TikTok Siapkan Rp 22 T Supaya Pegawai Negeri Bebas

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Tiktok mencoba taktik baru setelah dua tahun bernegosiasi dengan regulator Amerika Serikat untuk tetap berada di negara tersebut. Aplikasi berbagi video itu berjanji bakal meningkatkan transparansi di kalangan pengguna.

Dalam percakapan baru-baru ini dengan anggota parlemen Washington dan organisasi masyarakat sipil, TikTok sesumbar telah menyiapkan budget US$1,5 miliar (sekitar Rp 22 triliun) untuk mengatur ulang operasi perusahaannya di AS.

Bacaan Lainnya

TikTok sebelumnya menyembunyikan sebagian besar rencananya sembari terus bernegosiasi dengan Komite Investasi Asing di AS, atau Cfius, panel cabang eksekutif yang membahas bagaimana TikTok dapat tetap beroperasi di AS.

Pembicaraan dengan pejabat AS dan anggota parlemen menjadi lebih mendesak untuk TikTok dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, AS telah membuat langkah tegas untuk melarang aplikasi tersebut pada perangkat milik pejabat pemerintah.

Kongres juga sedang mempertimbangkan RUU yang akan melarang TikTok di AS. Anggota parlemen mengutip kekhawatiran bahwa China dapat mengakses data pengguna AS di TikTok, atau membentuk apa yang dilihat orang Amerika di platform, sebuah tuduhan yang dibantah oleh perusahaan

TikTok berharap bahwa rencana reorganisasi serta langkah-langkah yang dijanjikan untuk memastikan pengawasan terhadap algoritma rekomendasi kontennya, akan meyakinkan Washington soal kemampuannya untuk beroperasi secara independen dari perusahaan induknya, ByteDance Ltd. yang berbasis di China.

Seorang juru bicara TikTok mengatakan yakin proposal tersebut mengatasi kekhawatiran tentang rekomendasi konten dan akses data pengguna dengan lapisan pemerintah dan pengawasan independen.

“Kami tidak menunggu kesepakatan untuk terjadi,” katanya, dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (17/1/2023).

“Kami telah membuat kemajuan substansial dalam mengimplementasikan solusi itu selama setahun terakhir dan berharap dapat menyelesaikan pekerjaan itu untuk menyelesaikan masalah ini.” imbuhnya

Membuat sistem untuk memantau algoritma rahasia yang mendukung aplikasi TikTok muncul sebagai bagian dari rencana untuk meredakan kekhawatiran AS tentang konten yang ada.

Dalam percakapan di Washington, eksekutif TikTok menjelaskan bagaimana Oracle Corp. ORCL akan bekerja sama dengan pemantau pihak ketiga lainnya untuk meninjau kode terkait dengan bagaimana TikTok memilih video mana yang akan ditayangkan kepada pengguna. Dan juga bagaimana TikTok mengidentifikasi video mana yang akan dihapus, kata beberapa orang yang akrab dengan diskusi tersebut.

ByteDance sedang mencoba untuk berjalan dengan baik dalam pembicaraan dengan pejabat AS. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kepemilikan TikTok di AS, tetapi juga membuat operasi aplikasi lebih transparan dan menyimpannya di unit terpisah yang diawasi oleh karyawan yang disetujui pemerintah AS.

TikTok mencoba meyakinkan anggota parlemen bahwa dengan langkah-langkah ini, aplikasi tidak akan menimbulkan ancaman bagi warga AS. Jika TikTok tidak bisa mencapai kesepakatan, pemerintah AS dapat mencoba memaksa ByteDance untuk menjual sebagian operasinya atau meninggalkan pasar AS.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Tiktok Diduga ‘Nguping’ Pengguna Meski Tak Punya Akun

(tib)


Pos terkait