STB Panas dan Stuck, Kenali Penyebabnya!

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Set Top Box atau STB kini menjadi benda penting di era siaran TV digital. Sebab alat ini bisa membantu masyarakat menikmati siaran TV digital tanpa harus membeli perangkat TV baru.

Namun ada kalanya STB terasa panas saat digunakan, sehingga timbul rasa khawatir. Menurut Wakil Ketua Bidang Regulasi Asosiasi Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (Gabel) Joegianto, panasnya suatu STB dikarenakan kurangnya perhatian pada komponen pendingin.

Bacaan Lainnya

Kurangnya perhatian pada suatu komponen faktornya bisa jadi ke pengaruh harga. Ia menduga 90 persen STB yang cepat panas berasal dari perangkat yang berharga murah.

“Saya duga 90 persen yang cepat panas itu, mohon maaf… kalau mau ngejar murah kan setiap penambahan komponen pasti masuk dalam faktor harga. Itu biasanya casingnya dibuat besi, biar agak dingin, kelemahannya body-nya bisa agak nyetrum,” ujarnya kepada puncak-media.com Indonesia, Selasa (17/1/2023).

Hal senada diungkap Ketua Umum Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (Aipti) Ali Soebroto. Ia menyebut bahwa STB panas terjadi karena desain power supply kurang bagus, sehingga efisiensi atau power supply-nya rendah, dan membuat sebagian daya listrik terbuang menjadi panas.

Selain itu, Desain sirkuitnya tidak benar sehingga timbul panas berlebihan. Di sisi lain, komponen yang digunakan kurang sesuai peruntukannya, atau berkualitas rendah

Sementara untuk penggunaan, sebelum dijual STB sudah pasti diuji untuk masa pakainya. Menurut Joegianto, STB yang diproduksi sudah didesain untuk digunakan 24 jam 7 hari tanpa harus ada jeda dimatikan.

“Setahun pun ga masalah nyala terus, sebelum kita buat itu kan ada uji selama misalnya 30 hari non stop jalan di chamber kita. Jadi kalau sempat ke Kudus itu kita punya chamber pengujian. Sebelum barang ke market kita udah tau kemampuan STB,” terangnya.

Sedangkan jika ada stuck di screen boot, Ali menduga penyebabnya dan masalah (bug) dalam desain software. Ini bisa terjadi karena kurangnya pengecekan atau verifikasi yang intensif dalam proses pengembangan softwarenya.

[Gambas:Video CNBC]

(tib)


Pos terkait