Candi Losari Magelang, Hidden Gem Terkubur 4 Meter yang Kini Jadi Destinasi Viral Penuh Misteri.

Candi Losari Magelang struktur candi Hindu

Candi Losari ditemukan secara tidak sengaja pada 11 Mei 2004 oleh Muhammad Badaruddin saat menggali lubang irigasi di kebun salak. Cangkulnya membentur batu andesit yang tersusun rapi, mengungkap struktur candi kuno yang terkubur. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mengenai Candi Losari, mulai dari sejarah penemuan, arsitektur, hingga temuan artefak berharga berdasarkan data Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

1. Kronologi Penemuan Candi Losari

Penemuan awal tidak langsung disadari sebagai struktur candi hingga penggalian dilanjutkan lebih dalam. Struktur batu raksasa yang muncul jelas bukan formasi batuan biasa, melainkan bagian dari kompleks percandian.

Tim arkeologi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah segera melakukan ekskavasi pada tahun 2007. Hasilnya mencengangkan, sebuah kompleks percandian Hindu yang diperkirakan berasal dari abad ke-8 hingga ke-9 Masehi.

Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang terkubur sempurna di dalam tanah akibat bencana alam masif. Kondisi ini menjadikannya salah satu situs arkeologi paling menarik di wilayah Magelang.

2. Letusan Merapi dan Candi Losari

Candi Losari berada pada kedalaman 4 meter di bawah permukaan tanah akibat letusan dahsyat Gunung Merapi. Para ahli meyakini bahwa sekitar tahun 1006 Masehi, gunung tersebut mengalami erupsi besar yang memuntahkan material vulkanik dalam jumlah luar biasa.

Material vulkanik dan lahar dingin mengalir deras mengubur kompleks percandian hingga kedalaman 4 hingga 5 meter. Endapan lahar dingin yang sangat besar berasal dari sungai-sungai di sekitar, terutama Sungai Krasak.

Akibat bencana ini, peradaban di kawasan poros Kedu hingga Prambanan sempat meredup. Peristiwa ini mendorong perpindahan pusat kekuasaan Mataram Kuno ke Jawa Timur untuk menghindari ancaman vulkanik.

3. Arsitektur Candi Losari

Salah satu hal yang membedakan Candi Losari dari candi-candi lain di Magelang adalah desain arsitekturnya yang adaptif terhadap kondisi geografis. Bangunannya terdiri dari satu Candi Induk, tiga Candi Perwara, dan tiga Candi Pendamping yang tersusun simetris.

Candi Induk berdiri kokoh menghadap ke arah timur, menghadap langsung ke tiga Candi Perwara yang berada di depannya. Di pintu masuk candi perwara, masih terlihat hiasan kepala Kala yang utuh sebagai ciri khas arsitektur candi Hindu di Jawa Tengah.

Meskipun sudah berusia lebih dari seribu tahun dan sempat terkubur, beberapa relief masih dapat dinikmati hingga kini. Di candi induk, terdapat relief arca Mahakala dan relief gajah yang detailnya masih cukup jelas terlihat.

4. Temuan Artefak Berharga Candi Losari

Viralnya Candi Losari di tahun 2026 dipicu oleh penemuan sensasional saat proses pemugaran berlangsung. Pada Selasa, 21 April 2026, tim juru pugar yang membongkar struktur candi hingga lapisan ke-9 menemukan sebuah kotak peripih atau wadah ritual.

Di dalam kotak tersebut, terdapat selembar kepingan logam yang diduga emas asli. Tak hanya itu, dua buah arca Dewa Surya juga ditemukan terkubur di bawah lantai, sekitar tiga lapis dari permukaan tanah.

Keaslian temuan ini akhirnya dikonfirmasi secara resmi oleh Didik Muhamad Akbar, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang. Logam yang ditemukan memang kepingan emas asli dan semua artefak berharga kini telah diamankan di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X di Bugisan, Klaten.

5. Suasana Mistis Candi Losari

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk belajar sejarah, tapi juga merasakan sensasi mistis yang mengelilingi situs ini. Konon, di kawasan candi ini sering tercium aroma bunga yang tidak jelas asalnya, terutama saat hujan turun.

Suasana hening dengan latar pepohonan rindang di area persawahan semakin menambah kesan magis kawasan ini. Meskipun demikian, juru pelihara candi mengingatkan bahwa ini adalah kawasan yang disucikan dan harus dihormati.

Pengunjung diimbau untuk selalu menjaga perilaku dan tidak mengganggu artefak yang ada di sekitar situs. Penghormatan terhadap nilai spiritual situs menjadi kewajiban setiap pengunjung yang datang.

6. Kemiripan dengan Candi Lain Candi Losari

Motif hias pada candi ini tidak jauh berbeda dengan candi-candi lain peninggalan Mataram Kuno. Candi Losari memiliki kemiripan arsitektur dengan Candi Sambisari dan Candi Kedulan yang juga tertimbun material vulkanik Merapi.

Persamaan ini menunjukkan bahwa terdapat standar arsitektur yang konsisten pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Teknik pembangunan yang adaptif terhadap ancaman bencana alam menunjukkan kecerdasan nenek moyang dalam merancang struktur bangunan.

candi Hindu di Jawa Tengah lainnya juga menunjukkan pola serupa dalam penempatan orientasi bangunan dan relief yang digunakan. Kajian komparatif ini penting untuk memahami perkembangan arsitektur Nusantara pada masa klasik.

7. Informasi Wisata Candi Losari

Candi Losari terletak di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Situs ini dapat diakses secara gratis tanpa dipungut biaya tiket masuk, pengunjung hanya perlu melapor dan mengisi buku tamu di pos penjagaan.

Lokasi candi hanya sekitar 50 meter dari jalan utama dusun dengan parkir kendaraan tersedia di area dekat pintu masuk. Waktu terbaik berkunjung adalah pada pagi hari pukul 08.00 hingga 10.00 saat udara masih sejuk, atau sore hari pukul 15.00 hingga 16.00 menjelang matahari terbenam.

Disarankan menghindari akhir pekan jika tidak ingin terlalu ramai dengan pengunjung lain. Karena candi ini masih dalam proses pemugaran besar-besaran yang ditargetkan selesai Oktober 2026, beberapa bagian mungkin sedang dalam pengerjaan.

Candi Losari merupakan bukti nyata bahwa sejarah dapat bangkit kembali dari dalam tanah setelah terkubur berabad-abad. Situs ini menjadi ruang renungan tentang betapa dahsyatnya kekuatan alam dan seberapa besar peradaban manusia dapat bertahan meski tertimbun material vulkanik. Balai Pelestarian Cagar Budaya terus berupaya melestarikan situs ini agar dapat dinikmati generasi mendatang. Wisatawan yang berkunjung ke Magelang tidak hanya dapat mengunjungi Borobudur, tetapi juga menyempatkan waktu untuk mengeksplorasi kekayaan sejarah yang tersimpan di Candi Losari.