Misteri Kuburan Kaisar China yang Dikelilingi Parit Beracun

Jakarta,puncak-media.com Indonesia – Terkubur di bawah bukit di China tengah, terbaring seorang kaisar yang kuburannya tidak pernah dibongkar selama lebih dari dua ribu tahun. Makam kuno itu dikelilingi parit bawah tanah berisi merkuri yang beracun.

Mengutip laporan LiveScience, makam itu menyimpan rahasia kaisar pertama China, Qin Shi Huang, yang meninggal pada 10 September 210 SM, setelah menaklukkan enam negara yang bertikai untuk menciptakan negara bersatu pertama di China.

Bacaan Lainnya

“Bukit besar, tempat kaisar dimakamkan, tidak ada yang pernah masuk ke sana,” kata arkeolog Kristin Romey, konsultan kuratorial untuk pameran Terracotta Warrior di Discovery Times Square Kota New York.

Penemuan yang menggemparkan




Tentara Terakota, patung prajurit yang menggambarkan tentara Qin Shi Huang, Kaisar pertama Tiongkok di dekat Xi'an / Sian, Distrik Lintong, Shaanxi. (Marica van der Meer/Arterra/Universal Images Group via Getty Images)Foto: Penggalian arkeologi pada 1974 menemukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama China, yang terkenal dengan ribuan patung prajurit dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya (Arterra/Universal Images Group v/Arterra)




Prajurit Terakota Mausoleum Kaisar Qin Pertama, Xi'an dipajang pada 24 Juni 2018 di Xi'An, Tiongkok. Dibuat pada Dinasti Qin dari 246 SM hingga 208 SM, figur tersebut dibuat untuk menjaga makam kaisar dan ditemukan oleh arkeolog Tiongkok Zhao Kangmin pada tahun 1974.  (Dok. File -  Tao Zhang/Getty Images)Foto: Pada 1974, penggalian arkeologi menemukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama China, yang terkenal dengan ribuan patung prajurit dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya (Getty Images/Tao Zhang)

Pada tahun 1974, para petani menemukan salah satu penemuan arkeologi terpenting sepanjang masa di sebuah ladang sederhana di provinsi Shaanxi, China. Saat menggali, mereka menemukan patung seukuran manusia yang terbuat dari tanah liat.

Penggalian arkeologi menemukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama China, yang terkenal dengan ribuan patung prajurit dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya, termasuk patung pejabat terhormat, dan hewan lainnya.

Tampaknya, patung tentara ini dibuat untuk menjaga makam Qin Shi Huang, penguasa dinasti Qin yang memerintah dari tahun 221 hingga 210 SM.

Selama hampir empat dekade, para arkeolog telah menggali situs tersebut. Sejauh ini, mereka telah menemukan sekitar 2.000 patung tentara, tetapi para ahli memperkirakan totalnya ada lebih dari 8.000.

“Mereka akan menggali di sana selama berabad-abad,” prediksi Romey.

Namun, para ilmuwan belum pernah menyentuh makam pusat, yang menyimpan sebuah istana berisi tubuh Qin Shi Huang.

“Sebagian karena menghormati kaisar, tetapi mereka juga menyadari bahwa tidak seorang pun di dunia saat ini yang memiliki teknologi untuk masuk dan menggalinya dengan benar.”

Para arkeolog khawatir penggalian bisa merusak makam sehingga kehilangan informasi sejarah yang penting. Saat ini, hanya teknik arkeologi invasif yang dapat digunakan untuk memasuki makam. Teknik tersebut berisiko tinggi menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Parit beracun




Tentara Terakota, patung prajurit yang menggambarkan tentara Qin Shi Huang, Kaisar Cina pertama di dekat Xi'an / Sian, Distrik Lintong, Shaanxi. ( Marica van der Meer/Arterra/Universal Images Group via Getty Images)Foto: Penggalian arkeologi menemukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama China, yang terkenal dengan ribuan patung prajurit dari tanah liat dan kuda perang seukuran aslinya(Arterra/Universal Images Group v/Arterra)

Parit merkuri juga menjadi alasan lain mengapa para arkeolog enggan menjelajahi makam itu. Hal itu kemungkinan besar akan sangat berbahaya, menurut sampel tanah di sekitar makam, yang menunjukkan tingkat kontaminasi merkuri yang sangat tinggi.

Naskah kuno mengatakan kaisar menciptakan seluruh kerajaan dan istana bawah tanah, lengkap dengan langit-langit yang meniru langit malam, dengan mutiara sebagai bintang. 

Dan makam Qin Shi Huang juga diperkirakan dikelilingi oleh sungai-sungai air raksa cair, yang diyakini oleh orang China kuno bisa membuat mereka mencapai keabadian.

“Ini agak ironis,” kata Romey. “Mungkin saja penyebab dia meninggal karena menelan merkuri. Dia meminum semua pil merkuri karena ingin hidup selamanya dan zat itu membunuhnya pada usia 39 tahun.”

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


10 Negara Terbesar di Dunia Berdasarkan Luas Wilayahnya

(hsy/hsy)


Pos terkait