Karyawan Twitter Nangis Berjamaah di Toilet, Gegara Elon Musk

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Kecemasan hingga kepanikan terjadi di Twitter pasca miliarder Elon Musk resmi membeli perusahaan. Bahkan ada karyawan sampai menangis di toilet kantor menyusul kekhawatiran bakal ada pemecatan di sana.

Musk resmi membeli Twitter senilai US$44 miliar akhir Oktober tersebut. Pesta Haloween yang diselenggarakan setelah pembelian itu berubah menjadi acara yang muram.

Bacaan Lainnya

The Washington Post melaporkan beberapa karyawan menangis saat meninggalkan pesta. Saat itu kepala produk Jay Sullivan berbicara kepada mantan insinyur soal akuisisi Twitter oleh Musk.

“Sudah selesai,” ucapnya, seperti dilaporkan The Verge.

Business Insider menyebutkan pemecatan massal jadi salah satu langkah pertama Musk setelah duduk di kursi CEO Twitter. Salah satunya penasihat umum Sean Edget, yang dilaporkan The Verge dikawal keluar kantor saat pesta Halloween itu.

Berikutnya Musk juga memecat 3.700 atau setengah dari jumlah karyawan Twitter saat itu 7.500 orang. Namun proses pemecatanpun dirasa aneh dan tidak sesuai.

Saat itu manajer menyusun peringkat karyawan dan daftar mereka yang tinggal atau diberhentikan. Salah satunya adalah Helen Sage Lee, mantan manajer program Twitter, dipecat satu minggu setelah perusahaan dibeli Musk.

Dia mengatakan staf mendapatkan informasi dari para pimpinan. Namun Lee menambahkan, “tidak ada banyak informasi soal masa depan pekerjaan kita”.

Pada 3 November 2022, Twitter menginformasikan melalui email akan ada PHK esok harinya. Dia menyebutkan pengumuman itu membuat panik para karyawan, dikutip dari Business Insider, Kamis (19/1/2023).

Beberapa jam setelah pengumuman, Lee juga melaporkan akun beberapa rekannya dinonaktifkan. Setelah berpikir dirinya aman, namun ternyata Lee masuk dalam pegawai yang di-PHK pada 3 November 2022 malam. Kejadian itu, dia menyebutnya sebagai diberhentikan ‘sangat tidak bermartabat’.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Pengakuan Elon Musk: Bayar Lebih Untuk Beli Twitter

(tib)


Pos terkait