Bank Kripto Bangkrut, Utang Triliunan ke Kembar Facebook

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Perusahaan penyedia pinjaman kripto, Genesis, mengajukan status bangkrut. Bandar kripto tersebut terimbas keruntuhan bursa kripto FTX dan penyedia pinjaman kripto lain, BlockFi.

Genesis Global Capital telah membekukan penarikan aset kripto nasabah sejak 16 November, setelah FTX bangkrut. Mereka menyatakan aset dan kewajiban berkisar antara US$ 1 miliar hingga US$ 10 miliar dan 100.000 kreditur. Perusahaan induk Genesis, Genesis Global Holdco, mengaku memiliki dana tunai US$ 150 juta untuk mendukung upaya restrukturisasi perusahaan lewa penjualan ekuitas.

Bacaan Lainnya

Reuters melaporkan bahwa Genesis mengajukan proses bangkrut di tengah sengketa dengan Gemini, perusahaan kripto milik Cameron dan Tyler Winklevoss. Kembar bersaudara tersebut terkenal dalam sengketa dengan Mark Zuckerberg soal pencurian ide pendirian Facebook.

Si kembar Winklevoss menyatakan Genesis berutang lebih dari US$ 900 juta (sekitar Rp 13,5 triliun) ke 340.000 investor di Earn, produk kripto hasil kerja sama Genesis dan Gemini. 

Satu jam setelah pengajuan bangkrut Genesis, Cameron melontarkan tweet yang menyatakan kreditur Earn tidak kunjung menerima penawaran yang adil.

Genesis adalah makelar perdagangan kripto untuk institus finansial seperti dana kelolaan dan manajer aset. Mereka membukukan hampir US$3 miliar dalam bentuk pinjaman pada akhirt kuartal III/2022, merosot tajam dari US$11,1 miliar pada periode yang sama 2021.

Sepanjang 2022, Genesis meneruskan pinjaman kripto senilai US$13,6 miliar dan menjadi perantara perdagangan US$116,5 miliar dalam aset kripto.

Dua entitas yang berutang paling banyak ke Genesis adalah Three Arrows Capital dan Alameda Research. Kedua perusahaan telah menyatakan bangkrut.

Perusahaan penyedia pinjaman kripto, bertindak seperti bank untuk aset kripto. Namun mereka tidak dibebani kewajiban aset minimum seperti bank tradisional.

Setelah asetnya membengkak seiring meroketnya harga aset kripto selama pandemi, para “bank kripto” berguguran setelah pandemi. Jatuhnya harga aset kripto membuat nilai jaminan yang mereka pegang anjlok sehingga banyak debitur dan nasabah rugi besar.

[Gambas:Video CNBC]

(dem)


Pos terkait