Bareng Katalis, Privy Ekspansi Bisnis ke Australia

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Privy memantapkan langkah ekspansi bisnis ke Australia, yang menjadi salah satu pasar penting dalam strategi global perusahaan. Startup ini pun akan menggali penerapan solusi identitas digital dan tanda tangan digital di negara tersebut.

Adapun rencana ekspansi Privy ke Australia mendapat dukungan melalui kemitraannya dengan Katalis, program pengembangan bisnis yang didukung pemerintah Indonesia-Australia, dalam bentuk strategi memasuki pasar. Di mana Privy mengalokasikan AUD 5 juta dolar untuk mendirikan kantor dan memulai operasi di Australia.

Bacaan Lainnya

CEO Privy Marshall Pribadi menyambut baik dukungan dari Katalis, yang akan memberikan wawasan tentang pasar Australia dan jaringannya.

“Kami tentunya optimis bahwa teknologi Privy cocok untuk bisnis Australia yang ingin mengurangi waktu dan biaya transaksi secara signifikan dan pada saat yang sama meningkatkan privasi dan keamanan bagi konsumen,” ungkap Marshall dalam siaran pers, Selasa (17/1/2023).

Dia menjelaskan melalui dukungan kepada perusahaan teknologi Indonesia untuk berinvestasi di Australia, Katalis mewujudkan integrasi pasar antara kedua negara demi kemitraan ekonomi baru yang inklusif. Hal ini sebagaimana diamanatkan oleh Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia.

Seperti diketahui Katalis dikenal sebagai Program Kerjasama Ekonomi Indonesia-Australia CEPA dan dimandatkan untuk membuka potensi kemitraan ekonomi antara kedua negara.

Direktur Katalis Paul Bartlett mengatakan ekspansi Privy ke pasar Australia membawa keuntungan bersama bagi Australia dan Indonesia. Pengenalan layanan identitas dan tanda tangan digital akan meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi online dan sistem manajemen dokumen.

“Ekspansi Privy juga pertanda baik. Tidak hanya bagi perkembangan perusahaan, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan tentang adanya peluang kemitraan, perlindungan, dan akses pasar sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia,” tegas dia.

Sebagai informasi, Privy berdiri sejak 2016 dan menawarkan berbagai produk yang memungkinkan solusi end to-end perusahaan yang terbukti merevolusi bisnis di Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini merupakan institusi non-pemerintah pertama yang mendapat izin sebagai PSrE (Certificate Authority/CA)) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia dan telah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan.

Saat ini Privy melayani lebih dari 30 juta pengguna terverifikasi dan 2.800 konsumen perusahaan, serta setiap tahunnya memproses lebih dari 40 juta tanda tangan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Terungkap! Bos Unicorn Beberkan Penyebab Startup Gagal di RI

(rah/rah)


Pos terkait