Panas Terik Padahal Musim Hujan, BMKG Jelaskan Alasannya

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Seminggu terakhir suhu udara terasa panas di beberapa wilayah Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Padahal Januari masih masuk ke dalam musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan tentang hal ini.

Melalui unggahan Instagram-nya, BMKG menyebut di beberapa tempat udara siang hari terukur mencapai 35 derajat. Pada awal hingga pertengahan Januari, sebagian besar wilayah Indonesia masih sering hujan.

Bacaan Lainnya

Namun terjadi jeda hujan di beberapa wilayah, beberapa di antaranya bahkan sudah tercatat tidak mengalami hujan lebih dari 6 hari. Tutupan awan berkurang di sebagian wilayah, seperti di Jawa dan Nusa Tenggara yang terjadi sedikit per-awan-an.

Jeda hari hujan atau dry spell dan berkurangnya tutupan awal (less cloudiness) di Pulau Jawa dan sekitarnya disebabkan adanya blocking Monsun Asia.

Sering munculnya pusaran angin (vortex) di Samudera Pasifik bagian barat, Laut China Selatan, serta barat daya Sumatera, yang menyebabkan aliran masa udara lembab dari utara terhambat. Serta intrusi udara kering dari selatan lebih dominan pengaruhnya di bagian selatan Indonesia.

Jadi dapat disimpulkan penyebabnya adalah berkurangnya tutupan awan, radiasi matahari yang optimum mencapai permukaan, terjadinya jeda hujan, dan terjadi blocking Monsua Asia.

Penjelasan dari BMKG ditanggapi beragam komentar dari netizen tanah air. “Pantes ibunya Norma Risma sampe buka baju, emang beneran panas suhunyaa,” kata akun @rantikim_

“Serang suhu di dalamm mobil aja 36 uda 3 harian tidur malam AC di suhu 16 gak berasa dinginnya sama sekali,” kata akun @ryn_chand

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Lagi Viral, Penjelasan BMKG Soal Air Terjun di Langit Bekasi

(tib)


Pos terkait