berani Bongkar Makam Kuno Kaisar China, Kenapa?

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Pada tahun 1974, para petani menemukan salah satu penemuan arkeologi terpenting sepanjang masa di sebuah ladang sederhana di provinsi Shaanxi, China. Saat menggali, mereka menemukan pecahan patung manusia yang terbuat dari tanah liat.

Penggalian arkeologi menemukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama China, yang terkenal dengan ratusan patung prajurit dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya, termasuk patung pejabat terhormat, dan hewan lainnya.

Bacaan Lainnya

Tampaknya, patung tentara ini dibuat untuk menjaga makam Qin Shi Huang, penguasa dinasti Qin yang memerintah dari tahun 221 hingga 210 SM.




Prajurit Terakota Mausoleum Kaisar Qin Pertama, Xi'an dipajang pada 24 Juni 2018 di Xi'An, Tiongkok. Dibuat pada Dinasti Qin dari 246 SM hingga 208 SM, figur tersebut dibuat untuk menjaga makam kaisar dan ditemukan oleh arkeolog Tiongkok Zhao Kangmin pada tahun 1974. (Tao Zhang/Getty Images)Foto: Patung prajurit terbuat dari tanah liat yang menggambarkan tentara Qin Shi Huang, Kaisar pertama Tiongkok di dekat Xi’an (Getty Images/Tao Zhang)




Prajurit terakota terlihat di Museum Prajurit Terakota dan Kuda Kaisar Qin Shihuang di Xian, di Provinsi Shaanxi, China barat laut pada 8 Januari 2018. (Dok. File - LUDOVIC MARIN/AFP via Getty Images)Foto: Patung prajurit terbuat dari tanah liat yang menggambarkan tentara Qin Shi Huang, Kaisar pertama Tiongkok di dekat Xi’an  (Dok. File – LUDOVIC MARIN/AFP via Getty Images)

Mengutip IFL Science, meski sebagian besar pekuburan kuno yang mengelilingi mausoleum telah dieksplorasi, makam kaisar sendiri tidak pernah dibuka walau ada banyak misteri yang mengelilinginya. Tidak pernah ada orang yang mengintip ke dalam makam ini selama lebih dari 2.000 tahun, ketika kaisar yang ditakuti terkubur di dalamnya.

Alasan utama di balik ketakutan ini adalah karena para arkeolog khawatir tentang bagaimana penggalian bisa merusak makam sehingga kehilangan informasi sejarah yang penting. Saat ini, hanya teknik arkeologi invasif yang dapat digunakan untuk memasuki makam. Teknik tersebut berisiko tinggi menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Salah satu contoh paling jelas dari hal ini bisa dilihat dari penggalian Kota Troy pada tahun 1870-an oleh Heinrich Schliemann. Arkeolog yakin mereka tidak ingin gegabah dan membuat kesalahan yang sama lagi.

Para ilmuwan telah melontarkan gagasan untuk menggunakan teknik non-invasif tertentu untuk melihat ke dalam makam. Salah satu idenya adalah memanfaatkan muon, produk subatomik dari sinar kosmik yang bertabrakan dengan atom di atmosfer bumi, yang dapat mengintip melalui struktur seperti sinar-X . Namun, sepertinya sebagian besar proposal ini lambat untuk diluncurkan.

Menurut para arkeolog, istana sang kaisar terkubur sekitar 690 meter dari permukaan tanah dengan luas lebar area sebesar 250 meter. Diperkirakan, ini adalah kompleks istana terbesar yang pernah ditemukan. Area kompleks kaisar ini diperkirakan sebesar 56 kilometer persegi.




Tentara Terakota, patung prajurit yang menggambarkan tentara Qin Shi Huang, Kaisar pertama Tiongkok di dekat Xi'an / Sian, Distrik Lintong, Shaanxi. (Marica van der Meer/Arterra/Universal Images Group via Getty Images)Foto: Patung prajurit terbuat dari tanah liat yang menggambarkan tentara Qin Shi Huang, Kaisar pertama Tiongkok di dekat Xi’an / Sian, Distrik Lintong, Shaanxi (Marica van der Meer/Arterra/Universal Images Group via Getty Images)

Membuka makam dipercaya dapat mendatangkan bahaya

Dalam sebuah catatan yang ditulis oleh sejarawan Tiongkok kuno Sima Qian sekitar 100 tahun setelah kematian Qin Shi Huang, dia menjelaskan bahwa makam itu terhubung dengan jebakan yang dirancang untuk membunuh setiap penyusup.

“Istana dan menara indah untuk seratus pejabat dibangun, dan makam itu dipenuhi dengan artefak langka dan harta karun yang luar biasa. Pengrajin diperintahkan untuk membuat busur dan anak panah yang disiapkan untuk menembak siapa saja yang memasuki makam. Merkurius digunakan untuk mensimulasikan seratus sungai, Yangtze dan Sungai Kuning, dan laut besar, dan diatur untuk mengalir secara mekanis,” paparnya.

Untuk saat ini, makam Qin Shi Huang tetap utuh dan tidak terlihat. Namun, jika waktunya tepat, mungkin saja kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya bisa menggali rahasia yang telah tersimpan di dalam makam misterius berusia sekitar 2.200 tahun tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ngeri, Ada Fenomena Pencurian Kuburan di Inggris

(hsy/hsy)


Pos terkait