Duh, Data 37 Juta Pelanggan Jaringan Seluler Ini Diretas

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat, T-Mobile, mengumumkan bahwa belum lama ini terjadi peretasan yang memengaruhi 37 juta data pelanggannya.

Dalam pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), perusahaan mengatakan baru menyadari pada 5 Januari bahwa ada aktor jahat yang berhasil menyusup ke sistem komputer perusahaan dan menyedot informasi tanpa izin.

Bacaan Lainnya

Setelah mengidentifikasi sumber peretasan, T-Mobile telah diperbaikinya dalam waktu 24 jam. Perusahaan menambahkan bahwa mereka yakin sistemnya yang lain tidak terpengaruh.

Perusahaan kemudian menentukan bahwa serangan itu kemungkinan besar dimulai sekitar 25 November 2022. Informasi yang diretas termasuk nama pelanggan T-Mobile, alamat, email, nomor telepon, tanggal lahir dan nomor rekening.

Namun peretasan tidak termasuk nomor kartu bank atau jaminan sosial, informasi pajak atau kata sandi, kata perusahaan itu.

“Akun dan keuangan pelanggan tidak terkena risiko langsung oleh peristiwa ini,” kata perusahaan milik Deutsche Telekom pada Kamis (19/1/2023), mengutip AFP.

Pelanggan yang terkena dampak akan diberi tahu dan penyelidikan internal masih dilakukan.

“Kami mungkin mengeluarkan biaya yang signifikan sehubungan dengan kejadian ini,” tambah T-Mobile.

Peretasan terbaru terjadi pada tahun 2021 dan memengaruhi data 76,6 juta penduduk AS. Perusahaan setuju membayar US$ 350 juta untuk menyelesaikan tuntutan hukum yang diajukan oleh penggugat dalam gugatan class action. Ini menghabiskan US$ 150 juta untuk perlindungan data dan keamanan siber pada tahun 2022 dan 2023.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Berapa Harga Data Pribadi Anda di Dark Web?

(wia)


Pos terkait