kota underrated Asia Tenggara menjadi incaran baru para traveler yang mencari pengalaman autentik tanpa keramaian turis di tahun 2026. Memasuki pertengahan tahun ini, tren traveling dunia mengalami pergeseran masif. Generasi backpacker dan digital nomad kini lebih berburu destinasi yang jarang dilirik turis arus utama, namun menyimpan kekayaan budaya, kuliner luar biasa, dan ramah di kantong. Asia Tenggara adalah gudangnya permata tersembunyi ini. Melansir data biaya hidup global dari Numbeo Cost of Living, berikut adalah lima destinasi yang wajib masuk dalam daftar Anda.
Ipoh, Malaysia: Surga Kuliner yang Kerap Dilompati
Selama ini, Penang selalu dinobatkan sebagai ibu kota kuliner Malaysia. Namun, jika Anda bergeser sedikit ke selatan, ada Ipoh. Sebagai salah satu kota underrated Asia Tenggara, Ipoh dikelilingi perbukitan kapur megah dengan arsitektur kolonial yang estetik. Wisatawan sering kali langsung melesat naik kereta dari Kuala Lumpur menuju Penang tanpa tahu bahwa Ipoh menyimpan kultur kopi dan makanan yang jauh lebih autentik. Juara kulinernya meliputi Ipoh White Coffee yang legendaris dan Ayam Toge. Estimasi biaya hidup sangat murah, makan kenyang di hawker center lokal hanya berkisar tujuh hingga dua belas Ringgit Malaysia.
Da Nang, Vietnam: Sisi Tenang Pesisir Indochina
Saat mendengar kata Vietnam, pikiran kita pasti langsung tertuju pada kemacetan motor di Hanoi. Padahal, tepat di bagian tengah Vietnam, ada Da Nang. Destinasi ini sering luput dari perhatian karena banyak yang hanya menjadikannya tempat transit. Namun, sebagai kota underrated Asia Tenggara yang sesungguhnya, Da Nang menawarkan pantai yang jauh lebih sepi dan bersih. Juara kulinernya meliputi Mì Quảng dan seafood segar pinggir pantai. Penginapan bintang tiga dengan view laut bisa Anda dapatkan dengan harga yang sangat terjangkau.

Baca juga: kesadaran politik generasi muda
Iloilo City, Filipina: Ibu Kota Gastronomi Tersembunyi
Filipina sering kali dikritik karena variasi makanan lokalnya yang dianggap kurang berbumbu. Namun, stereotip itu langsung patah begitu Anda menginjakkan kaki di Iloilo City. Dinobatkan oleh UNESCO sebagai Creative City of Gastronomy, kota underrated Asia Tenggara ini jarang disentuh turis kasual karena aksesnya yang memerlukan penerbangan domestik tambahan. Juara kulinernya meliputi Batchoy dan Tatoy’s Manok. Ongkos transportasi lokal menggunakan Jeepney masih berkisar di angka belasan Peso, membuat biaya makan harian di sini jauh lebih murah dibanding Manila.
Battambang, Kamboja: Romantisme Seni dan Kuliner Lokal
Jika Siem Reap punya Angkor Wat, maka Battambang adalah tempat di mana budaya, seni modern, dan kuliner Kamboja melebur menjadi satu. Karena tidak memiliki kuil raksasa, kota underrated Asia Tenggara ini sering kali dicoret dari rencana perjalanan. Padahal, kota ini adalah penghasil beras terbesar di Kamboja dan pusat kreativitas anak muda. Juara kulinernya meliputi Amok dan kelapa bakar lokal. Dengan budget sepuluh hingga lima belas dolar Amerika, Anda sudah bisa makan mewah tiga kali sehari.
Hat Yai, Thailand: Sensasi Kuliner Tanpa Harga Turis
Bagi warga Sumatra Utara atau Malaysia, Hat Yai mungkin sudah cukup dikenal. Namun bagi mayoritas traveler Indonesia, Hat Yai yang terletak di Thailand Selatan ini masih sangat jarang dilirik. Kalah pamor dengan Phuket atau Chiang Mai, kota underrated Asia Tenggara ini menawarkan sensasi kuliner asli tanpa markup harga turis. Juara kulinernya meliputi Gai Tod Hat Yai dan Dim Sum pagi hari yang halal-friendly. Harga seporsi makanan di sini rata-rata tiga puluh persen lebih murah dibandingkan dengan harga di Bangkok.
Mengapa Harus Berangkat Sekarang?
Menanggapi fenomena naiknya popularitas kota-kota lapis kedua ini, Sandiaga Uno, pakar pariwisata, menyatakan bahwa wisatawan masa kini sudah mengalami overtourism fatigue. Mereka mencari otentisitas. Memilih kota underrated Asia Tenggara menawarkan interaksi budaya yang jujur dan pengeluaran yang jauh lebih masuk akal bagi kantong pasca-pandemi.
Tips Membidik Destinasi Alternatif
Gunakan maskapai bertarif rendah dan lanjutkan perjalanan menggunakan kereta api lokal untuk menekan biaya transportasi secara signifikan. Andalkan aplikasi transportasi lokal yang berlaku di negara tersebut agar terhindar dari taksi tembak yang sering membanderol harga tidak masuk akal. Makanlah di kedai kecil yang dipenuhi warga lokal untuk menemukan kuliner terbaik yang sesungguhnya, bukan yang sudah dimodifikasi untuk lidah turis.
Ketika Otentisitas Menjadi Prioritas Utama
Mengeksplorasi kota underrated Asia Tenggara bukan cuma soal menghemat pengeluaran liburan Anda. Ini adalah tentang seni menemukan kembali esensi dari traveling itu sendiri: tersesat di tempat baru, mencicipi rasa yang belum pernah ada di lidah Anda, dan pulang dengan cerita yang tidak sama dengan semua orang di media sosial. Anda akan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih bermakna dan personal.
Secara umum, prospek pariwisata global juga semakin terbuka lebar bagi destinasi-destinasi yang menawarkan pengalaman autentik dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, traveling yang bermakna bukan tentang seberapa banyak tempat yang dikunjungi, melainkan seberapa dalam Anda terhubung dengan budaya lokal. Menerapkan tips memilih destinasi wisata yang tepat akan memastikan momen berharga ini berjalan penuh kebahagiaan dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi jiwa yang membutuhkan ketenangan.