Waspada Bahaya Manicure-Pedicure! Bisa Picu Kanker Kulit

Jakarta, puncak-media.com Indonesia – Salah satu cara memanjakan diri adalah melakukan perawatan manicure dan pedicure. Rasanya segar melihat kulit mati di area jari, apalagi dipoles dengan kuteks yang cantik.

Namun, hati-hati jika melakukan mani-pedi keseringan. Menurut penelitian terbaru yang dipimpin bioengineer Ludmil Alexandrov, cahaya ultraviolet (UV) yang biasa dipakai untuk mengeringkan cat kuku setelah mani-pedi bisa merusak sel DNA pada manusia.

Bacaan Lainnya

Penelitian itu melakukan eksperimen pada tikus dan sel manusia. Keduanya ‘dijemur’ di bawah pengering cat kuku UV selama 20 menit. Hasilnya, 20 hingga 30 persen sel terbukti mati, dikutip dari Science Alert, Senin (23/1/2023).

Sementara itu, paparan 20 menit selama tiga hari berturut-turut bisa membunuh 70 persen sel DNA. Diketahui, satu kali proses mani-pedi biasanya membutuhkan proses pengeringan di bawah sinar UV selama 10 menit.

Selain bisa membunuh sel DNA, sel-sel yang tersisa setelah terpapar sinar UV terbukti rusak. Mutasinya bisa berhubungan dengan kanker kulit.

Meski demikian, hasil eksperimen ini belum menunjukkan bukti langsung untuk peningkatan kanker. Hanya saja, ini bisa mengindikasikan peningkatan risiko.

Alexandrov dan rekan-rekannya masih membutuhkan penelitian epidemiologi yang lebih panjang untuk hubungan langsung mani-pedi dengan kanker.

Salah satu tim peneliti, Maria Zhivagui, mengaku hasil penelitian yang saat ini ditemukan sudah cukup membuatnya berhenti melakukan perawatan mani-pedi.

“Setelah saya melihat efek radiasi yang ditimbulkan dari proses pengeringan cat kuku pada sel mati, saya sangat terkejut,” ia mengatakan.

Akan tetapi, bukan berarti perawatan mani-pedi lantas menjadi haram. Ada cara yang bisa dijadikan solusi, misalnya memakai sarung tangan dengan lubang pada kuku ketika melakukan proses pengeringan cat kuku di bawah sinar UV.

Pada 2021 lalu, dermatologist Melissa Piliang mengatakan orang yang mengunjungi salon kecantikan hanya beberapa kali dalam setahun sebenarnya tak perlu khawatir. Jika mengunjungi salon kecantikan setiap 2 minggu sekali, baru bisa dikatakan berisiko.

Pada 2009, ditemukan dua perempuan sehat yang tidak punya keturunan kanker menderita kanker kulit spesifik di area tangan. Mereka mengaku rutin melakukan perawatan manicure. Hal ini yang memicu para peneliti bereksperimen untuk melihat keterkaitannya.

Pada 2013, tim peneliti mengonfirmasi bahwa radiasi sinar UV dan lampu UV alat pengering cat kuku lebih kuat 4,2 kali lipat ketimbang matahari. Meski alat ini dipasarkan sebagai alat yang aman, tapi masih sedikit sekali penelitan yang membahasnya.

“Untuk membuktikan keterkaitan langsung antara mani-pedi dan kanker, setidaknya dibutuhkan penelitian selama satu dekade,” kata Alexandrov dan timnya.

[Gambas:Video CNBC]

(tib)


Pos terkait